Oleh: kareumbi | 21 November 2016

Belajar Cinta Dari Pohon (Selamat Hari Pohon Sedunia, 21 November 2016)

BELAJAR CINTA DARI POHON

Logo Wali Pohon Masigit KareumbiSebatang pohon yang kita lihat seolah hanya diam tak bergerak. Ia hanya bergerak ketika ada tenaga yang menggoyang batang dan daunnya. Ia tak akan melawan ketika manusia menyakitinya, bahkan dengan garang menebangnya. Pohon seperti makhluk yang patut dikasihani dan tak punya daya apa pun. Namun pohon memberikan apa yang tak sanggup manusia beri. Pohon memberi manfaat tak terhingga. Ia mampu memberikan manfaat terbaiknya pada manusia meski ia akan diam saja ketika manusia menyakitinya.

Pohon tak pernah ingkar dan khianat dalam tugasnya. Setiap saat pohon tak henti mengeluarkan oksigen yang manusia butuhkan dalam kehidupan ini. Dengan tak kenal lelah, pohon menghisap udara kotor, karbondioksida, lalu mengubahnya hingga udara menjadi bersih dan sejuk. Secara disiplin ia memekarkan bunga dan meruntuhkan buahnya saat musim buah. Lewat akarnya, pohon bisa menahan air dan tanah yang mampu melindungi dari kekeringan dan longsor. Lewat daunnya yang lebat, pohon setiap hari memberikan kelembaban pada udara dan ikut andil dalam proses turunnya hujan.

Saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotoran di balik pohon, ia tetap memberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi. Manusia melemparnya dengan batu, ia membalas dengan buah dan bunga. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, ia membalas dengan getah dan buah yang lebat. Itulah pohon.

Pohon mengajari cinta tak berbatas pada manusia, pada kita. Cinta yang tumbuh dalam suka maupun duka. Ia memiliki kekuatan memberi yang tak pernah pudar. Bahkan saat suasana yang menyakitkan menimpa pohon, ia pun sanggup memberi cinta terbaiknya. Cinta pohon bagi lingkungan akan berakhir saat ia mati. Tapi, cinta itu sesunguhnya tak akan mati. Karena lewat angin, air, serangga, dan hewan lainnya, pohon menitipkan bijinya untuk disebarkan di seluruh bumi-Nya.

Pohon memang bisa mati, namun cintanya sungguh masih ia tinggalkan untuk manusia dan makhluk-makhluk lainnya yang membutuhkan keberadaannya. Pohon tetap memberi meski ia mati. Biji yang ia titipkan pada angin akan bersemi di seluruh penjuru mata angin. Biji yang ia titipkan pada air, akan menyeruak tumbuh di tempat yang mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya. Biji yang ia titipkan pada serangga, akan dibawa dengan setia lalu ditempatkan di tanah terbaik yang memungkinkannya untuk tumbuh. Mereka, biji-biji pohon yang telah dititipkan, akan terus berkembang meneruskan cinta pohon sebelumnya.

Pohon… bisakah kami belajar dari cintamu yang tak pernah mati? Lalu tetap meneruskan cinta kami meski kelak kami pun menemui kematian. True love is never ending. This is the Love of Trees.

Dikutip dari Buku KETIKA POHON BERSUJUD Karya Achmad Siddik Thoha (Penerbit Pandu Aksara, 2011)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: