Oleh: officetbmk | 2 Oktober 2013

Edukasi Hutan CSR Pertamina

Pertamina_LogoDi penghujung bulan Agustus 2013, Tim CSR Pertamina mengadakan acara Rapat Koordinasi dan evaluasi serta mengikuti program Edukasi Hutan yang di selenggarakan di dua lokasi, yaitu di Hotel Patra Jasa Bandung dan di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK), Cicalengka, Bandung, Jawa Barat.  Acara yang berlangsung dari tanggal 27 hingga 30 Agustus 2013 ini diikuti oleh tidak kurang dari 60 peserta. Di Bandung, para staf pertamina melakukan rapat koordinasi antar divisi dan setelah melaksanakan rakor, para staf berpindah tempat ke Basecamp KW, Kareumbi untuk melaksanakan rangkaian kegiatan di alam terbuka. Di kawasan Kareumbi ini para staf dari pertamina diajak untuk menikmati suasana segar khas hutas tropis Indonesia sambil mengikuti program edukasi hutan yang diselenggarakan oleh Manajemen TBMK.

Tim CSR Pertamina

Foto bersama

Lihat Album Selengkapnya

Kedatangan para peserta disambut dengan suguhan welcome drink yang berupa suguhan minuman dan makanan tradisional khas ‘lembur’ diantaranya air lahang yang merupakan air sadapan yang berasal dari pohon aren dan disajikan dalam batang bambu, kemudian lejet gula beureum yaitu sayuran waluh kecil yang dimasak bersama air gula aren serta berbagai cemilan khas yang sudah jarang terdengar seperti nagasari dan lempung. “Sederhana tapi sehat”, imbuh  peserta dengan semangat.

IMG_9162Selanjutnya sambutan dari Kang Remi Tjahari, sesepuh Wanadri sekaligus sebagai Manager TBMK yang mengucapkan selamat datang sekaligus memperkenalkan jajaran keluarga besar Manajemen TBMK yang hadir saat itu dan para pendukung kegiatan. Kesempatan berikutnya, Pak Ifki Sukarya selaku Manager CSR Pertamina menceritakan maksud serta tujuan kedatangan rombongan pada hari itu. Peserta yang hadir di Kareumbi ini merupakan perwakilan dari fungsi CSR di seluruh unit-unit PT. Pertamina  dan anak-anak perusahaanya di Indonesia. Selain untuk menyegarkan jiwa dan raga setelah sebelumnya ketat melakukan rapat koordinasi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membawa manfaat dan pengalaman tersendiri bagi para peserta yang terlibat.

Selanjutnya seluruh peserta dipandu menuju areal Pondok Ibrahim Adjie untuk melakukan  ice-breaking. Dipandu oleh Kang Galih serta Kang Jose dari Wanadri sebagai fasilitator, peserta diajak bermain “Dari Siapa, Kepada Siapa” dengan menggunakan bola sebagai media permainan. Disini peserta mulai dikondisikan untuk masuk pada fase aktifitas agar siap menerima materi-materi yang akan diberikan. Sekitar 15 menit melakukan ice-breaking, peserta dibagi 2 grup dan diajak melakukan soft trekking menuju area Camping Ground C. Di area tersebut sudah menunggu pos-pos yang menjadi fokus aktifitas pada hari itu. Pos pertama adalah pos Biologi Praktis yang dijaga oleh tim dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Biologi ITB. Dengan dipandu oleh Kang Arif dan Pak Djuandi dari Biologi ITB, peserta dipandu untuk mengenali keanekaragaman tumbuhan dan serangga serta cara menghitung estimasi populasi pohon dalam satu area.

DSC_0237Pos kedua adalah pos Survival. Pos yang dipandu oleh Kang Ozz dari Wanadri ini menampilkan materi cara membuat shelter sederhana yang disebut bivouac dari material yang ada di hutan, kemudian cara mencari air dan terakhir adalah cara membuat api tanpa korek api atau pemantik melainkan dengan cara yang sederhana dengan menggesek dua batang kayu untuk menghasilkan bara api. Kedua pos ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta.

Selain kedua pos tersebut, sebagai pos permainan ketangkasan adalah pos tembak target dengan menggunakan berbagai alat, antara lain senapan Paintball, Ketapel, Panahan dan Pisau. Disini peserta diperkenalkan dengan berbagai peralatan tersebut dan cara menggunakannya. Instruktur panahan dari Bandung Archery, Kang Teguh dan Kang Gatut memandu peserta untuk menggunakan busur recurve. “Ayo Pak, tarik dahulu tali busurnya sampai sejajar dengan dagu, baru kemudian bidik sasaran”, seru kang Teguh pada para peserta. Dan antusiasme dari para peserta pun semakin bertambah.

DSC_0452Hari itu ditutup dengan materi cara penggunaan unit GPS receiver dan simulasinya. Pak Achmad Leman dari CSR Pertamina Pusat mengatakan bahwa unit-unit GPS yang digunakan ini nantinya akan disebar ke seluruh peserta untuk digunakan di daerahnya masing-masing. Data yang diambil oleh unit tersebut diantaranya koordinat dan foto dibutuhkan sebagai penguat proses pelaporan pekerjaan terutama yang terkait dengan penanaman pohon di masing-masing unit.

Setelah melakukan simulasi dengan soft trekking selama sekitar 1 jam perjalanan, peserta tiba di titik akhir basecamp KW dan selanjutnya beristirahat di Rumah Pohon. Sambil menikmati sajian makan malam dan kambing guling serta musik tradisional celempungan yang dibawakan oleh grup Celempung Kareumbi pimpinan Abah Ogi, peserta asyik bercanda dan saling bercerita mengenai pengalaman mereka hari itu. Tidak lama kemudian peserta mulai merapat ke tenda dan rumah pohon masing-masing untuk beristirahat.

Hari Kedua diawali pukul 6.30 pagi dengan warming-up dan olahraga pagi. Setelah sarapan, peserta diajak untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon. Untuk menuju Rawa Gamlok para peserta harus menempuh jarak yang cukup jauh, namun hal ini tidak membuat antusiasme para peserta menjadi turun. Sepanjang perjalanan peserta dijelaskan mengenai cara dan metoda yang dilakukan oleh Wali Pohon dalam menanam dan memelihara pohon. Peserta juga melewati salah satu plot yang diadopsi oleh PT. Pertamina, disitu peserta dapat melihat dan mengambil gambar dari bayi-bayi pohon yang telah ditanam pada awal tahun 2013 kemarin. Setelah berfoto dan menanam pohon, seluruh peserta kembali berjalan menuju ke basecamp untuk beristirahat dan dilanjutkan dengan mendengarkan presentasi dari pihak Kemenhut.

Edukasi Hutan CSR Pertamina

Foto penanaman pohon

Presentasi pertama adalah sekilas Taman Buru Masigit Kareumbi dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim Manajemen Kareumbi dan Wanadri. Kang Echo sebagai presenter menyampaikan antara lain bahwa sejak tahun 2008, program Walipohon Masigit Kareumbi telah menanam dan memelihara tidak kurang dari 102.000 pohon pada area seluas ± 100 hektar. Dimana sejumlah 65.000 pohon merupakan pohon yang diadopsi oleh Pertamina. Dan pada tahun ke-empat kerjasama Wanadri dan BBKSDA, Manajemen TBMK mulai mengarahkan fokus pekerjaan pada ambisi awal yaitu pewujudan TBMK sebagai Taman Buru satu-satunya yang berfungsi sesuai dengan peruntukannya di Indonesia.

Presentasi kedua dari pihak Pertamina Foundation (PF), dibuka oleh ibu Nina Nurlina selaku Direktur Eksekutif. Pihak PF menyampaikan mengenai konsep Menabung Pohon dan apa yang sudah dicapai sejauh ini. Disampaikan bahwa sejak tahun 2011, Gerakan Menabung Pohon yang digagas oleh Pertamina Foundation telah menanam lebih dari 14 juta pohon. Semua pohon ini dipelihara secara pendampingan kewirausahaan yang kelak hasilnya minimal 80% untuk masyarakat (70% petani, 5% Desa, 5% dana Keberlanjutan) dan siklus berikutnya dilanjutkan oleh Petani sebagai wirausaha hijau Pertamina Foundation. Adapun manfaat lingkungan disumbangkan untuk Dunia sebagai wujud nyata dan sumbangsih Pertamina Sobat Bumi.

Presentasi utama pada hari itu adalah tentang rehabilitasi hutan dan lahan yang dibawakan oleh Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Bapak Dr. Bedjo Santoso.  Disampaikan bahwa PT. Pertamina adalah pihak swasta yang melalui program CSR nya paling banyak menanam pohon, di Indonesia dan kemungkinan juga di seluruh dunia. Hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan, walaupun demikian Bedjo mengungkapkan juga, bahwa 100 juta pohon sebetulnya masih kurang karena Indonesia saat ini punya sekitar 30 juta lahan yang kritis dan perlu direhabilitasi.

Paparan ini kemudian disambung oleh Manager CSR PT. Pertamina, Bapak Ifki Sukarya yang menyampaikan laporan singkat hasil kinerja CSR pada semester pertama tahun 2013. Diungkap oleh Ifki, bahwa sampai tahun 2013 ini, Pertamina sudah akan menanam 50 juta Pohon yang diakumulasi dari seluruh unit-unit yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk pohon yang ditanam di Masigit Kareumbi. Pada kesempatan itu pula Ifki menyampaikan secara simbolis beberapa penghargaan yang telah diterima oleh CSR Pertamina pada tahun 2013 ini diantaranya dari Indonesia Green Awards 2013 dalam empat kategori yaitu kategori Pelestari Hutan, Pelestari Keanekaragaman Hayati, Pelopor Pencegahan Polusi dan penghargaan khusus untuk Dirut Pertamina, Ibu Karen Agustiawan sebagai Pemimpin Pelestari Bumi. Selain itu juga ada penghargaan untuk kegiatan CSR program Kampung Atas Air binaan Refinery Unit V Balikpapan yang mendapatkan Silver Award untuk kategori Best Community Programme dalam ajang The 5th Global CSR Award di Davao, Filipina.

Rangkaian paparan dan sambutan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Bedjo Santoso (Kemenhut), Nursatyo Argo (Pertamina), Nina Nurlina (Pertamina Foundation) dan Ifki Sukarya (CSR Pertamina). Kemudian seluruh peserta mengikuti sholat Jumat di mesjid yang terdapat di dekat Basecamp dilanjutkan makan siang dan ditutup dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dari kegiatan ini.

31 AUG 2013

EOF


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: