Oleh: officetbmk | 22 April 2019

HERTEN JACHT TE BANDONG

Herten Jacht te Bandong
sumber: Universitas Leiden

 

 

Berburu adalah salah satu kegiatan mata pencaharian sejak jaman dahulu sekitar tiga juta sampai sepuluh ribu tahun yang lalu. Awal mula berburu hewan adalah untuk mempertahankan hidup manusia dengan alat-alat yang masih sederhana dari batu, tulang, atau kayu. Pada jaman penjajahan Belanda di wilayah ibu kota Kongsi Dagang Belanda VOC membuat sayembara memburu hewan karena konflik hewan dan manusia selalu terjadi disana.

Berburu rusa di Bandung ternyata sudah ada pada jaman dahulu kala, hal ini dibuktikan dengan adanya lukisan tempo dulu karya Adrianus Johannes Bik yang dibuat sekitar tahun 1819-1820. Lukisan tersebut diberi judul “Herten jacht te Bandong” yang memiliki arti berburu rusa di Bandung menggambarkan suasana dengan rumah panggung yang besar di area perburuan rusa oleh militer Belanda. Adrianus Johannes Bik adalah juru gambar pertama yang disiarkan oleh Keputusan Kerajaan. Peraturan pertama kali diterbitkan pemerintah kolonial pada tahun 1931 tentang Ordonansi Perburuan (Jachtordonnantie 1931 Staatsblad 1931 Nummer 133), peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi dan diganti dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Sumber:

Sejarah Bandung

Wikipedia

 

 

 

 

Oleh: officetbmk | 10 April 2019

Monster

oleh Agung Ganthar Kusumanto 10 April 2019

Salah satu perbedaan rangga pada Cervidae (keluarga rusa) dan tanduk pada Bovidae (keluarga banteng) adalah rangga seperti pada rusa mengalami tanggal rutin. Setiap tahun rusa jantan menumbuhkan rangganya, dari ukuran yang kita sebut knob berselubung kulit yang akan terus tumbuh memanjang (seperti banyak digambarkan pada rusa di film-film santaklaus) hingga sampailah tingkat kematangan sempurna dan rusa akan mengelupaskan kulit rangga dengan menggesekkan rangga pada benda-benda keras seperti pohon, lalu menyisakan rangga keras sempurna yang semakin lama akan semakin keras dan kehilangan kelenturannya. Dan sebelum waktunya tanggal, rangga sering patah terlebih dahulu. Kebiasaan bertarung rusa jantan, rangga kemudian patah ketika beradu, entah dengan pohon, atau juga seringkali karena rangga lain sesama jantan.

Baca Selengkapnya..
Oleh: kareumbi | 8 April 2019

Musim Tanam Wali Pohon 2018-2019 telah selesai!

Program tanam dan pelihara Wali Pohon Masigit Kareumbi musim tanam 2018-2019 sudah selesai dilaksanakan. Meski pada saat ini hujan masih turun dengan deras, namun kami perkirakan sudah berada pada ujung musim hujan, sehingga program penanaman pun telah waktunya untuk kami tutup. Kita akan mulai kembali musim tanam yang baru pada sekitar November-Desember 2019 yang akan datang.

Pada musim tanam yang baru kita lalui ini, kami telah menanam 5.382 pohon dengan pengadopsi tercatat atasnama:

  1. WALI INDIVIDU 12 (315 pohon, 126 individu)
  2. ABDULLAH FADRIANSYAH
  3. NU’EST BAEKHO
  4. PT BIO FARMA (Persero)
  5. PT. PLN PUSHARLIS
  6. STIE EKUITAS
  7. PT JOJONOMIC INDONESIA
  8. GLOBAL SHAPERS BANDUNG HUB
  9. ACINTYA PANKA – RAWA LAUT
  10. PT. BANK BJB

Terimakasih kepada para pengadopsi. Semoga pohon yang disumbangkan untuk kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi dapat terus tumbuh dan menambah area tutupan hutan. Pada bulan Mei atau Juni, kami akan menyelenggarakan pemeliharaan awal setelah tanam untuk plot-plot diatas. Kemudian disusul masa pemeliharaan tengah tahun pada Agustus – September untuk tanaman yang telah ditanam tahun sebelumnya. Dan kemudian menjelang musim hujan kita lakukan pemeliharaan sekaligus sensus untuk persiapan sulam pada musim tanam 2019-2020.

Untuk melihat foto perkembangan pohon dapat mengakses album foto melalui website walipohon. Klik tautan Galeri Pohon dan pilih album foto sesuai nama plot tanam anda.

Bagi anda yang ingin berpartisipasi mengadopsi pohon di TB. Masigit Kareumbi melalui program Wali Pohon, dipersilahkan mendaftarkan diri untuk musim tanam 2019-2020 yang akan datang melalui tautan program konservasi TBMK. Juga dapat menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Oleh: officetbmk | 15 Februari 2019

Informasi penutupan Area Rumah Pohon

Oleh: officetbmk | 14 Februari 2019

Sensus Wali Pohon Tahun 2018

Pada bulan September-Desember 2018 telah berlangsung pemeliharaan pohon tengah tahun. Pekerjaan ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu memelihara lorong tanam, menyiangi tanaman dari gulma, dan menggunakan hasil penyiangan untuk dimulsakan di sekeliling pohon.

Plot tanam yang dilakukan pemeliharaan adalah dari Musim Tanam (MT) 2015-2016, 2016-2017, dan 2017-2018. Jumlah Plot yang di pelihara sejumlah 49 plot, dengan jumlah pohon mencapai 24.698 batang.

Berikut data Sensus Wali Pohon pada Tahun 2018:

Untuk foto-foto sensus pohon saat ini sedang dilakukan updating secara bertahap dan dapat dilihat melalui album foto google photos. Untuk informasi link foto album anda dapat menghubungi walipohon at tbmk.org.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian, dukungan, dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Salam Lestari,

Tim Wali Pohon Masigit Kareumbi

Oleh: kareumbi | 30 November 2018

Penataan Blok TB. Masigit Kareumbi #1

Sumber: BBKSDA Jabar (dengan modifikasi)

Pada seri tulisan ini kami akan mencoba melakukan exercise ide perihal penataan blok dalam kawasan taman buru.

Kegiatan penataan blok di dalam TB. Masigit Kareumbi telah dilaksanakan pada tahun 2017 oleh BBKSDA Jabar dan secara definitif ditetapkan pada bulan Januari 2018 oleh Dirjen KSDAE. Penataan blok yang dilakukan ini mengacu pada peraturan penataan di kawasan selain taman buru yaitu Peraturan Menteri LHK No. 76 tahun 2015 tentang Kriteria Zona Pengelolaan Taman Nasional dan Blok Pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam. Peraturan ini sebetulnya tidak mengatur penataan di dalam kawasan taman buru.
Hal ini dilakukan karena norma dan kriteria atau sering disebut NSPK (Norma Standar Prosedur dan Kriteria) untuk penataan blok di Taman Buru belum ada (per November 2018 hal ini sedang disusun), sehingga untuk mengisi kekosongan, pemerintah mengambil kebijakan untuk menggunakan peraturan penataan blok yang sudah ada untuk kawasan KSA (Cagar Alam dan Suaka Margasatwa) serta KPA (Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam).
Walaupun belum sesuai, setidaknya hal ini merupakan langkah maju dalam pengelolaan kawasan khususnya taman buru dan memperlihatkan political willing untuk penataan kawasan yang lebih baik. 

Baca Selengkapnya..
Oleh: kareumbi | 30 November 2018

Pagar 9 Hektar: Penanaman Rumput Steno

Rumput Steno di demplot staanplaats di TBMK

Setelah selesainya pagar 9ha, kegiatan selanjutnya sesuai jadwal kegiatan adalah penanaman rumput steno di pinggir jaluran pagar. Penanaman ini dilakukan selain sebagai cadangan pakan, juga untuk mengurangi erosi permukaan akibat pekerjaan pembersihan jalur pagar yang dilakukan sebelumnya. Minimalisasi dampak menjadi kegiatan yang penting dilakukan terutama apabila kita bergiat di dalam kawasan konservasi.

Rumput Steno

Rumput ini merupakan salah satu jenis rumput yang diuji tanam di TB. Masigit Kareumbi dalam upaya untuk menemukan jenis rumput pakan satwa rusa yang cocok dengan habitat dan kondisi lingkungan di TBMK.

