WhatsApp Image 2017-05-29 at 15.39.44

Kamis (25/05) lalu, TBMK kedatangan tamu dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR-RI, Anih Sri Suryani, yang sedang melakukan penelitian dengan tema “Pengaruh Program Ekowisata Terhadap Tingkat Kerentanan Perubahan Iklim di Kawasan Konservasi” (Studi di Kawasan Konservasi Pesisir Pantai dan Pegunungan).

Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: officetbmk | 16 Mei 2017

One Day Trip Stars Indonesia Academy

 

SAMSUNG CAMERA PICTURESPada hari Kamis (11/05)  Sekolah Stars Indonesia Academy melakukan kegiatan One Day Trip di Kawasan Hutan Buru Masigit Kareumbi. Stars Indonesia sendiri adalah sekolah vocational untuk anak berkebutuhan khusus pasca sekolah yang terletak di Jl. Rancabolang No.241, Sekejati, Buahbatu, Bandung.  Stars Indo mengadakan kegiatan trakking dimana kegiatan tersebut dilaksanakan di alam bebas di dalam kawasan Konservasi dengan tujuan trakking yaitu ke Desa Cigumentong. Jumlah peserta trakking sendiri yaitu 35 orang, dimana terdiri dari 22 orang anak berkebutuhan khusus, 10 orang lainnya merupakan Pendamping & Orang Tua dan ditemani pula oleh 3 orang guide dari TBMK.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 3 Mei 2017

Peresmian Pagar Rusa 28 hektar

WhatsApp Image 2017-05-03 at 15.50.21

Sabtu (29/04) pukul 8 pagi, Pak Sarwono Kusumaatmadja dan tim Wanadri tiba di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi, bersama dengan Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jawa Barat, Bpk. Sustyo Iriyono. Setelah sapa dan salam hangat, perjalanan dilanjutkan ke tempat peresmian pagar rusa. Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 18 April 2017

Penanaman 100 Pohon oleh Dompet Dhuafa

WhatsApp Image 2017-04-17 at 13.29.44

Kamis (13/04) pagi, teman-teman dari Dompet Dhuafa bergerak menuju Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi bersama dengan tim manajemen. Kedatangan mereka hari itu adalah untuk melakukan simbolisasi penanaman 100 pohon.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 17 April 2017

Pelatihan vertical rescue

WhatsApp Image 2017-04-17 at 6.37.33 AM

Pada tanggal 16 April 2017 di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi diadakan kegiatan pelatihan vertical rescue yang dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdiri dari anggota Kapak, Mapalih, Linjou, Mapak Alam, dan pecinta alam Jagad. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Yonif 330 Cicalengka. Sementara para pelatih adalah anggota team Vertical Rescue Indonesia.

Baca Lanjutannya…

Ngaguar Tapak Lacak

Pada hari Selasa (14/03) telah diselenggarakan acara Gelar Wicara “Ngaguar Tapak Lacak Pa Mochtar Kusumaatmadja”. Acara yang diadakan di Graha Sanusi Universitas Padjajaran Bandung tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan pada Pak Mochtar Kusumaatmadja, yang merupakan seorang guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran. Selain itu, acara itu juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pak Mochtar yang ke 88 pada tanggal 17 Februari lalu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kareumbi | 24 Desember 2016

Info Spesies Invasif di TBMK: Harendong Bulu

Clidemia hirta (L.) D. Don

Nama daerah: Sunda – Harendong bulu : Sumatera – Senduduk bulu
Nama umum: Koster’s curse, Soapbush

harendong-bulu

Clidemia hirta di area kandang umbar rusa 8HA (Dec 2016)

Awalnya saya tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanaman ini. Terlihat sebagai tanaman yang biasa dan banyak terdapat di sekitar basecamp Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Terna perdu dengan tinggi kira-kira 1 meteran, beberapa ada yang mencapai 2 meter, sering kami jumpai di pinggir-pinggir jalan setapak baik di bawah tegakan maupun daerah terbuka.
Perhatian lebih baru dilakukan ketika mengamati lebih dekat habitat rusa di area kandang umbar 8 hektar. Saat ini area dibawah tegakan batang Kaliandra (Calliandra callothrysus) yang sudah mati, telah didominasi hanya oleh 2 spesies yang tidak memiliki manfaat sebagai pakan rusa. Kedua jenis tumbuhan dimaksud adalah Teklan (Eupatorium riparium REG) dan Clidemia hirta alias Harendong bulu.

Seingat saya pada beberapa waktu kebelakang, sebaran Harendong bulu khususnya di area kandang 8 hektar tidak semasif sekarang. Mungkin ada kaitannya dengan curah hujan yang tinggi di tahun 2016. Mungkin juga karena dulu naungan dari kaliandra masih ada sedangkan sekarang hampir seluruh kaliandra tua tersebut mati akibat kulit batang (dan tentu daun) dimakan oleh rusa. Perubahan ekosistem di dalam area terpagar ini sangat menarik untuk diamati, karena hanya dalam jangka waktu 2 tahun setelah rusa dilepas liar di area ini banyak vegetasi yang disukai rusa hilang, dan tanaman yang tidak disukai oleh rusa berkembang dengan pesat.

Perhatian harus mulai diberikan karena dominasi tanaman beberapa tumbuhan telah menurunkan daya dukung area kandang umbar 8HA dengan sangat drastis.  Nyaris tidak ada lagi tumbuhan yang bisa dimakan atau disukai oleh rusa. Pertanyaan dasar, bagaimana cara mengendalikan tanaman ini? dengan ekonomis dan tetap memperhatikan aspek lingkungan tentunya. Sebelum bisa mengendalikannya, tentu perlu kita mengetahui lebih dahulu apa itu Harendong bulu. Artikel ini tentu saja tidak akan menjawab tuntas pertanyaan diatas namun lebih merupakan upaya mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi di lapangan.

Literatur pertama yang saya buka adalah buku K. Heyne, yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia berjudul Tumbuhan Berguna Indonesia. Hal 1537.
Baca Lanjutannya…

Oleh: kareumbi | 9 Desember 2016

Jalan Akses Kareumbi Kembali Terputus

under_developmentUPDATE 11 Desember 2016 akses via Curug Sindulang sudah terbuka kembali, via Cimanggung masih tertutup untuk kendaraan roda 4 atau lebih.

Jalur akses menuju basecamp TBMK kembali terputus, demikian informasi yang diterima sore ini pkl. 17.30 WIB. Akses baik melalui Curug Sindulang maupun Cimanggung terputus untuk kendaraan roda 4 dan truk sedangkan kendaraan roda 2 (motor) masih bisa melalui Jembatan di Cimanggung. Jalur Cimanggung sedang diperbaiki sejak minggu yang lalu, sedangkan jalur Sindulang tertutup longsoran.

Longsoran ini menyebabkan dua desa yaitu Desa Sindulang dan Desa Tanjungwangi terisolasi. Saat ini sedang dalam penanganan petugas dengan masyarakat sekitar.

Longsor terjadi setelah sejak sore pukul 14.00 hujan deras disertai petir turun di sekitar kawasan TB. Masigit Kareumbi.

Informasi lain, jalur Cicalengka Kota juga terputus karena banjir sekitar pukul 17.00 dan sampai malam ini (20.00) diberitakan belum dapat dilalui. Selain itu di jalur Nagreg juga terjadi longsor di sekitar Kampung Bir, sehingga lalu lintas dua arah diarahkan melalui jalur lingkar Nagreg. Diberitakan pada 19.30 jalur Nagreg sudah dapat dilalui kembali.

Informasi selanjutnya akan kami update.

BELAJAR CINTA DARI POHON

Logo Wali Pohon Masigit KareumbiSebatang pohon yang kita lihat seolah hanya diam tak bergerak. Ia hanya bergerak ketika ada tenaga yang menggoyang batang dan daunnya. Ia tak akan melawan ketika manusia menyakitinya, bahkan dengan garang menebangnya. Pohon seperti makhluk yang patut dikasihani dan tak punya daya apa pun. Namun pohon memberikan apa yang tak sanggup manusia beri. Pohon memberi manfaat tak terhingga. Ia mampu memberikan manfaat terbaiknya pada manusia meski ia akan diam saja ketika manusia menyakitinya.

Pohon tak pernah ingkar dan khianat dalam tugasnya. Setiap saat pohon tak henti mengeluarkan oksigen yang manusia butuhkan dalam kehidupan ini. Dengan tak kenal lelah, pohon menghisap udara kotor, karbondioksida, lalu mengubahnya hingga udara menjadi bersih dan sejuk. Secara disiplin ia memekarkan bunga dan meruntuhkan buahnya saat musim buah. Lewat akarnya, pohon bisa menahan air dan tanah yang mampu melindungi dari kekeringan dan longsor. Lewat daunnya yang lebat, pohon setiap hari memberikan kelembaban pada udara dan ikut andil dalam proses turunnya hujan.

Saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotoran di balik pohon, ia tetap memberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi. Manusia melemparnya dengan batu, ia membalas dengan buah dan bunga. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, ia membalas dengan getah dan buah yang lebat. Itulah pohon.

Pohon mengajari cinta tak berbatas pada manusia, pada kita. Cinta yang tumbuh dalam suka maupun duka. Ia memiliki kekuatan memberi yang tak pernah pudar. Bahkan saat suasana yang menyakitkan menimpa pohon, ia pun sanggup memberi cinta terbaiknya. Cinta pohon bagi lingkungan akan berakhir saat ia mati. Tapi, cinta itu sesunguhnya tak akan mati. Karena lewat angin, air, serangga, dan hewan lainnya, pohon menitipkan bijinya untuk disebarkan di seluruh bumi-Nya.

Pohon memang bisa mati, namun cintanya sungguh masih ia tinggalkan untuk manusia dan makhluk-makhluk lainnya yang membutuhkan keberadaannya. Pohon tetap memberi meski ia mati. Biji yang ia titipkan pada angin akan bersemi di seluruh penjuru mata angin. Biji yang ia titipkan pada air, akan menyeruak tumbuh di tempat yang mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya. Biji yang ia titipkan pada serangga, akan dibawa dengan setia lalu ditempatkan di tanah terbaik yang memungkinkannya untuk tumbuh. Mereka, biji-biji pohon yang telah dititipkan, akan terus berkembang meneruskan cinta pohon sebelumnya.

Pohon… bisakah kami belajar dari cintamu yang tak pernah mati? Lalu tetap meneruskan cinta kami meski kelak kami pun menemui kematian. True love is never ending. This is the Love of Trees.

Dikutip dari Buku KETIKA POHON BERSUJUD Karya Achmad Siddik Thoha (Penerbit Pandu Aksara, 2011)

Musim hujan yang dimulai pada bulan September ini menjadi awal bagi Musim Tanam 2016-2017 untuk program Walipohon di Kareumbi, maka dari itu tahap awal sebelum melakukan penanaman adalah Survey Lokasi Tanam yang akan dijadikan sebagai lokasi penanaman. Sesuai dengan kebijakan manajemen, bahwa area tanam akan diperluas ke arah Barat yaitu di Desa Tegalmanggung namun tetap dalam blok kerenceng maka diperlukan survey lokasi penanaman. Berikut tahapan kegiatan yang dilakukan oleh manajemen untuk melakukan survey lokasi tanam.

TUJUAN DAN TAHAPAN KEGIATAN

  1. Mendapatkan gambaran area yang akan menjadi lokasi tanam Wali Pohon 2016 – 2017
  2. Mendapatkan kontak person dari pihak kewilayahan yang dapat dijadikan koordinator penanaman (mandor tanam).
  3. Melakukan survey bersama-sama mandor tanam
  4. Membuat dokumentasi area tanam dan melaporkannya kepada manajemen

HASIL KEGIATAN

1. Pada tanggal 03 November 2016 dilakukan survey ke area tanam di blok Kerenceng Barat. Arah masuk dari Kp. Babakan. Koordinat lokasi 6°56’52.39″S 107°53’21.39″E

peta

2. Lokasi sesuai dengan kriteria pemilihan lokasi tanam Walipohon, yaitu antara lain: area kosong atau minim tegakan pohon (<50 batang per ha), berada pada terrain yang  miring, di sekitar border kawasan, tersedia akses untuk para pekerja tanam dari desa sekitar (garis warna kuning adalah jalur jalan akses, ±1,7km).

3. Koordinator penanaman sudah diperoleh yaitu Pak Edi warga Kp. Ciseupan

4. Gambaran vegetasi lokasi tanam didominasi kaliandra, salihara, bambu dan alang-alang. Tegakan sangat minim <10 batang per ha.

5. Plot tanam 2016-2017 adalah: WALI 10, MAPEKA, BADGERS INDONESIA, LIONS CLUB JAKARTA COSMOPOLITAN, dan PATAGA INDONESIA.

FOTO LOKASI TANAM

lokasi-penanaman

Gambar 1 Lokasi penanaman MT 2016-2017

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori