Oleh: kareumbi | 22 Januari 2020

Litbang: Abstrak Penelitian: SPESIES INVASIF dan TUMBUHAN PAKAN RUSA JAWA

ASOSIASI SPESIES INVASIF DENGAN TUMBUHAN PAKAN RUSA
JAWA (Rusa timorensis de Blainville,1822) DI TAMAN BURU MASIGIT
KAREUMBI, JAWA BARAT

DESIANA ZULVIANITA, Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung, 2018

Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan kawasan konservasi yang dikelola untuk perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya hayati, diantaranya melalui pengembangan wisata buru. Salah satu satwa buru yang saat ini dikembangkan adalah rusa jawa (Rusa timorensis).
Namun, kehadiran spesies tumbuhan invasif berisiko menurunkan ketersediaan pakan bagi rusa jawa, sehingga pengelola harus memenuhi kebutuhan pakan dari luar kawasan. Penanganan masalah tumbuhan invasif ini perlu ditunjang oleh informasi yang memadai tentang aspek-aspek ekologis, diantaranya mengenai asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies pakan dan non-pakan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan spesies invasif sebagai rekomendasi dalam peningkatan ketersediaan pakan rusa
sekaligus mengendalikan kehadiran spesies invasif. Pengambilan data dilakukan dengan survei vegetasi di Cluster I area perencanaan buru seluas 200 ha untuk ditentukan keanekaragaman pakan dan asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan pakan dan non-pakan. Survei vegetasi menggunakan plot kuadrat bertingkat berukuran 20×20 meter sebanyak 60 buah, yang disebar pada hutan alam (8 plot), hutan sekunder (35 plot), dan area terbuka (17 plot). Hasil analisis data vegetasi menunjukkan keanekaragaman pakan tertinggi ada di hutan alam (Hˈ = 3,048), diikuti area terbuka (Hˈ = 2,872), dan hutan sekunder (Hˈ = 2,446). Spesies invasif cenderung memiliki INP tertinggi di hutan sekunder (139,9), diikuti hutan alam (126,2), dan area terbuka (44,3). Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi spesies invasif, dipilih Ageratina riparia dan Clidemia hirta untuk diteliti asosiasinya. Analisis asosiasi dilakukan melalui Tabel
Kontingensi 2×2, kemudian dihitung kekuatan asosiasinya menggunakan Indeks Ochiai (IO). Kekuatan asosiasi berada pada rentang 0-1, dengan 0 memiliki kekuatan asosiasi sangat rendah dan 1 memiliki kekuatan asosiasi sangat tinggi. Berdasarkan analisis tingkat asosiasi, diperoleh informasi bahwa tumbuhan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Ageratina riparia adalah Etlingia coccinea (1), Oplismenus compositus (1), Clidemia hirta (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,926), Lantana camara (0,707), Melastoma malabathricum (0,5), dan Rubus moluccanus (0,5). Beberapa spesies yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Clidemia hirta,
yaitu Oplismenus compositus (0,756), Carex baccans (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,535), Schima wallichii (0,535). Berdasarkan informasi tersebut, untuk peningkatan ketersediaan pakan bagi rusa jawa perlu dilakukan pengayaan dengan spesies, Oplismenus compositus, Melastoma malabathricum, Rubus moluccanus, Carex baccans, dan Dysoxylum arborescens, karena selain memiliki nilai IO tinggi, spesies tersebut tidak tergolong sebagai spesies invasif di kawasan TBMK

Kata kunci: asosiasi, Indeks Ochiai, tabel kontingensi 2×2, tumbuhan invasif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori

%d blogger menyukai ini: