Oleh: officetbmk | 27 Oktober 2016

Sosialisasi Masyarakat Peduli Api Di Kareumbi

Kamis (06/10) lalu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengadakan sosialisasi mengenai Masyarakat Peduli Api (MPA) kepada masyarakat sekitar Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) yang berada di Desa Tanjung Wangi, Desa Sindulang serta Desa Cimanggung. Sosialisasi ini dimulai dari jam 7.00 hingga 11.00 di aera Aula Wisma Kareumbi. Sekitar 10 orang dari setiap perwakilan desa menghadiri acara ini. Sosialisasi ini dipandu oleh beberapa staf dari BBKSDA yaitu Ade karim, Vitriana dan Nana Yutriana.

Dalam sosialisasi tersebut menjelaskan sistem indikator serta peringkat bahaya yang sudah disiapkan oleh BBKSDA untuk memperingati warga akan bahaya kebakaran lahan dan hutan. Sampai saat ini BBKSDA sudah mempersiapkan sepuluh titik rawan kebakaran di sekitar kawasan Kareumbi. Di setiap titik tersebut ada sebuah tanda dalam bentuk bendera berwarna. Terdapat empat jenis bendera yang digunakan sebagai peringatan bahaya kebakaran yaitu biru, hijau, kuning dan merah. Setiap warna yang berbeda mengindikasikan tingkat bahaya yang berbeda-beda mulai dari aman (biru) sampai bahaya (merah).

Warna biru menandakan bahwa area masih aman dengan kemungkinan terjadi kebakaran sangat minim. Warna hijau menandakan bahwa area masih cukup aman tetapi pengunjung atau warga perlu mulai berhati-hati. Warna kuning menandakan area sudah mulai rawan dan penduduk mulai diminta untuk menjaga jarak dari area rawan karena tingkat bahaya sudah mulai meningkat. Lalu bendera terakhir berwarna merah, bendera ini menandakan kasus ekstrim dan cukup berbahaya. Bendera berwarna merah biasa terlihat karena sudah mulai ada tanda-tanda aka nada kebakaran seperti asap atau api. Warna pada bendera juga digunakan oleh para petugas lapangan untuk menentukan jalur patrol mereka.

Selain mengenali bahayanya kebakaran hutan dan lahan, para peserta kegiatan MPA juga diberi materi mengenai pencegahan kebakaran hutan seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, menghindari penggunaan api dalam penyiapan lahan, dan lain-lain. Program Masyarakat Peduli Api dilakukan dengan tujuan agar penduduk lebih sadar akan bahaya dan tanda-tanda kebakaran hutan atau lahan. Dengan begitu jika berhasil, kemungkinan terjadi kebakaran hutan di Kareumbi akan dikurangi, dan jika terjadi kebakaran hutan penduduk akan lebih tahu apa yang perlu dilakukan.

Acara hari itu, berakhir dengan makan siang bersama para staf BBKSDA dan para peserta sosialisasi di area Aula Wisma dengan hidangan yang sudah disediakan oleh crew Kareumbi.

Bandung, 27 Oktober 2016

Oleh : Christoper Gio

Editor : Mia Rachmawati


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: