Oleh: kareumbi | 21 April 2009

Beunteur

oleh: sentanu at gmail dot com

Beunteur

Puntius binotatus (Valenciennes, 1842)

Common barb

Gambar Beunteur, Puntius binotatus dari buku The fresh-water fishes of north Borneo, zoology volume 45, Chicago natural histories museum, march 7, 1962

Beunteur adalah salah satu ikan asli dari perairan tawar di Jawa Barat, sudah terindentifikasi sejak tahun 1892 di Pangrango, dan tahun 1899 di sungai Cimanuk Garut (Fishbase). Hingga saat ini Beunteur masih banyak ditemukan di sungai di Jawa Barat, mulai dari hilir sungai di pesisir , hingga hulu sungai di atas gunung dengan ketinggian lebih dari 1500 meter yang dingin.

Ikan beunteur bisa ditemukan di bawah air terjun dengan arus yang bergolak, atau juga di sungai yang lebar dengan arus yang tenang.  Ditemukan di permukaan tetapi sebenarnya Beunteur adalah ikan air tawar benthopelagic yang mencari makanan di dasar sungai yang banyak menyediakan makanan berupa zooplankton, dan larva serangga. Beunteur tidak melakukan migrasi dalam siklus hidupnya, bisa hidup menetap untuk tumbuh dan berkembang pada habitat yang tetap. Ukuran maksimum yang pernah ditemukan adalah 20 cm SL, di sungai kapuas Kalimanatan, dan ukuran yang umum di Kareumbi adalah 5 cm SL.

Beunteur memiliki rasa yang enak, tetapi memeliki pancreas yang sangat pahit, oleh karena itu wajar jika orang Filipina menyebutnya sebagai ikan Pait (tagalog). Ikan beunteur tersebar di negara asia tengggara, jarang diperdagangkan, dan orang Eropa tidak banyak tahu tentang ikan ini dan secara praktis mereka sebut sebagai common barb, atau ikan biasa-biasa saja.

Taksonomi

Kingdom          Animalia  — Animal, animals, animaux
Phylum             Chordata  — chordates, cordado, cordés
Subphylum       Vertebrata  — vertebrado, vertebrates, vertébrés
Superclass        Osteichthyes  — bony fishes, osteíceto, peixe ósseo, poissons osseux
Class                Actinopterygii  — poisson épineux, poissons à nageoires rayonnées, ray-finned fishes, spiny rayed fishes
Subclass           Neopterygii  — neopterygians
Infraclass          Teleostei
Superorder       Ostariophysi
Order               Cypriniformes  — cyprins, meuniers, minnows, suckers
Superfamily      Cyprinoidea
Family              Cyprinidae  — carpas, carpas y carpitas, carpes, carpes et ménés, carpitas, carps, carps and minnows, ménés, minnows
Genus               Puntius Hamilton, 1822 — spotted barbs
Species            Puntius binotatus (Valenciennes in Cuvier and Valenciennes, 1842) — spotted barb

Gambar artis Ikan Beunteur dari sungai Mekong, Kamboja

Gambar artis Ikan Beunteur dari sungai Mekong, Kamboja

Ikan Beunteur dalam akuarium di Bali

Ikan Beunteur dalam akuarium di Bali

Ikan Beunteur dari perairan Laos

Ikan Beunteur dari perairan Laos


Responses

  1. Juga dikenal sebagai ikan Wader ya?

  2. […] yang pada musim kemarau ini memiliki warna hijau dan menjadi rumah dari ikan-ikan endemis seperti Beunteur atau Paray. Pada beberapa kesempatan dapat terlihat orang lokal memancing atau menangkap ikan dengan bubu di […]

  3. Mungkin saya bisa menyumbang sedikit informasi. Ikan beunteur (puntius binotatus) tidak sama dengan ikan paray (rasbora aprotaenia). Juga berbeda dengan ikan cere (gambusia afinis), yang di Jawa Barat dikenal dengan nama impun/bungkreung. Di Jawa Tengah ikan beuteur dikenal sebagai wader, sedangkan paray dinamakan lunjar padi.

  4. Sepakat dan terima kasih tambahan informasinya kang Doni.

  5. apa sama dengan ikan mali?????????

  6. Harian Pagi Radar Tasikmalaya dan Sanggar Sastra Tasik (SST) serta Rombongan Pemancing Gratis (Romantis) akan menyelenggarakan Lomba Mancing Beunteur 2010. Lomba akan berlangsung Sabtu, 7 Agustus 2010 mulai jam 08.00 WIB di kaki gunung Galunggung, tepatnya di kampung Cihanjuang desa Sinagar kecamatan Sukaratu, kabupaten Tasikmalaya dan sekitarnya. Lomba diperuntukkan bagi segenap pemancing yang ada di wilayah kota/kabupaten tasikmalaya dan Priangan Timur. Lomba akan dimeriahkan beragam atraksi seni, seperti kasidahan, drumband, rampak gendang, kuda lumping, lawak dll. Ini dalam rangka Munggahan dan Jelang HUTRI ke 65 tahun 2010.

  7. Pas ngunyunyudna nu asik mah,udah jarang Beuteur teh, airna sudah tercemar.

  8. rekor terakhir yang berhasil ditangkap oleh mas Pras, 15,75 cm http://www.facebook.com/photo.php?fbid=212969845409221&set=a.187103921329147.41301.100000886226401&type=1


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: