Motor trail merusak lingkungan? Stigma inilah yang nampaknya ingin diterabas oleh klub motor trail TRABAS (Trail Bandung Association) di acara simbolis partisipasi anggota Trabas pada program konservasi Wali Pohon.
Bahwa aktifitas motor trail -begitu juga aktifitas lain yang terkait alam terbuka- memiliki dampak terhadap lingkungan merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri. Namun bagaimana caranya agar dampak dari aktifitas yang dilakukan menjadi minimal, rasanya ini yang perlu dipikirkan bersama. Bukan saja dengan menjadi Wali Pohon, menurut Ketua Umum Trabas, Kang Deddy Dogel, organisasinya sudah mulai memasukkan konten mengenai lingkungan khususnya etika bermotor di alam terbuka pada sesi pendidikan dasar bagi anggota-anggota muda Trabas.
Sehingga keikutsertaan pada program Wali Pohon menjadi simbol bahwa klub motor trail juga memiliki perhatian dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya terutama kawasan hutan yang menjadi ‘playground‘ bagi kita bersama.
Acara yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2011 ini seperti biasa diiringi dengan musik bambu dari grup Celempung Kareumbi, diselingi makan siang dan sambutan dari pihak Manajemen Kareumbi, pihak Trabas dan perwakilan warga masyarakat. Pada kesempatan ini hadir juga Ketua Umum Wanadri, Kang Ardiles yang memberikan sambutan dan penghormatan kepada rekan-rekan dari Trabas atas supportnya pada program konservasi di Kareumbi. Acara yang bertajuk Trabas Go-Green 2011 ini berlangsung akrab, dan dengan selingan celetukan khas barudak Bandung menambah hangatnya suasana.
Siang yang asyik di kareumbi, dimana komunitas penggiat bersatu untuk kepedulian dan kelestarian lingkungan.
Bravo Trabas.



Komentar Terakhir