Oleh: officetbmk | 21 Agustus 2015

Jelajah Alam Di Kareumbi Bersama Komunitas Geotrek Matabumi

Dalam rangka ulang tahun komunitas Geotrek Matabumi yang ke-5 tahun, kemarin pada tanggal 1 -2 Agustus diadakan geotrek di Kareumbi. Komunitas ini adalah komunitas yang concern  pada bidang penjelajahan alam, dan  kesempatan kali ini matabumi memilih Kareumbi sebagai destinasi jelajah. Kareumbi dinilai memiliki potensi unik untuk dipelajari, seperti letak kareumbi yang berada di ujung cekungan Bandung.

Peserta yang mengikuti kegiatan kali ini tidak hanya berasal dari Kota Bandung, namun ada juga yang datang dari luar kota seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Tak hanya itu, peserta kebanyakan datang bersama keluarganya.

“Biasanya saya sendiri yang ikut geotrek, tapi kali ini ngajak anak sama istri biar sekalian liburan keluarga. Tempatnya juga nyaman buat keluarga, udaranya juga sejuk, tidak seperti di kota-kota besar.” Ujar salah seorang peserta kegiatan.

Sebelum tiba di Kareumbi, rombongan berhenti di area lapangan sebelum desa Dampit yang warga sekitar biasa menyebutnya dengan Candi. Disini peserta diberi penjelasan oleh T. Bachtiar atau yang akrab dipanggil Pak Bach ini mengenai sejarah tempat tersebut. Setelah selesai dari Candi, peserta langsung kembali menuju kendaraan untuk melanjutkan kembali perjalanan ke Kareumbi. Suasana gersang selama perjalanan berubah menjadi sejuk setibanya rombongan di Kareumbi.

Kemudian peserta dipandu menuju rumah pohon yang menjadi tempat beristirahat dan konsentrasi kegiatan selama 2 hari itu. Kemudian Pak Bach siap membuka acara siang itu, acara dibuka dengan interpretasi dari beliau seputar Kareumbi yang dilanjut dengan welcome speech dari perwakilan manajemen.

Setelah makan siang peserta diajak untuk berkeliling kawasan sembari mendengarkan penjelasan dari Pak Djuandi yang merupakan dosen SITH ITB mengenai tumbuhan yang hidup di Kareumbi. Perjalanan ini cukup menyenangkan karena peserta berjalanan ditepi sungai yang masih jernih airnya dan diantara rerimbunan pohon dilengkapi udara sejuk.

Selesai berkeliling kawasan para peserta beristirahat di Rumah Pohon, saling bercengkrama dan berbagi cerita satu sama lain. Adapula yang mengabadikannya dengan kamera atau handphone masing-masing. Suasana menuju sore itu menjadi lebih dingin hingga para peserta harus segera mengenakan jaket untuk membuat badan menjadi lebih hangat agar dapat mengikuti kegiatan hingga esok hari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: