Oleh: officetbmk | 23 Februari 2018

Kunjungan Presiden Jokowi ke Cisanti

WhatsApp Image 2018-02-22 at 09.41.38

Bandung, 22 Februari 2018 Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke hulu sungai Citarum yang berlokasi di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Yang dihadiri kurang lebih 900 tamu undangan dalam rangka acara Pencanangan Program Citarum Harum Bestari. Sungai Citarum merupakan sumber penghidupan bagi 28 juta penduduk baik yang ada di Jawa Barat maupun yang ada di DKI Jakarta. Bahkan, sekitar 80% masyarakat Jakarta mendapatkan pasokan air PDAM  dari sungai Citarum. Di samping itu juga 420.000 hektare lahan pertanian airnya bersumber dari Sungai Citarum.

Sungai yang sepanjang 269 kilometer dan mengalir di 12 wilayah administrasi kabupaten/kota itu, telah menjadi sumber tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur yang dibangun di aliran sungai ini. Ketiganya mampu menghasilkan 1.400 megawatt pasokan listrik.

Namun kondisi Citarum saat ini sakit, akibat sampah dan limbah. 90% industri bahkan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Akibatnya, 340.000 ton limbah cair mengalir di Sungai Citarum setiap harinya. Disamping itu tercatat, 15 juta jiwa hidup di bantaran sungai ini. Dimana setiap harinya 35,5 ton tinja manusia dibuang langsung ke sungai. Belum lagi volume sampah rumah tangga yang terus bertambah membebani sungai Citarum, serta masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke aliran sungai. Ini membuat masyarakat juga terkena dampaknya seperti banjir maupun datangnya penyakit, dikarenakan kurangnya kesadaran untuk menjaga lingkungan. Bahkan Jakarta yang mendapat suplai air sekitar 16.000 liter/detik dan ingin mengusahakan untuk dapat menyuplai kebutuhan air masyarakat Jakarta dengan pasokan air sekitar 32.000 liter/detik mengalami kesulitan karena faktor pencemaran air tersebut.

Kunjungan Presiden Jokowi diawali dengan penanaman pohon dilanjutkan dengan meninjau Situ Cisanti sebagai mata air dan hulu dari Sungai Citarum. Pada kesempatan tersebut, Presiden yang didampingi Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Djoko Saputro melepas dua ekor burung Elang Jawa yang merupakan hasil sitaan dari masyarakat. Lalu dilanjutkan oleh sambutan yang disampaikan oleh  Presiden Jokowi di Balai Sawala mengenai Program Citarum Harum Bestari yang merupakan momentum untuk perbaikan Sungai Citarum. Namun beliau menjelaskan bahwa karena faktor pencemaran Sungai Citarum yang sudah tergolong parah, program ini tidak dapat diselesaikan dengan waktu singkat, kemungkinan akan memakan waktu setidaknya 7 tahun untuk memulihkan kondisi Sungai Citarum hingga benar-benar pulih dari kategori sungai yang tercemar. Untuk rencana kedepannya, Presiden Jokowi berencana untuk mengobservasi perkembangan Program Citarum Harum Bestari setiap sekitar 6 bulan sekali. Sambutan Presiden Indonesia tersebut disambut oleh tamu undangan dengan sangat antusias.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: