Oleh: kuda poni | 2 Mei 2018

Kunjungan Tim Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC)

f4c6cdb9-808c-4a55-90b5-2b334a7dd7f0

Kunjungan tim Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidanau 27-28 April. Diskusi dan site visit Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten, DLH Kabupaten (Serang dan Pandeglang), pengurus forum komunikasi DAS, serta Tim Manajemen TBMK dan beberapa anggota WANADRI. Dihari pertama, peserta tiba pukul 17:40 WIB di rest area dan perjalanan langsung dilanjutkan menuju kawasan TBMK. Pada pukul 18:30 para tamu tiba di kawasan TBMK dan dilanjutkan dengan acara makan malam di kantin TBMK.

Setelah dilakukan acara makan malam, peserta diarahkan untuk memasuki ruangan aula wisma. Sekitar pukul 19:30 acara diskusi dengan tim Cidanau sudah dimulai, diawali dengan acara penyambutan dan pemberian cindera mata dari pihak Tim Cidanau kepada ketua Koperasi WANADRI Setelah proses penyambutan selesai, kang Echo, selaku perwakilan dari Tim Manajemen TBMK melanjutkan acara dengan menjelaskan program yang ada di kawasan TBMK. Dari mulai Milestone pengelolaan kawasan TBMK, konservasi, ekowisata, pendidikan dan pelatihan alam terbuka, pemberdayaan masyarakat, penelitian dan pengembangan, pemulihan populasi satwa buru dan wisata buru hingga model taman buru yang ada di kawasan TBMK ini.

20180427_204559

Setelah kang Echo selesai menjelaskan, sesi diskusi dilanjutkan oleh kang Nana dari FKDC dan mendiskusikan tentang pengelolaan DAS Cidanau yang membuka pemahaman mengenai konsep dan implementasi PES (Payment for Ecosystem Service) atau jasa lingkungan yang sudah berjalan di DAS Cidanau selama 10 tahun. Pembeli PES adalah perusahaan-perusahaan pengguna air di sekitar Cilegon, sedangkan penjualnya adalah kelompok tani hutan yang menjaga hutan sebagai catchment area di hulu DAS. Konsepsi hilir membayar hulu bisa menjadi alternatif penerapan di Citarik. Section tengah dan hilir sungai Citarik (dan anak sungai) memiliki banyak pabrik tekstil yang bisa ditawarkan menjadi pembeli dari jasa PES ini. Penjual jasa atau penerima manfaat adalah para pemilik tanah dan petani sayuran yang bisa di konversi menjadi budidaya agroforestry. Menurut kang Nana dari Forum komunikasi DAS Cidanau, kuncinya adalah menumbuhkan knowledge dan kepentingan para pihak terhadap sungai. Dan ini memang membutuhkan konsistensi dan juga waktu yang tidak sebentar, bahkan mereka pun membutuhkan setidaknya 10 tahun untuk bisa merangkai kerjasama di Cidanau. Setelah pukul 23:00 WIB diskusi pun diakhiri, dan para tamu diantar menuju vila Kelor untuk beristirahat.

Di hari ke 2, para tamu sudah bersiap sejak pukul 05:00 WIB dan mulai bergerak menuju kawasan pukul 07:20 WIB. Sekitar pukul 07:50 WIB para tamu dipersilakan untuk sarapan di kantin TBMK, tidak lupa para tamu juga membeli beberapa merchandise (baju TBMK). Setelah selesai sarapan dan transaksi pembelian merchandise, pada pukul 08:40 WIB para tamu di ajak menuju kawasan rumah pohon.

8fb0ef6b-879e-4f78-ba27-441b45e91a70

Perjalanan dari kantin menuju kawasan rumah pohon memakan waktu kurang lebih 20menit. Setibanya di kawasan rumah pohon, para tamu langsung mengabadikan momen yang ada dengan berfoto dibeberapa spot yang ada disekitar kawasan rumah pohon. Setelah 30menit berada di kawasan rumah pohon, para tamu lalu diajak untuk mengunjungi rumah rusa.

8911c94c-545d-44b8-ad7f-1620aa658c38

Pada pukul 09:20 WIB, para tamu diajak untuk mengunjungi kawasan rumah rusa lalu perjalanan dilanjutkan menuju area persemaian menggunakan mobil. Sebelum memasuki area persemaian, perjalanan berhenti di remi cahari safari trail, dimana kang Echo sendiri yang menjelaskan tentang program wali fauna. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju lokasi persemaian, selama kurang lebih 30menit kang Echo menjelaskan kembali tentang program wali pohon.

e0107673-2302-49c4-a2a1-9558705c67c3

Pada pukul 11:30 para tamu berkumpul kembali di kantin untuk penutupan acara. Dan dilakukannya tukar menukar cindera mata antara Kang Irwanto selaku ketua Koperasi Wanadri dengan Kang Hariyadi selaku perwakilan dari DLH Kab. Serang. Dan setelah acara penutupan, para tamu langsung kembali pulang menuju Jakarta.

Dari sesi diskusi didapatkan bahwa pengelolaan dan tata ruang sebuah kawasan akan sangat ideal apabila berbasis DAS. Konsepsi hilir membayar hulu bisa menjadi alternatif penerapan di Citarik. Section tengah dan hilir sungai Citarik (dan anak sungai) memiliki banyak pabrik tekstil yang bisa ditawarkan menjadi pembeli dari jasa PES ini. Penjual jasa atau penerima manfaat adalah para pemilik tanah dan petani sayuran yang bisa di konversi menjadi budidaya agroforestry. Menumbuhkan knowledge dan kepentingan para pihak terhadap sungai adalah salah satu kuncinya dan hal ini membutuhkan konsistensi dan juga waktu yang tidak sebentar,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: