Oleh: imbangperdanasair | 9 Maret 2020

Pagar rusa kareumbi rusak tertimpa pohon tumbang

Senin 9 maret tim manajemen Taman Buru Masigit Kareumbi di Bandung mendapat kabar dari tim patroli lapangan bahwa sejumlah pagar pembatas area rusa rusak tertimpa dahan pohon Rasamala (Altingia Excelsa), “diperkirakan kejadian antara subuh hingga pagi hari tadi, soalnya anginnya sangat kencang” begitu isi laporan dalam PersonalChat salah seorang anggota tim dilapangan yang juga mengirimkan beberapa foto dokumentasi pagar rusak yang sementara di benahi.

diperkirakan panjang pagar yang rusak sekitar 10 – 15 meter, tim segera melakukan perbaikan agar rusa tidak lepas keluar dari area pemeliharaan, sejauh ini, menurut pantauan tim dilapangan belum ada tanda-tanda jejak rusa melintasi area pagar yang terbuka ini. ukuran dahan yang tumbang bervariasi, ada yang berdiameter kurang dari 10 cm dan ada juga yang berukuran antara 15 – 30 cm cukup untuk merobohkan pagar rata dengan tanah.

kejadian serupa juga pernah terjadi pada januari tahun 2018 lalu, juga terjadi pada area yang sama di segmen 28 hektar.https://kareumbi.wordpress.com/2018/01/22/pagar-rusa-tbmk-tertimpa-batang-pohon, jumlah kerusakan pagar juga tidak jauh berbeda dengan tahun itu. Beruntung model pagar Fixed-knot (high tensile fabricated woven) cukup mudah pengaplikasian dan penggunaanya, dalam sistem pagar yang digunakan di kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi ini menutup seluas 45 hektar kawasan atau panjang sekitar 3 kilometer, sehingga dapat dengan cepat di perbaiki tanpa alat khusus dan hanya mengunakan sejumlah alat perkakas biasa seperti tang dan pemotong kawat.

meskipun begitu masalah maintanance dan sistem monitoring pagar masih menjadi masalah yang serius dan perlu dipikirkan, karena berhubungan langsung dengan ekosistem yang sedang di kembangkan dan di jaga di dalam kawasan konservasi ini, seperti bahaya predator pemangsa rusa, Macan tutul “Panthera Pardus Melas” yang belum diharapkan beriteraksi langsung dengan rusa timor (Cervus Timorensis) sebagai suatu sistem rantai makanan karena jumlah populasinya belum cukup ideal untuk dilepas liarkan, begitu juga dengan tekanan kawasan dari luar, seperti masyarakat pencari kayu hutan dan rotan yang tidak bisa di kendalikan intensitasnya sehingga di takutkan akan menjadi sumber masalah baik bagi kawasan maupun untuk keamanan dirinya sendiri dari predator hutan tadi meskipun sejauh ini belum ada catatan peristiwa konflik antara macan dan manusia.

ranting dan dahan menimpa pagar rusa

melihat kasus serupa mengenai pagar ini selama beberapa tahun kebelakang, tentu saja tim manajemen tidak tinggal diam, perencanaan dan perancangan sistem pemagaran yang lebih baik dilakukan, tidak hanya sistem monitoring tetapi juga sistem maintanance dan pengendalian terhadap ancaman pagar baik dari pohon yang akan rubuh menimpa pagar, manusia dan juga binatang yang berpotensi merusak pagar dilakukan. namun tentu saja tidak semudah itu, selain pemilihan teknologi yang tepat, sumber daya manusia dan juga tetunya masalah pendanaan yang pasti akan sangat memakan biaya yang cukup besar.

Dengan program wali fauna, tim manajemen TBMK membuka seluas-luasnya ruang bagi masnyarakat baik itu individu atau kelompok untuk ikut bersama-sama menjaga dan melindungi ekosistem di dalam kawasan konservasi ini, baik itu tenaga, ide atau fikiran atau berdonasi untuk membantu biaya pelindungan dan pemeliharaan kawasan dengan menghubungi manajemen pengelola kawasan konservasi taman buru masigit kareumbi.

write by: Imbang perdana S


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kategori

%d blogger menyukai ini: