Oleh: officetbmk | 14 Oktober 2016

Pelatihan Tree Climbing Di Kareumbi

Kamis (29/09) hingga Jumat (30/09) lalu, tim manajemen pengelola Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) bekerja sama dengan Jurnalis yang sudah malang melintang di dunia pertelevisian Indonesia terutama untuk acara dokumentasi perjalanan alam, Popo Nurakhman Fajar Sidik atau biasa disapa Kang Popo. Selama dua hari, Kang Popo memberikan materi mengenai  Tree Climbing profesional dengan menggunakan tali dan alat-alat panjat tebing modern kepada crew TBMK dan juga kelompok pemuda Karang Taruna dari desa sekitar kawasan sebagai sasaran utama untuk kegiatan kali ini. Kegiatan ini, dilakukan sebagai pelatihan percobaan alias pilot project untuk program berbayar serupa yang akan dilakukan oleh Tim Manajemen TBMK yang bekerjasama dengan Kang Popo.

Dihari pertama, peserta berkumpul di Aula Wisma pada sore hari. Di sana para peserta diberi penjelasan program seperti apa yang akan mereka lakukan pada hari itu dan pengenalan seputar Tree Climbing dari mulai penjelasan teori, tata cara hingga pengenalan alat-alat serta kegunaannya. Setelah pengenalan selesai sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi dan teori yang intensif terutama mengenai alat dan berbagai simpul yang krusial dalam kegiatan memanjat pohon tersebut. Selesai pemaparan dan sedikit praktek ringan kegiatan di tutup untuk sementara untuk dilanjutkan esok harinya.

Dihari kedua, kegiatan secara garis besar adalah untuk mengajarkan para peserta melalui proses praktek. Hal ini dilakukan agar memperdalam apa yang sudah diajarkan pada hari sebelumnya serta memberikan pengalaman berharga bagi para peserta dengan dampingan seorang professional. Kegiatan dimulai sekitar jam 8.00 di area Rumah Rusa,  setelah peserta berkumpul Kang Popo memeberikan instruksi dan arahan kepada setiap peserta. Setelah diberikan pengarahan, semua peserta diajak menuju pohon yang sudah terpilih, dengan membawa alat-alat yang disediakan. Sesampainya ditempat yang sudah terpilih, Kang Popo memberi arahan lebih lanjut serta lebih mendalam mengenai langkah-langkah dalam memanjat pohon dan hal yang perlu dilakukan agar dapat naik dan turun dari pohon dengan aman.


Dalam pelaksanaan bagian praktek ini, Kang Popo lebih memprioritaskan penggunaan alat-alat modern seperti Ascender dan Descender (Figure of 8) yang mempermudah pembelajaran. Keamanan juga menjadi poin utama dalam proses ini, dan Kang Popo seringkali menekankan langkah-langkah sederhana untuk meminimalisir kemunngkinan kecelakaan atau cedera.

Pada hari kedua karena bertepatan dengan shalat jum’at maka kegiatan dibagi menjadi dua sesi yaitu sebelum jumatan dan setelah makan siang. Setelah makan siang, peserta kembali berkumpul untuk melanjutkan sesi kedua. Pada sesi ini peserta diberikan pelatihan memanjat dengan teknik lainnya oleh Kang Popo.  Kegiatan dilakukan hingga sore supaya semua peserta mendapat giliran memanjat pohon dengan alat-alat yang sudah disediakan. Kegiatan di tutup sekitar jam 17.00, dengan kesan-kesan dari setiap peserta dan clossing speech dari Kang Popo dan Kang Echo selaku Manajer TBMK.
Kegiatan ini rencananya akan dibuka untuk umum, direncanakan akan ada tiga batch dimana peserta akan dibatasi 5 orang per batch. Hal ini dilakukan agar pelatih dapat menjaga keamanan peserta juga mengajarkan para peserta dengan lebih optimal.

Bandung, 14 Oktober 2016

Penulis : Christopher Gio

Editor : Mia Rachmawati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: