Oleh: kareumbi | 20 Maret 2009

si Bujang mulai akrab..

Hampir satu bulan sejak rusa-rusa tutul itu masuk ke kandang.
Rusa tutul menurut pengamatan kami memang termasuk hewan yang mudah akrab dan relatif jinak. Namun itu bukan berarti dapat dengan mudah ditangkap. Jinak bisa jadi karena di tempat sebelumnya di Kertamanah, mereka sudah terbiasa melihat dan bergaul dengan manusia. Dan setelah hampir satu bulan, rusa-rusa ini mulai mau mendekat dan berinteraksi dengan pengurusnya, Mang Ana, bahkan dengan pengunjung yang relatif baru dikenal.

Tercatat 3 ekor yang sudah akrab ketika dipancing dengan makanan ubi jalar dan ketela pohon (sampeu). Tiga lainnya masih malu-malu untuk mendekat, namun sudah memperlihatkan ketertarikan.

si Bujang, rusa jantan berumur 2 tahun

si Bujang, rusa jantan berumur 2 tahun

Salah satu kunci untuk bisa berdekatan dan mengakrabkan diri dengan rusa atau hewan lain adalah menggunakan makanan. Bahasa sundanya ngalilindeuk. Dengan berakrab-akrab kami bisa mengamati rusa dari jarak dekat. Terlihat bahwa hampir semua rusa mengalami luka lecet di bagian pantat mereka. Mungkin ini akibat bergesekan dengan peti kayu ketika transporting. Luka seperti ini seharusnya tidak menjadi masalah besar, namun dapat menjadi berbahaya apabila mengalami infeksi. Dari pengamatan kemarin, terlihat bahwa satu ekor mengalami gejala bulu merinding. Mudah-mudahan tidak apa-apa..

Bukan saja berbagai jenis rumput dan dedaunan, rusa juga menyukai buah dan umbi-umbian. Kami perhatikan, rusa mampu memakan jenis pakan yang lebih variatif dibanding sapi. Mereka tidak saja merumput (grazing) tapi juga terkadang berusaha menggapai beberapa daun pohon dan buah pohon jambu yang ada di dalam kandang (browsing).  Beberapa jenis tumbuhan yang tidak disentuh sapi ternyata dimakan juga oleh rusa. Mungkin variasi makannya menyamai kambing.


Yang aneh dan cukup bikin khawatir, selama sebulan ini rusa terlihat belum mau minum sama sekali. Kami sudah menyediakan air bersih dalam ember, namun sampai sore hari, airnya masih terlihat utuh. Apakah dengan demikian berarti rusa menggunakan air dengan efisien ?. Ataukah karena memang masih cukup banyak hujan di Kareumbi sehingga kandungan air dalam rumput cukup tinggi?

Kemarin kami berinisiatif menggali kolam yang dilapisi plastik dan di isi air. Dengan pinggiran kolam dari tanah, apabila rusa meminum air kolam maka jejaknya akan terlihat. Sekadar ingin mengetahui apakah mereka minum atau tidak.

Sekitar satu minggu yang lalu sempat ada kejadian rusa mengalami panik akibat adanya empat ekor anjing pemburu yang mendekat ke lokasi kandang. Walaupun anjing-anjing tersebut tidak bisa masuk, tapi dengan gongongannya ternyata cukup membuat stres rusa. Rusa menguik dan lari kesana kemari menabrak pagar. Demikian juga ketika pada satu malam ada babi hutan yang menghampiri lokasi kandang.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, mang Ana melaporkan bahwa rusa menjadi lebih sulit didekati daripada sebelumnya. Terlihat jelas bahwa rusa adalah hewan yang mudah panik dan traumatis. Tampaknya ke depan kami perlu membuat penutup untuk pagar setinggi ±1 meter, agar rusa lebih terlindung dan tidak terlihat dari luar.

Untuk mengakrabkan dan berdekatan dengan rusa, kita bisa membuat potongan makanan dan melemparkannya ke dekat rusa  dengan jarak yang semakin dekat. Rusa akan mendekat sampai akhirnya kita bisa memberikan makanan langsung dari tangan kita. Hati-hati ketika melakukannya, rusa memiliki gigi yang cukup tajam.

Berakrab dengan rusa

Berakrab dengan rusa

Atau bahkan langsung dari mulut🙂

Beberapa kebiasaan lain yang sempat kami perhatikan adalah ketika hari terik, rusa cenderung berlindung di rerimbunan pohon, namun ketika hujan, deras sekalipun, mereka malah keluar dari perlindungan dan asyik merumput di tengah hujan. Mereka juga cenderung aktif di malam hari, bahkan sempat masuk ke dalam rumah jaga untuk mengais-ais rumput stok pakan. Atau ketika mang Ana makan, rusa sering mendekat dan terkadang makan bersama..

Hewan yang menarik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: