Oleh: kareumbi | 10 Maret 2010

TBMK Photo Tour #1: KW Area

Tulisan ini disampaikan untuk anda yang penasaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan, “Seperti apa sih di Kareumbi?” atau “Ada apa aja sih disana?” dan seterusnya. Jawaban pendeknya adalah “yaa.. di Kareumbi itu ada.. hutan!“.

Selain hutan, tim Manajemen Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi selama kurang lebih satu tahun ini telah membuat beberapa fasilitas penunjang yang dapat dilihat gambarnya disini.

Bagaimanapun tidak mungkin memotret semua sisi Kareumbi secara detil, satu-satunya jalan tentu saja anda harus berangkat dan melihat sendiri🙂.
Bagian pertama ini meliput area sekitar base camp yang disebut KW. Selamat membaca.

Makadam menuju KW

Jalur makadam menuju KW, kurang lebih sepanjang 841 meter🙂.

Jalur makadam yang dimulai sejak dari pintu masuk  kawasan ini kabarnya telah dibangun sejak jaman Belanda.

Hebat juga tuh Belanda, bikin jalan walaupun dari makadam masih baik dan bisa dilalui sampai sekarang.

Beberapa bagian memang sering terendam air ketika hujan, namun jangan khawatir jalan ini tidak mesti dilalui oleh kendaraan bergandar ganda (4wd). Mobil kecil dan sedan pun bisa meskti tentu harus. Sisi kiri adalah sungai Ci Tarik yang memang memiliki hulu di kawasan Masigit Kareumbi. Sebelah kanan adalah hutan tanaman campuran yang didominasi oleh pohon Rasamala (Altingia excelca). Walaupun siang hari bolong, hawa dingin nan sejuk akan terasa menyergap ketika kita mulai memasuki jalan makadam ini. Sebagai bukti bahwa kanopi pohon yang rapat akan membentuk iklim mikro yang lembab dibawahnya.

Sebelum mencapai area KW kita akan menemui satu jembatan kayu. Di sebelah kanan jembatan ini terdapat bangunan Pusat Informasi Taman Buru Masigit Kareumbi. Bangunan ini termasuk salah satu yang kami renovasi dengan bantuan donasi dari Bapak J.R.R Tisscher.

Pusat Informasi sebelum di renovasi

Pusat Informasi Sebelum di Renovasi

Bangunan ini syahdan dibangun oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jabar I pada sekitar tahun 90-an. Bangunan ini merupakan satu paket bangunan bersama-sama dengan bangunan Kantor dan Wisma Pemburu. Dan karena terbengkalai dan tidak termanfaatkan, kelengkapan bangunan banyak yang hilang dan rusak. Pada awal 2009 tim Manajemen Kawasan mulai melakukan renovasi.

Pusat Informasi setelah di renovasi

Pusat Informasi setelah di renovasi

Rencananya bangunan ini untuk sementara akan dimanfaatkan untuk kantor lapangan dan kelas NTOTC-W (National Tropical Outdoor Training Center – Wanadri). Di belakang bangunan ini juga sudah dibangun 2 lokal kamar mandi sebagai pelengkap. Di dalam pusat informasi ini tersedia maket kawasan yang dibuat oleh rekan-rekan Wanadri angkatan Bayu Windu.

Jembatan Kayu

Jembatan Kayu di atas Sungai Ci Mulu

Ini adalah gambar yang diambil pada tahun 2008 yang lalu. Saat ini kondisinya relatif sama, hanya bangunan shelter yang tampak di sebelah kanan jalan sudah tidak ada. Dibongkar karena kondisinya sudah tidak layak. Dan sekarang yang tinggal adalah pondasinya saja. Sungai Ci Mulu ini merupakan batas fisik antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.

Kawasan Kareumbi atau khususnya area KW ini merupakan wilayah pertemuan tiga (3) kabupaten. Bandung, Garut dan Sumedang. Rekan-rekan dari korporat yang main kesini sering bergurau bahwa SPJ untuk ke kareumbi bisa dobel-dobel karena sudah loncat daerah. Ada-ada saja.

Setelah melewati jembatan tersebut, bila kita menengok ke sebelah kiri, kita akan melihat beberapa bangunan yang merupakan lokasi base camp KW yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang menjulang tinggi.

Foto 1: Gambar diambil oleh Kang Deni Sambas dari pesawat ultralight yang dipiloti oleh Kang Saleh Soedrajat (2009).

Komplek bangunan itu adalah area KW. Paling atas bangunan berbentuk huruf L terbalik yang kita sebut Aula dan Wisma. Kapasitas menginap disini mencapai lebih dari 60 orang. Sebelah bawahnya adalah bangunan kantor dan ruang kelas. Disebelah kiri bawah adalah mushola dan kamar mandi. Persimpangan jalan yang ke kiri menuju kandang rusa sedangkan yang lurus masuk menuju hutan mengarah ke perkampungan enclave Cigumentong dan Cimulu.

Wisma dan Aula

Wisma dan Aula

Area base camp ini terdapat setidaknya 3 bangunan. Bangunan pertama yang memiliki dua atap ini sebetulnya adalah satu bangunan yang berfungsi sebagai Wisma (kanan) dan Aula. Wisma memiliki 2 kamar dan 1 paviliun dengan total kapasitas mencapai 20 orang. Sedangkan Aula dapat berfungsi sebagai tempat pertemuan ataupun barak tidur dengan kapasitas sampai 35 orang. Halaman depan wisma dapat digunakan untuk kegiatan berkelompok, api unggun ataupun memasang tenda.

Di belakang bangunan Wisma ini mengalir sungai Ci Tarik yang selain digunakan untuk menjalankan turbin pico hidro, juga dapat digunakan untuk berlayar atau bersampan.

Sungai Ci Tarik
Sungai Ci Tarik. Tampak bangunan Wisma di latar belakang.

Sungai Ci Tarik ini juga merupakan batas fisik antara Kabupaten Garut – Bandung dengan Kabupaten Sumedang.
Sungai yang pada musim kemarau ini memiliki warna hijau dan menjadi rumah dari ikan-ikan endemis seperti Beunteur atau Paray. Pada beberapa kesempatan dapat terlihat orang lokal memancing atau menangkap ikan dengan bubu di sungai ini.

Kantor & Kelas

Kantor & Kelas

Di belakang ruangan kantor dan kelas ini adalah Mushola dan kamar mandi.

Mushola dan Kamar Mandi

Mushola dan Kamar Mandi

Ketiga bangunan ini merupakan hasil pembangunan pengelola kawasan sebelumnya dari PT. Prima Sakti. Namun keadaan dan kondisinya sudah sangat menyedihkan ketika pada tahun 2008 kami tinjau. Dibutuhkan pekerjaan renovasi untuk membuat bangunan dan area sekitarnya kembali layak digunakan seperti sekarang.
Sebagian dana renovasi diperoleh melalui sumbangan dan donasi, baik anggota Wanadri maupun masyarakat yang peduli. Sebagian lagi merupakan dana yang didapatkan dari program Wali Pohon.

Warung Kareumbi

Warung Kareumbi

Di seberangnya merupakan lokasi Warung Kareumbi. Warung ini terletak tepat di tengah-tengah pulau yang dikelilingi sungai. Untuk mencapainya kita harus melewati jembatan yang terbuat dari bambu. Pada jaman pengelola sebelumnya, area ini digunakan untuk taman satwa mini dan bangunan warung ini tepat berdiri diatas pondasi kandang beruang. Ya betul, beruang😉.
Warung Kareumbi hampir seluruhnya terbuat dari bambu. Disain bangunan merupakan hasil diskusi dan sumbangan dari pak Sentanu dan rekan-rekan dari Yayasan Mandiri. Konstruksi bambu dan bentuk persegi lima menjadikan warung ini unik.
Di warung ini tersedia berbagai penganan dan makanan khas seperti teh dan kopi kareumbi, sampeu gula kawung, nasi liwet dan terkadang menu spesial goreng beunteur.

Ada satu (atau dua) bangunan lagi yang berada di sekitar sini, yaitu bangunan milik almarhum Ibrahim Adjie. Mantan Pangdam Siliwangi yang menjabat dari tahun 1960 – 1966 itu memang merupakan sesepuh Kareumbi.Panglima yang memiliki hobi berburu ini telah sejak lama memiliki bangunan yang disebut Gubuk Ibrahim Adjie. Dahulu gubuk ini digunakan pak Adjie sebagai tempat tetirah dan menjalani hobi beliau berburu. Karena hobinya itu, beliau juga lah yang memperjuangkan penangkaran rusa di wilayah ini dan mengawali pembentukan status kawasan menjadi Taman Buru.

Gubuk Pak Adjie

Gubuk Pak Adjie

Saat ini, gubuk pak Adjie sedang direnovasi oleh keluarga besarnya dan sedianya akan dijadikan museum kecil yang menyimpan kenang-kenangan dan barang-barang peninggalan terutama yang terkait dengan kawasan ini dan kegiatan beliau.

Flying Fox

Flying Fox diatas sungai Ci Tarik

Di depan gubuk ini merupakan area flying fox. Anda dapat merasakan meluncur dengan seutas kawat setinggi lebih dari 10 meter diatas sungai Ci Tarik.
Selain mencoba adrenalin, pemandangan yang dilihat dari atas ketika sedang meluncur memberikan pengalaman tersendiri.

Bersambung …

#EOF. last update 2011-05-25 22:37 WIB


Responses

  1. Flying Fox di atas sungai Citarik, dari Kabupaten Bandung menuju Kabupaten Sumedang, alias Flying Fox antar Kabupaten

  2. Haha, betul pak.. flying fox ‘terjauh’ sedunia. Salam.

  3. Pokonamah Edun suredun Flying Fox yang satu inimah…

    Salam….

  4. wah mantap tempatnya untuk jambore MTB nanti…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: