Oleh: kareumbi | 20 Maret 2009

Rusa di Masigit Kareumbi

Manglayang Farm diundang oleh Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi untuk bekerja sama membantu mengelola penangkaran rusa di hutan Masigit Kareumbi.

Untuk menindaklanjut hal tersebut, survey awal dilakukan untuk menetapkan tempat yang akan dibuat sebagai paddock rusa. Sekitar medio Januari 2009, plot untuk paddock rusa ditetapkan. Dan pembangunan kandang secara bertahap mulai dilakukan.

Disadari, bahwa pembangunan dan penangkaran rusa ini masih bersifat cost-center. Untuk itu yang dilakukan adalah membuat kegiatan penangkaran ini sebagai media pembelajaran, baik untuk Manglayang Farm maupun bagi pengelola kawasan serta tentu bagi publik yang berminat dengan membuatkan jurnalnya di Internet.

Sekitar tahun 2002, wilayah ini dikelola oleh pihak swasta. Mereka pun turut mengembangkan rusa disini. Dan jauh sebelum itu, mantan Pangdam Siliwangi, Almarhum Bapak Ibrahim Adjie yang sejak akhir tahun 60-an memiliki tempat disini juga memelihara rusa. Menurut mang Eem, sesepuh lokal yang dahulu ditugasi untuk mengurusi rusa pak Adjie, tidak kurang dari 70 ekor rusa dari berbagai jenis pernah dimiliki oleh pak Adjie. Terbanyak adalah Rusa Sambar (Cervus unicolor) kemudian Rusa Tutul atau Chital (Axis axis).

Rusa Sambar (wikipedia)

Rusa Sambar (wikipedia)

Masih menurut mang Eem, baik pihak pak Adjie maupun pengelola swasta di tahun 2000-an pernah mengintroduksi berbagai jenis rusa disini. Selain dua jenis yang telah disebutkan diatas, pernah juga di introduksi secara terbatas (dalam kandang) rusa Timor (Cervus timorensis) dan rusa Bawean (Axis kuhli).

Rusa Tutul (worlddeer.org)

Rusa Tutul (worlddeer.org)

Namun menurutnya, kedua rusa tersebut kurang dapat bertahan hidup di Masigit – Kareumbi, puluhan ekor yang mati dengan berbagai sebab. Ada yang seperti kedingingan (menggigil), ada pula yang tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba jatuh dan mati. Lanjut mang Eem, kematian biasanya diawali dengan bulu punggung yang merinding (murinding, bahasa sunda). Selain karena kematian, kepunahan rusa-rusa introduksi ini juga akibat perburuan oleh warga masyarakat.

Selain kedua jenis rusa tersebut, yang nampaknya sekarang di Kareumbi sudah punah, penduduk lokal beberapa waktu lalu masih melaporkan pertemuan dengan rusa jenis Mencek (Muntiacus muntjac) di kawasan Masigit Kareumbi.  Hal ini dikonfirmasi oleh rekan-rekan Wanadri.

India Muntjac (Muntiacus muntjac)

India Muntjac (Muntiacus muntjac)

Muntjac Deer (wikipedia)

Muntjac Deer (wikipedia)

Setelah menetapkan lokasi kandang, metoda pemeliharaan yang dipilih adalah dengan menggunakan pola semi intensif. Yang dimaksud dengan semi intensif ini adalah pola penggembalaan dengan paddock area, dibantu dengan pemberian suplemen berupa hijauan pakan dan makanan tambahan.

Pagar yang digunakan memanfaatkan sisa-sisa proyek penangkaran rusa yang terdahulu. Sebagian (28 unit pagar, ukuran tinggi 2.5m x panjang 3m) adalah milik BBKSDA yang masih disimpan di kantor seksi, sebagian lagi (20 unit) berhasil dibeli dari warga sekitar. Entah bagaimana ceritanya sehingga warga sempat memiliki pagar ini. Sebagian lagi kami lihat masih digunakan warga sekitar sebagai pembatas lapangan volley di ds. Leuwiliang. Akhirnya tersedia 48 unit pagar dengan panjang total sekitar 144 meter.

Dari literatur disebutkan bahwa sebaiknya bentuk kandang rusa tidak memiliki sudut, apalagi menyempit, karena apabila rusa terdesak, mereka dapat saling menaiki dan meloncat ke luar. Selain itu, kondisi lapangan juga sangat memungkinkan untuk mendapatkan bentuk yang relatif membulat. Mang Ja’i ditugaskan untuk memasang pagar dengan desain membulat tersebut. Dan hitungan luasnya lebih kurang 1150 meter persegi. Bertahap, pembangunan rumah jaga sebagai platform untuk pengawasan dan tempat tinggal penjaga juga dilakukan.

Rumah jaga berukuran 6×3 meter ini dibuat dengan konstruksi panggung. Konstruksi seluruhnya dibuat dari bambu. Konstruksi atap atau roofing juga menggunakan bambu yang lazim disebut tataban.

Rumah Jaga Rusa di Masigit Kareumbi

Rumah Jaga Rusa di Masigit Kareumbi

Area penangkaran ini tepat terletak di pinggir sungai kecil dengan lebar 1.5 meter, yang bernama sungai Citarik. Sehingga ketersediaan air minum bagi ternak dapat lebih terjamin.

Sekarang tinggal rusanya yang belum ada nih🙂.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: