Oleh: kareumbi | 19 Oktober 2018

Perluasan Pagar Rusa Tahun 2018

pagar 9 hektar

Layout revisi #2 pagar rusa 9 hektar

Lima belas (15) Taman Buru di Indonesia (SNI 01-5009.7-2001) belum ada yang berfungsi secara optimal dalam hal kegiatan perburuan maupun wisata buru yang dilakukan secara teratur dan lestari seperti diamanatkan oleh negara melalui penetapan status kawasan sebagai Taman Buru (TB).
Kondisi di TB. Masigit Kareumbi (TBMK), satwa rusa yang dulu pernah dikembangbiakan pada jaman Ibrahim Adjie (1966-1970an) dapat dikatakan sudah punah. Demikian pula upaya pengembangan rusa yang dilakukan oleh Sub Balai KSDA II pada sekitar awal tahun 90’an dan PT. Prima Sakti pada tahun 1998 menemui kegagalan. Sedangkan syarat utama untuk dapat diselenggarakannya perburuan secara teratur mutlak diperlukan keberadaan satwa buru yang perkembangan dan pengelolaan populasi dilakukan secara baik.

Untuk itu, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BBKSDA JABAR dan WANADRI pada tahun 2009 telah menetapkan ruang lingkup yaitu Pemulihan Populasi Satwa Buru dan Wisata Buru dengan tujuan utama mendorong berfungsinya kawasan hutan sesuai peruntukannya. Hal ini diperkuat kembali melalui PKS tahun 2015 dengan ruang lingkup MODEL TAMAN BURU. Perluasan pagar sudah menjadi kegiatan yang tercantum baik dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Program) 5 tahun maupun RKT (Rencana Kerja Tahunan).

Setelah pengelolaan berjalan selama 9 tahun (2009 – 2018) maka status saat ini di kawasan telah memiliki area pemeliharaan sejumlah 4 (empat) plot dengan luas total lebih dari 36 hektar. Dengan populasi rusa sebagai pemulai (starting population) sejumlah 35 ekor rusa Jawa (Rusa timorensis) yang telah cukup adaptif dan mampu berkembang biak dengan baik. TBMK juga telah memiliki pengalaman dalam pemeliharaan satwa rusa untuk jenis Rusa Bawean (Axis kuhlii) dan Rusa Totol (Axis axis).

Pada tahun 2017 telah selesai dilakukan kaji terap sekaligus percobaan rancang bangun berupa instalasi pagar dengan spesifikasi high tensile wire fence dengan luasan mencapai 28 hektar dan panjang bentangan mencapai 1.800 meter pada kontur yang cukup ekstrim. Spesifikasi dan jenis pagar ini telah lazim digunakan sebagai game fencing yang dipasang diluar negeri (Canada, Australia, New Zealand dsb).

Dalam rangka keberlanjutan program maka pada periode 5 tahun kedua pelaksanaan PKS antara BBKSDA Jabar dan Wanadri perlu terus dilakukan perluasan area pagar pemeliharaan rusa sebagai syarat utama untuk dapat dilakukan penambahan jumlah satwa rusa yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan populasi Rusa dan satwa buru lainnya di TBMK.

Perluasan area pemeliharaan seluas 9 hektar dan pembinaan komponen ekosistem yang ada di dalamnya diarahkan untuk menjadi model habitat yang dapat menjamin kehidupan satwa rusa dan mendukung pengembangan cluster area perburuan demi mewujudkan model Taman Buru di Indonesia.

Di akhir tahun 2018 ini manajemen TBMK kembali melaksanakan pemasangan pagar rusa. Panjang pagar yang akan dipasang adalah 950meter dengan luasan terpagar 9 hektar. Pagar ini merupakan perluasan dari plot yang sudah ada yaitu 3600m2, 8 hektar dan 28 hektar.

Pekerjaan dijadwalkan akan selesai pada tengah November 2018.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: