Oleh: kareumbi | 12 Juni 2019

Berlari sambil merawat hutan!

Masigit Kareumbi turut serta mendukung kampanye merawat hutan yang dikemas dalam acara fun run Ku Lari ke Hutan. Kegiatan yang keren sangat ini digalang oleh Hutanitu.id. Ayo berlari sejauh-jauhnya dalam tempo 2 jam karena setiap lari sejauh 5km, maka satu pohon sudah diadopsi. Catat tanggalnya 30 Juni 2019 di Pintu 4 GBK Senayan.

Oya, Masigit Kareumbi juga akan membuka booth disana. Temen-temen bisa ngobrol dengan para #penjagaHutan Kareumbi dan anggota Wanadri.

Kita jaga hutan, hutan jaga kita.
Play hard, respect harder.

#KuLariKeHutan #JagaHutan #kareumbi #wanadri
#TBMK #playhardrespectharder

Oleh: kareumbi | 4 Juni 2019

Selamat Idul Fitri 1440H

Lembahan sungai Ci Tarik dengan latar belakang Gunung Kareumbi dan Puncak Kerenceng

Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin.
Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya. Aamiin ya rabbal’alamin.

Alhamdulillah, distribusi titipan bingkisan lebaran 1440H telah selesai dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2019.
Program titipan bingkisan pada tahun ini telah menerima 126 paket yang berasal dari 10 donatur dengan nilai donasi diuangkan sejumlah Rp. 10.325.000,00.
Titipan bingkisan telah didistribusikan kepada para penerima di sekitar kawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi, penerima titipan bingkisan lebaran yaitu anak yatim piatu sejumlah 32 orang, jompo RW 06 Kab. Bandung sejumlah 21 orang, jompo RW 07 Kab. Bandung sejumlah 20 orang, jompo RW 08 Kab. Sumedang sebanyak 30 orang, jompo Kp. Cimulu Kab Garut sejumlah 3 orang, Pesantren Al-Hidayah Kab Sumedang sebanyak 10 paket, dan Pesantren Bahrul Hidayah sebanyak 10 paket

Terimakasih atas dukungan dan partisipasinya, semoga Allah SWT membalas budi baik bapak/ibu sekalian.

Titipan Bingkisan Lebaran 2019

Oleh: kareumbi | 16 Mei 2019

Pengembangan Rusa Jawa di TBMK, mungkinkah?

Pengembangan
Rusa Jawa di TBMK, mungkinkah?

Banyak pihak ternyata masih meragu. Bahkan mungkin tidak terasa, keraguan itu hadir diantara kami sendiri. Tulisan ini mencoba melakukan exercise terhadap isu keraguan tersebut dari sudut pandang opini yang berusaha optimis terhadap pengembangan rusa jawa (Rusa timorensis) di TBMK. Sebagai pegiat kami tentu saja harus terus optimis kan :). Namun demikian landasan data, fakta dan referensi peraturan perundangan yang tetap dibutuhkan. Tulisan ini dibuat untuk menguji rencana-rencana yang ada di TBMK.
Bagi anda yang malas untuk membaca keseluruhan tulisan dan ingin menemukan jawaban pendek (semoga anda tidak merugi), silahkan loncat ke akhir tulisan dan baca satu baris kutipan di ujung artikel ini.

Saran, kritik dan perbaikan terhadap tulisan ini dapat dikirimkan kepada echo at tbmk dot org. Sebagian isi tulisan diadaptasi dari Dokumen Cetak Biru TBMK, Manajemen TBMK. Bandung 16 Mei 2019. Dirgahayu 55 Tahun Wanadri.

Baca Selengkapnya..
Oleh: officetbmk | 13 Mei 2019

Kareumbi Camping Ramadhan

Memeriahkan berpuasa di bulan suci Ramadhan, tak luput dari menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sanak saudara. Untuk mempererat tali persaudaraan di alam terbuka, Taman Buru Masigit Kareumbi menyediakan paket camping untuk minimal 10 orang. Nikmati suasana berbuka dan sahur di tengah hutan dengan saudara tersayang.

Ciptakan momen seru di bulan suci ini dengan beramal melalui menanam pohon, sekaligus bercengkrama dengan saudara dan kerabat terdekat sekalian. Info dan reservasi, silahkan hubungi kontak kami:

Wisata Alam Tropis
Phone : +62 859 5622 6039 atau Whatsapp : +62 321 1170 1991

Salam Lestari.

Oleh: officetbmk | 13 Mei 2019

Buka Bareng di Kareumbi

WhatsApp Image 2019-05-13 at 1.52.48 PM

Di bulan suci Ramadhan ini, dalam menunaikan ibadah puasa sebaiknya senantiasa kita isi dengan kegiatan yang positive.

Taman Buru Masigit Kareumbi menyediakan paket ngabuburit di hutan untuk mempererat tali silaturahmi rekan-rekan sekalian, sambil belajar tentang kearifan lokal dari warga desa yang lokasinya ada di dalam hutan.

Ciptakan momen seru di bulan suci ini dan tak lupa beramal dengan cara menanam pohon di area kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi.

Dengan menggunakan mobil safari, kami akan mengajak rekan-rekan sekalian untuk melihat langsung suasana dan kegiatan warga Desa Cigumentong, dilanjut dengan berkeliling di dalam hutan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Ada apa sih, di Desa Cigumentong ini?
Untuk info dan reservasi, silahkan menghubungi kontak kami:

Wisata Alam Tropis
Phone : +62 859 5622 6039 atau Whatsapp : +62 321 1170 1991

Salam Lestari.

Oleh: officetbmk | 13 Mei 2019

Titipan Bingkisan Lebaran 2019

2019 TBMK poster - TBL titipan bingkisan lebaran 1440H

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, banyak kebaikan yang dapat kita bagi pada sesama umat muslim. Pada Ramadhan 1440H kali ini, Manajemen Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) kembali hadir menerima titipan bingkisan lebaran yang akan diserahkan kepada masyarakat di sekitar hutan konservasi TBMK.

Bingkisan tersebut dapat berupa paket sembako seperti beras, minyak, gula pasir, dan barang konsumsi lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Anda dapat menyalurkan donasi uang atau barang langsung ke kantor TBMK di Jl. Arumanis No. 25, Cigadung, Bandung. atau melalui transfer ke rekening Bank BNI a/n TBMK dengan nomor rekening 5.89.89.89.99 sebelum tanggal 22 Mei 2019. Rencana distribusi akan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2019.

Konfirmasi titipan donasi dan transfer dapat menghubungi Raina di nomor 087827119146. Atas dukungan dan partisipasinya kami ucapkan terimakasih.

Salam lestari.

Titipan Bingkisan Lebaran Tahun 2018

Titipan Bingkisan Lebaran Tahun 2017

 

Oleh: kareumbi | 26 April 2019

TBMK sebagai Kampus Alam

Field trip mahasiswa dan pengajar dari mancanegara
bersama tim dosen dan mahasiswa SITH Biologi ITB ke TBMK (2018-08-15)

Taman Buru Masigit Kareumbi sejak tahun 2009 telah di deklarasikan sebagai kampus alam. Sebuah ruang kelas tanpa dinding, ruang belajar tanpa sekat yang dapat menjadi Daerah Tujuan Studi (DTS; sebagai istilah tandingan untuk Daerah Tujuan Wisata – DTW) baik kalangan akademisi seperti para mahasiswa, dosen, peneliti maupun publik secara lebih luas.

Studi yang bisa dilakukan tidak sebatas penelitian dan pengembangan dengan topik yang langsung terkait dengan alam serta hutan seperti dari fakultas biologi, geologi, geodesi, kehutanan, peternakan dan pertanian. Tapi juga dapat mencakup bidang keilmuan lain. Sebagai contoh saat ini (2018-2019) ada empat orang mahasiswa S2 Psikologi Universitas Padjadjaran yang sedang melakukan studi persepi terhadap masyarakat di sekitar kawasan hutan. Pada tahun sebelumnya ada mahasiswa S2 Arsitek Landscape yang mengambil thesis tentang desain lansekap taman buru. Beragam cabang keilmuan bisa tumpah ruah mendapatkan topik-topik yang sangat menarik di dalam maupun sekitar kawasan hutan TBMK.

Lihat di halaman ini untuk melihat daftar topik studi dan penelitian yang telah dilakukan oleh kalangan akademisi di TBMK.

Oleh: officetbmk | 22 April 2019

HERTEN JACHT TE BANDONG

Herten Jacht te Bandong
sumber: Universitas Leiden

 

 

Berburu adalah salah satu kegiatan mata pencaharian sejak jaman dahulu sekitar tiga juta sampai sepuluh ribu tahun yang lalu. Awal mula berburu hewan adalah untuk mempertahankan hidup manusia dengan alat-alat yang masih sederhana dari batu, tulang, atau kayu. Pada jaman penjajahan Belanda di wilayah ibu kota Kongsi Dagang Belanda VOC membuat sayembara memburu hewan karena konflik hewan dan manusia selalu terjadi disana.

Berburu rusa di Bandung ternyata sudah ada pada jaman dahulu kala, hal ini dibuktikan dengan adanya lukisan tempo dulu karya Adrianus Johannes Bik yang dibuat sekitar tahun 1819-1820. Lukisan tersebut diberi judul “Herten jacht te Bandong” yang memiliki arti berburu rusa di Bandung menggambarkan suasana dengan rumah panggung yang besar di area perburuan rusa oleh militer Belanda. Adrianus Johannes Bik adalah juru gambar pertama yang disiarkan oleh Keputusan Kerajaan. Peraturan pertama kali diterbitkan pemerintah kolonial pada tahun 1931 tentang Ordonansi Perburuan (Jachtordonnantie 1931 Staatsblad 1931 Nummer 133), peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi dan diganti dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Sumber:

Sejarah Bandung

Wikipedia

 

 

 

 

Oleh: officetbmk | 10 April 2019

Monster

oleh Agung Ganthar Kusumanto 10 April 2019

Salah satu perbedaan rangga pada Cervidae (keluarga rusa) dan tanduk pada Bovidae (keluarga banteng) adalah rangga seperti pada rusa mengalami tanggal rutin. Setiap tahun rusa jantan menumbuhkan rangganya, dari ukuran yang kita sebut knob berselubung kulit yang akan terus tumbuh memanjang (seperti banyak digambarkan pada rusa di film-film santaklaus) hingga sampailah tingkat kematangan sempurna dan rusa akan mengelupaskan kulit rangga dengan menggesekkan rangga pada benda-benda keras seperti pohon, lalu menyisakan rangga keras sempurna yang semakin lama akan semakin keras dan kehilangan kelenturannya. Dan sebelum waktunya tanggal, rangga sering patah terlebih dahulu. Kebiasaan bertarung rusa jantan, rangga kemudian patah ketika beradu, entah dengan pohon, atau juga seringkali karena rangga lain sesama jantan.

Baca Selengkapnya..

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori