Oleh: kareumbi | 20 Maret 2009

Rumah Jaga Rusa

Di artikel sebelumnya, kami bercerita mengenai rumah jaga rusa. Posting ini akan melanjutkan cerita tersebut.

Rumah jaga yang dibuat ini berukuran 6×3 meter dengan konstruksi panggung dan bahan baku hampir semuanya dari bambu dan konstruksi tiang menggunakan kayu.
Menurut kami rumah jaga ini cukup unik.

Konstruksi panggung ukuran 6x3 meter.

Konstruksi panggung ukuran 6x3 meter.

Menilik fungsinya, dia juga berfungsi sebagai pagar. Kami menempatkan rumah jaga yang terapit pagar sehingga kami bisa mendapatkan area paddock yang lebih luas. Duh, maklum dananya terbatas, jadi segala daya upaya dikerahkan agar luasan paddock optimal.
Sayang gambar skematik yang dibuat dicari-cari tidak ketemu, tapi foto berikut mungkin bisa mewakili.

Bagian bawah panggung merangkap sebagai gudang pakan. Ke depan kami akan membuatkan bale-bale kecil sekedar untuk nongkrong atau dapur dan rak bambu untuk menyimpan rumput.
Dalam perencanaan awal, ruangan bawah ini juga direncanakan sebagai kandang isolasi. Sehingga di disain tertutup rapat. Literatur menyebutkan bahwa rusa yang baru didatangkan sebaikanya ditempatkan dalam ruang gelap yang disebut ruang isolasi. Agar mereka terbiasa dulu dengan kondisi lokal dan mengurangi stres yang terjadi selama dalam perjalanan.

Dipotret dari dalam, terlihat ruang bawah dan ruang atas

Dipotret dari dalam paddock, terlihat ruang bawah dan ruang atas. Dinding dalam belum terpasang.

Sedangkan ruangan atas digunakan sebagai ruangan tamu, sekaligus ruang pantau dan tempat tidur penjaga. Dinding bagian luar seluruhnya terbuat dari bambu yang disusun berjajar secara vertikal, seperti terlihat dari gambar dibawah ini:

Dipotret dari luar. Tampak susunan dinding terbuat dari bambu.

Dipotret dari luar. Tampak susunan dinding terbuat dari bambu.

Awalnya disediakan dua buah pintu. Satu sebagai pintu ke gudang pakan, dan satu lagi untuk pintu masuk rusa. Namun pada akhirnya pintu bawah yang sebelah kiri ditutup, tentu apabila nantinya dibuatkan pintu, rangka kusennya sudah siap. Konstruksi atapnya disebut talahab. Terbuat dari batang bambu besar yang dibelah dua, dibuang ruas-ruasnya dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk atap. Namun sayangnya agak sedikit kurang sukses. Di beberapa bagian bambunya terlalu muda sehingga mengkerut dan bocor🙂.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: