Oleh: kareumbi | 30 November 2018

Pagar 9 Hektar: Penanaman Rumput Steno

Rumput Steno di demplot staanplaats di TBMK

Setelah selesainya pagar 9ha, kegiatan selanjutnya sesuai jadwal kegiatan adalah penanaman rumput steno di pinggir jaluran pagar. Penanaman ini dilakukan selain sebagai cadangan pakan, juga untuk mengurangi erosi permukaan akibat pekerjaan pembersihan jalur pagar yang dilakukan sebelumnya. Minimalisasi dampak menjadi kegiatan yang penting dilakukan terutama apabila kita bergiat di dalam kawasan konservasi.

Rumput Steno

Rumput ini merupakan salah satu jenis rumput yang diuji tanam di TB. Masigit Kareumbi dalam upaya untuk menemukan jenis rumput pakan satwa rusa yang cocok dengan habitat dan kondisi lingkungan di TBMK.

Rumput ini memiliki beberapa nama diluar negeri antara lain buffalo grass (Australia);  St. Augustine grass (USA);  buffalo couch (Vanuatu);  chiendent de boeuf, gros chiendent (Prancis);  pimento grass (Jamaica);  manienie-haole, akiaki-haole (Hawai’i);  pasto San Augustín, falso kikuyu, grama San Agustín, lastÓn, gramÓn, gramillÓn (Spanyol). Di Indonesia kami biasa menyebutnya dengan Rumput Steno.
Merupakan terna tahunan, memiliki stolon, dapat membentuk hamparan rapat dengan ketinggian sampai 20 cm bahkan observasi kami memperlihatkan pada naungan berat, Steno bisa mencapai lebih dari itu.

Penanaman rumput Steno di luar jaluran pagar 9 hektar

Rumput ini mulai kami tanam dalam beberapa demonstration plot sejak tahun 2015-2016 bersama beberapa jenis rumput lain seperti Cynodon nlemfluensis, Brachiaria decumbens, Axonopus compressus, Brachiaria ruziziensisPaspalum notatum, Paspalum atratum dan Paspalum dilatatum. Rumput induknya kami dapatkan dari Balitnak Bogor.

Karakter yang kami senangi dari rumput Steno adalah:
1) mampu tumbuh baik dalam naungan (literatur menyebutkan sampai 40%),
2) mampu bersaing dengan tanaman gulma lain (artinya cukup invasif, kita harus juga waspada terhadap hal yang satu ini) dan
3) sangat disukai satwa, tidak saja rusa dan kambing bahkan belalang dan ayam terlihat sangat menyukai rumput ini. 

Namun demikian, pada musim kemarau kemarin (Juli – Oktober 2018) dengan penyinaran penuh, rumput steno terlihat agak mengering, ditandai dengan pucuk-pucuk daun yang menguning. 

Demplot rumput steno 2.500m2 di paddock rusa 8 hektar, pucuk terlihat agak menguning terutama pada area yang mendapat penyinaran penuh

Rumput tetap berhasil melewati kemarau dengan baik dan ketika hujan turun 2-3x rumput dengan cepat kembali menghijau. 

Rumput steno diluar jaluran pagar 28 hektar yang sudah membentuk dense mat dan mampu menghalau serangan gulma eksotis yang tidak dimakan oleh satwa herbivora seperti teklan dan harendong bulu. Upaya penanaman ini dalam rangka meningkatkan daya dukung kawasan untuk satwa rusa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori

%d blogger menyukai ini: