Oleh: kareumbi | 6 Desember 2019

Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Info selanjutnya klik disini

Oleh: kareumbi | 26 November 2019

Symbiosis mutualism

Rusa timorensis x Corvus enca

Mutualism describes the ecological interaction between two or more species where each species has a net benefit [wikipedia]

Baru kali ini melihat burung gagak hinggap di atas pundak rusa. Tanpa rusa merasa terganggu. Ada frame yang memperlihatkan si gagak sedang mematuki sesuatu di punggung rusa. Mungkin lalat atau kutu. Adaptasi alamiah yang mempesona.

Sudah lama ingin kesini, waktu (menjabat) Pangdam (Siliwangi) tidak sempat. Akhirnya sekarang bisa kesini.“, Demikian seloroh dari Kang Doni Monardo yang sekarang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya tim dari Dewan Pengurus (DP) Wanadri beraudiensi di Kantor BNPB, Jakarta.

Terlambat hampir dua jam dari jadual akibat agenda beliau yang padat tidak menyurutkan langkah jenderal bintang tiga ini menuju basecamp Wanadri di TB. Masigit Kareumbi. Pagi hari acara FGD dengan kalangan akademisi di ITB, kemudian siangnya kegiatan pembekalan kepada para Dandim di Pusdikter Cimahi, rombongan BNPB meluncur menuju meeting point di Kantor SAR Bandung di Parakanmuncang. Tiba di KanSAR disambut oleh Kang Deden Ridwansyah selaku Kepala KanSAR dan jajaran. Setelah beramah tamah dengan pihak Basarnas, tidak menunggu lama Kang Doni segera masuk ke unit kendaraan 4wd.

Baca Selengkapnya..
Oleh: kareumbi | 2 November 2019

SUT

(mungkin) Okto – bayi laki-laki yang lahir di bulan Oktober 2012
(Foto 01/11/2019 di plot 9 ha oleh Satrio Mandiri)
Oleh: officetbmk | 24 September 2019

ITB74 Peduli Lingkungan Adopsi 1.143 Pohon

Foto bersama setelah simbolis penanaman bibit pohon

Pada kesempatan kali ini ITB74 Peduli Lingkungan berkunjung ke Taman Buru Masigit Kareumbi tepatnya pada tanggal 14-15 September 2019 sebagai bentuk aksi Peduli terhadap Lingkungan khususnya wilayah Taman Buru Masigit Kareumbi. Sebanyak 35 peserta asal Jakarta dan 15 peserta asal Bandung mengikuti kegiatan ini.

Perlu diketahui bahwa sebanyak 1.143 pohon akan di adopsi oleh alumni ITB74 pada program Wali Pohon ini. Pada saat acara berlangsung dilakukan simbolis Tanam Pohon sebagai bentuk dari program Wali Pohon, dengan menanam 30 bibit pohon yang berlokasi di belakang kantin kawasan TBMK.

Alumni ITB74 sedang berjalan meninjau kawasan TBMK

Rangkaian kegiatan dari ITB74 Peduli Lingkungan ini diantaranya adalah:

  1. Simbolis Tanam 30 bibit pohon
  2. Pertemuan batas 3 (tiga) Kabupaten
  3. Berkunjung ke Rumah Pohon untuk diskusi dan foto bersama
  4. Paparan mengenai kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi oleh kang Echo
  5. Penyampaian oleh Satgas Citarum Harum
  6. Hiburan kesenian asli
  7. Olahraga bersama dan safari rusa
  8. Tinjau Kandang Rusa dan persemaian di Stamplat

Semoga bentuk aksi peduli lingkungan ITB74 dapat menginspirasi kita semua untuk peduli terhadap lingkungan dan semoga dengan banyaknya pohon yang diadopsi, kawasan TBMK semakin hijau. Aminn

Peserta Pelatihan Taksidermi 2-4 September 2019

Pada tanggal 2-4 September perwakilan manajemen TBMK telah mengikuti kegiatan Pelatihan Taksidermi dalam rangka acara open house hari ulang tahun Museum Zoologicum Bogoriense ke 125 tahun. Kegiatan ini bertempat di Gedung Widyasatwaloka Puslit Biologi LIPI.

Materi dalam kegiatan kali ini adalah Pengawetan kulit binatang yang dibagi menjadi 3 Taksa yaitu mamalia, burung, dan herpet. Materi ini dibawakan oleh Bpk. Martua H Sinaga, S. Si selaku staf dari Museum Zoologicum Bogoriense. Sebanyak 80 Universitas program Pendidikan Biologi di wilayah Indonesia pun turut diundang dalam kegiatan ini.

Proses taksidermi mamalia oleh Kang Tatang Eka Jaya (Staf TBMK)

Salah satu staff TBMK kang Tatang Eka Jaya mendapat kesempatan untuk melakukan Taksa mamalia. Beberapa proses diantaranya adalah pemisahan anatara kulit dan karkas spesimen, pembuatan sketsa badan tiruan dengan mengukur karkas, pembersihan lemak dan daging, pembuatan badan tiruan dari sabut kelapa diikat dengan benang katun nylon, kemudian pemasangan kembali tengkorak dengan badan tiruan dibantu lilin plastisin, pemberian boraks pada bagian dalam kulit yang sudah bersih, pemasangan kawat serta kapas pembalut pada bagian kaki depan dan belakang, hingga pada tahap akhir yaitu finishing pembuatan taksidermi.

Semoga dengan mengikuti kegiatan ini akan menguatkan SDM TBMK dalam hal pemeliharaan satwa khususnya satwa rusa yang ada di kawasan TBMK.

Oleh: kareumbi | 17 September 2019

Proyek Ekologi SITH ITB 2019

Perwakilan Mahasiswa melakukan Simbolis Tanam Wali Pohon

TB. Masigit Kareumbi (TBMK) dipilih oleh teman-teman Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB untuk menjadi area Proyek Ekologi (PROEKO) tahun 2019. Pada kegiatan kuliah lapangan ini setidaknya 70 praktikan mahasiswa, asisten dan dosen melakukan ragam kegiatan belajar utamanya adalah penelitian keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Ci Mulu.

Praktikan bersiap menuju Ci Mulu (Minggu, 15 September 2019)

Penjelasan program dan kegiatan yang dilakukan oleh Wanadri di TBMK juga menjadi salah satu mata acara kegiatan pada siang hari itu. Dipandu oleh Ibu Dr. Endah Sulistyawati dan Ibu Dr. Tati Suryati selaku dosen SITH, Kang Echo dari Manajemen TBMK menjelaskan kepada para peserta mengenai program Wali Pohon, Wali Fauna dan program yang sedang direncanakan yaitu Wali Hutan. Selain itu dijelaskan pula mengenai konsep bagaimana dan kenapa taman buru yang berfungsi sesuai amanat undang-undang itu perlu diwujudkan sebagai manifestasi dari perburuan yang berbasis konservasi dan pengendalian populasi. Upaya pemulihan populasi satwa rusa dan sejauh apa perkembangannya sampai saat ini juga disampaikan kepada para peserta.

Acara ditutup dengan simbolis tanam pohon yang ditanam di pinggir sungai area karantina rusa. Terima kasih SITH ITB, semoga penelitian yang dilakukan dapat membawa kemanfaatan untuk para peserta dan tentunya untuk kawasan. Aamiin.

Oleh: officetbmk | 4 September 2019

Komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kawasan TBMK

Kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi tentu perlu dijaga kelestariannya, tidak hanya oleh pihak manajemen namun juga oleh masyarakat sekitar. Pada kesempatan kali ini, HMH Selva ITB angkatan 2019 melaksanakan kegiatan Fieldtrip yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Agustus 2019 di Camping Ground kawasan TBMK,

Taman Buru Masigit Kareumbi bersama dengan HMH Selva ITB angkatan 2019 telah berkomitmen untuk berkolaborasi dalam melestarikan kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi. Komitmen ini disetujui oleh kedua belah pihak baik itu pihak dengan adanya hak dan kewajiban yang dimiliki oleh kedua belah pihak, diantaranya adalah mengenai data flora dan fauna yang ada didalam kawasan TBMK, juga keterlibatan dalam pengelolaan penangkaran rusa. Sehingga menjadi kolaborasi yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Penandatanganan komitmen kolaborasi pelestarian kawasan TBMK oleh pihak TBMK
Penandatanganan komitmen kolaborasi pelestarian kawasan TBMK oleh pihak HMH Selva ITB 2019
Oleh: kareumbi | 4 September 2019

Sekolah ESAR Wanadri 2019 di Kareumbi

Info selanjutnya di web WANADRI
under_development

Akses menuju basecamp TBMK melalui jalur Dampit – Curug Sindulang kembali ditutup. Jalur ditutup di beberapa titik dikarenakan sedang dilakukan peningkatan kualitas jalan dengan pengecoran beton.

Sampai hari ini (upd: 11 Desember) jalur masih belum dapat dilalui baik oleh motor maupun mobil. (NOTE: Selama posting ini masih menjadi headline, jalur masih tertutup)

UPDATE: Pada 19/12/2019 jalur Dampit – Curug Sindulang sudah kembali terbuka.

Basecamp TBMK masih dapat diakses melalui jalur :Dari arah Rancaekek – Bundaran Parakanmuncang – Belok Kiri ke arah Pasar Parakanmuncang – 50 meter di pasar ada toko emas Dollar, belok kanan masuk jalan kecil – ikuti jalan utama, lewati Ds. Cimanggung – Ds. Tegalmanggung – Ds. Tanjungwangi – Kp. Leuwiliang – Basecamp KW.

Untuk melihat rute dari google maps, klik https://goo.gl/s4Jl3x

Update selanjutnya akan disampaikan manakala ada perkembangan informasi.

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori