Oleh: kareumbi | 4 November 2019

Kunjungan Kang Doni Monardo ke Basecamp Wanadri di TB. Masigit Kareumbi

Sudah lama ingin kesini, waktu (menjabat) Pangdam (Siliwangi) tidak sempat. Akhirnya sekarang bisa kesini.“, Demikian seloroh dari Kang Doni Monardo yang sekarang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya tim dari Dewan Pengurus (DP) Wanadri beraudiensi di Kantor BNPB, Jakarta.

Terlambat hampir dua jam dari jadual akibat agenda beliau yang padat tidak menyurutkan langkah jenderal bintang tiga ini menuju basecamp Wanadri di TB. Masigit Kareumbi. Pagi hari acara FGD dengan kalangan akademisi di ITB, kemudian siangnya kegiatan pembekalan kepada para Dandim di Pusdikter Cimahi, rombongan BNPB meluncur menuju meeting point di Kantor SAR Bandung di Parakanmuncang. Tiba di KanSAR disambut oleh Kang Deden Ridwansyah selaku Kepala KanSAR dan jajaran. Setelah beramah tamah dengan pihak Basarnas, tidak menunggu lama Kang Doni segera masuk ke unit kendaraan 4wd.

Hari Jum’at, 1 November 2019 pukul 16.45wib rombongan melakukan perjalanan melalui rute Cimanggung – Tegal Manggung – Tanjungwangi. Jalur jalan yang dilalui ini adalah jalur alternatif yang sempit, kadang mobil harus saling mengalah, terjal menanjak dan berkelak-kelok. Jalur utama yang biasa digunakan yaitu melalui Curug Sindulang kebetulan sedang ditutup karena ada pengecoran jalan.

Ketua DP Wanadri, Kang Rafi Respati yang mendampingi selama perjalanan memperlihatkan kondisi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah tebing yang sangat rawan gerakan tanah. Di kejauhan juga tampak bukit-bukit yang sudah tidak berpohon. Bagian yang berpohon tinggal bagian atas yang masuk kawasan konservasi TB. Masigit Kareumbi (TBMK).

Kalau hujan, semua tanah ini akan turun ke Ci Tarik, yang merupakan anak sungai dari Ci Tarum,” ujar Kang Rafi.

Jawa Barat ini sudah sangat rusak kondisi lingkungannya, sangat memprihatinkan.. sungai-sungai isinya sedimen semua“, demikian komentar kang Doni sambil meminta mobil untuk jalan kembali, mengingat waktu yang sempit karena beliau sudah ada agenda lain di Bandung malam ini juga.

Rombongan mulai masuk ke basecamp TBMK sekitar pukul 17.30wib. Hari sudah beranjak gelap. Perjalanan langsung diteruskan oleh short trip melihat instalasi pemulihan populasi satwa rusa jawa dan plot persemaian tanaman hutan serta berbagai tanaman hasil Wali Pohon.

Tiba kembali di basecamp pukul 18.00, rombongan langsung menempati tempat duduk yang telah disediakan dan mencicipi makanan ringan sajian warga setempat. Acara dibuka oleh Ketua DPW.

Selanjutnya disambung dengan penjelasan oleh Manager TBMK mengenai apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh Wanadri di TB. Masigit Kareumbi. Dijelaskan mengenai program konservasi yaitu persemaian dan penanaman tanaman melalui program adopsi Wali Pohon. Selain itu juga ada Wali Fauna yang merupakan ruang bagi publik dan masyarakat umum untuk bersama-sama melakukan kegiatan konservasi melalui kerja-kerja kolaboratif dengan pengelola kawasan.

Selain konservasi yang menjadi “menu” utama dari kerja sama antara BBKSDA Jabar dan Wanadri, ada juga inisiasi kampus alam, dimana dijelaskan bahwa Indonesia sebagai satu negara tropis yang sangat besar, tapi belum memiliki kawasan atau sekolah khusus untuk belajar bagaimana hidup di alam terbuka tropis. Untuk itu salah satu cita-cita di TBMK adalah menjadikan TBMK sebagai Kampus Pendidikan dan Pelatihan di Alam Terbuka Tropis. Disampaikan bahwa TBMK setiap tahun menerima sekitar 7.000 orang yang melakukan berbagai kegiatan terkait pendidikan, latihan, konservasi termasuk ekowisata. Tamu yang datang sangat beragam, sejak dari usia dini sampai lansia.

Sesi penutup merupakan arahan dari Kepala BNPB. Berikut adalah pointer arahan beliau:

  1. Jawa Barat sudah mengalami kondisi lingkungan yang rusak.
  2. Wanadri sudah memiliki banyak hal, area dan sumberdaya sudah ada, pengalaman sudah ada, yang kurang mungkin adalah anggaran/ pendanaan.
  3. Terkait itu BNPB tidak dapat membantu secara langsung namun Wanadri dan BNPB dapat bekerja sama dalam kegiatan yg terkait kesiapsiagaan. Kita tidak bisa mengandalkan dana pemerintah.
  4. Ide yang dilontarkan Ka BNPB adalah bagaimana Wanadri dapat mencari sumber pendanaan alternatif. Tentunya yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sehingga dana ini dapat menjadi kekuatan tidak saja untuk kareumbi melainkan hutan dan pegunungan lain yang ada di Jawa Barat. Karena kita harus libatkan sebanyak mungkin orang untuk peduli dengan kondisi yang ada.
  5. Wanadri harus memikirkan bagaimana pola kemitraan dengan masyarakat sekitar kawasan hutan, sehingga masyarakat tidak lagi mencari uang dengan menebang pohon atau merusak hutan.
  6. Yang paling penting adalah niat berbuat untuk kepentingan mulia dan orang banyak. Jangan utk kepentingan sendiri. Saya yakin kalau untuk kepentingan lingkungan jalan akan terbuka.
  7. Pelibatan para pengusaha, industri yang memanfaatkan air dari Ci Tarum dan Ci Tarik juga penting, juga mungkin pelibatan public figure, apakah itu artis, olahragawan juga ajak serta koran dan media. Intinya pelibatan berbagai pihak untuk sama-sama peduli.
  8. Asal untuk kepentingan lingkungan, pasti bisa!

Acara di basecamp hari itu ditutup dengan makan malam, sajian nasi liwet, jengkol goreng, ikan asin dan sambal lalap menjadi pengisi energi sebelum rombongan kembali turun ke titik meeting point di Kantor SAR Bandung.

19:51wib, Terima kasih sudah mengunjungi TB. Masigit Kareumbi, Kang Doni Monardo, semoga bisa kembali pada kesempatan yang lain.

Sumber informasi lain:

  1. https://wanadri.or.id/home/doni-munardo-yakin-wanadri-mampu/
  2. http://sorotindonesia.com/doni-monardo-kunjungi-wanadri-di-taman-buru-masigit-kareumbi/
  3. https://www.antaranews.com/berita/1143106/bnpb-dukung-konservasi-alam-untuk-keberlanjutan-lingkungan
  4. https://covesia.com/news/baca/85792/pentingnya-melibatkan-masyarakat-dalam-membangun-kesiapsiagaan-terhadap-ancaman-bencana

last updated 05/11/2019


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori

%d blogger menyukai ini: