Program ini terdiri dari dua buah kegiatan utama yang berkelanjutan,
- Pemulihan Populasi Satwa Buru
- Wisata Buru
Pemulihan Populasi Satwa Buru (2009 – 2010)
Sampai akhir tahun 2009 yang telah dilakukan oleh Manajemen Kawasan adalah bekerja sama dengan Manglayang Farm untuk melakukan percobaan pemeliharaan Rusa di dalam kawasan. Pada awal tahun 2010 telah dirintis kerjasama dengan pihak Kebun Binatang Bandung untuk melakukan pengawasan kesehatan satwa dan penyegaran darah baru.
Jumlah satwa yang ditangkarkan sampai saat tulisan ini dibuat adalah 6 ekor Rusa Tutul (Axis axis).
Sebelumnya terdapat rusa Bawean yang merupakan sumbangan dari pihak donatur, totalnya berjumlah 4 ekor betina. Namun sayangnya 2 ekor mengalami kematian tidak lama setelah dilakukan transportasi ke lokasi. Disimpulkan kematian disebabkan oleh tingkat stres dan luka saat dilakukan penangkapan dan transportasi. 1 betina teridentifikasi mengalami patah kaki, dan 1 lagi memiliki luka yang tidak kunjung sembuh di keningnya karena menabrak pagar.
Sedangkan satu ekor betina ditukarkan dengan jantan dari Kebun Binatang Bandung sehingga populasi yang ada di kandang sejumlah 1 ekor betina (berusia ± 1 tahun) dan jantan usia ±1.5 tahun.
Malang tak dapat ditolak, dalam perjalanannya kedua ekor rusa Bawean tersebut tidak dapat survive. Keduanya mati dalam waktu yang tidak berselang terlalu jauh pada bulan Mei 2010. Kesimpulan dari identifikasi yang dilakukan, kematian disebabkan oleh penyakit bloat (kembung) yang akut. Bloat diperkirakan terjadi karena kondisi cuaca yang hujan lebat terus menerus yang terjadi sepanjang Januari – Mei 2010, bahkan hujan masih ada sampai bulan Juli.
Untuk sementara diambil kesimpulan bahwa rusa Bawean kurang cocok dengan situasi dan kondisi alam di Kareumbi.
Rusa Tutul merupakan sumbangan dari PTPN VIII kebun Kertasari, Pangalengan. Jumlah awalnya yang masuk ke kandang (26/2/2009) adalah sebanyak 6 ekor, terdiri dari 2 jantan (1 jantan dewasa, 1 jantan anak) dan 4 ekor betina.
Pada tanggal 25/7/2009 satu ekor jantan besar (Si Bujang) diidentifikasi sakit dan setelah dilakukan perawatan dan didampingi secara intensif namun kondisinya tidak kunjung membaik dan akhirnya terpaksa dipotong paksa.
Setelah dilakukan pemeriksaan didapati selembar kantong plastik didalam usus besarnya yang diperkirakan adalah bekas wadah minuman ringan. Nampaknya plastik ini termakan dari pengunjung yang membawa wadah minuman ke dekat kandang.
Tidak lama setelah itu 1 ekor betina kembali ditemukan sudah mati. Ketika diperiksa ditemukan adanya indikasi kesulitan melahirkan karena rusa yang bersangkutan memiliki bayi yang sudah berada di jalan lahir. Paru-paru rusa tersebut tampak membengkak dan diperkirakan mati akibat kesulitan bernapas.
Pada tanggal 5 Juli 2009, satu ekor betina tutul melahirkan anak betina. Kurang lebih satu bulan kemudian pada tanggal 11 Agustus 2009 kembali lahir satu ekor anak berkelamin jantan. Sehingga jumlah total sampai saat ini adalah tetap 6 ekor.
Saat ini telah dibangun dua area perkandangan, 1 kandang berukuran 1200 m2 digunakan untuk kandang Rusa Bawean dan area lain berukuran sekitar 3000 m2 digunakan untuk Rusa Tutul.
Sistem pemeliharaan adalah semi intensif dengan pakan utama di dalam kandang berupa rumput introduksi yaitu African star grass (Cynodon nlemfuensis), Setaria (Setaria sphacelata) dan rumput lapang. Sedangkan pakan tambahan berupa berbagai daun-daun pohon yang disukai seperti Kaliandra, Ki Honje dan pakan ekstra seperti ubi, wortel dan dedak.
Beberapa rencana yang akan dilakukan pada tahun 2010-2011 adalah:
- Instalasi pagar padang penggembalaan
- Re-Introduksi rusa Sambar dan Timor
Wisata Buru
Sampai tahun 2010 ini, kegiatan wisata buru di kawasan praktis belum dapat dilaksanakan. Aktifitas masih difokuskan pada pengembangan dan peningkatan populasi dan pemulihan habitat rusa.
Untuk perintisan wisata buru aktifitas yang akan rencananya dilakukan pada tahun 2010 adalah survey daerah perburuan dan sosilisasi dengan pemburu lokal.
EOF - pemulihan populasi satwa buru dan wisata buru. last update 20100608 00:18


Komentar Terakhir