Rumput ini memiliki beberapa nama diluar negeri antara lain buffalo grass (Australia);  St. Augustine grass (USA);  buffalo couch (Vanuatu);  chiendent de boeuf, gros chiendent (Prancis);  pimento grass (Jamaica);  manienie-haole, akiaki-haole (Hawai’i);  pasto San Augustín, falso kikuyu, grama San Agustín, lastÓn, gramÓn, gramillÓn (Spanyol). Di Indonesia kami biasa menyebutnya dengan Rumput Steno.
Merupakan terna tahunan, memiliki stolon, dapat membentuk hamparan rapat dengan ketinggian sampai 20 cm bahkan observasi kami memperlihatkan pada naungan berat, Steno bisa mencapai lebih dari itu.

Penanaman rumput Steno di luar jaluran pagar 9 hektar

Rumput ini mulai kami tanam dalam beberapa demonstration plot sejak tahun 2015-2016 bersama beberapa jenis rumput lain seperti Cynodon nlemfluensis, Brachiaria decumbens, Axonopus compressus, Brachiaria ruziziensisPaspalum notatum, Paspalum atratum dan Paspalum dilatatum. Rumput induknya kami dapatkan dari Balitnak Bogor.

Karakter yang kami senangi dari rumput Steno adalah:
1) mampu tumbuh baik dalam naungan (literatur menyebutkan sampai 40%),
2) mampu bersaing dengan tanaman gulma lain (artinya cukup invasif, kita harus juga waspada terhadap hal yang satu ini) dan
3) sangat disukai satwa, tidak saja rusa dan kambing bahkan belalang dan ayam terlihat sangat menyukai rumput ini. 

Namun demikian, pada musim kemarau kemarin (Juli – Oktober 2018) dengan penyinaran penuh, rumput steno terlihat agak mengering, ditandai dengan pucuk-pucuk daun yang menguning. 

Demplot rumput steno 2.500m2 di paddock rusa 8 hektar, pucuk terlihat agak menguning terutama pada area yang mendapat penyinaran penuh

Rumput tetap berhasil melewati kemarau dengan baik dan ketika hujan turun 2-3x rumput dengan cepat kembali menghijau. 

Rumput steno diluar jaluran pagar 28 hektar yang sudah membentuk dense mat dan mampu menghalau serangan gulma eksotis yang tidak dimakan oleh satwa herbivora seperti teklan dan harendong bulu. Upaya penanaman ini dalam rangka meningkatkan daya dukung kawasan untuk satwa rusa.

Oleh: kareumbi | 9 November 2018

Camera Trapping di TBMK

20181108_145633 camtrap

Camera Trap TBMK, dilengkapi dengan security case

Camera Trap dalam bahasa indonesia disebut kamera jebak, adalah unit kamera yang dapat diaktifasi secara otomatis karena dilengkapi dengan sensor untuk menditeksi gerakan atau cahaya. Kamera tipe ini biasanya digunakan untuk merekam foto (dapat juga merekam video pada beberapa tipe) dari pergerakan satwa liar yang melintas di depan kamera. Kamera jebak sudah digunakan oleh para peneliti dan pegiat di bidang satwa liar dan ekologi sejak lama. Selain itu juga digunakan untuk kepentingan pemburu dan melihat satwa liar, kamera jebak juga seringkali digunakan untuk riset ekologi sarang, deteksi satwa langka, studi populasi dan lain sebagainya.

Keunggulan penggunaan kamera jebak adalah kita dapat merekam data yang akurat tanpa menganggu satwa. Sehingga dengan demikian kita dapat mengambil data yang sangat berharga ini dan dapat direview oleh orang lain. Berbeda apabila kita mengamati satwa secara langsung.

macan kareumbi

Di TBMK, kami menggunakan kamera ini untuk memantau satwa yang ada di sekitar basecamp. Terutama pemantauan habitat rusa timor dan pergerakan macan kumbang (Panthera pardus). Footage video duo macan kumbang tahun 2016 yang kami dapatkan di sekitar basecamp merupakan peristiwa yang cukup mendebarkan, karena kedua ekor macan itu memangsa rusa yang ada dalam penangkaran TBMK.

Kamera yang kami gunakan adalah merek Bushnell, dengan tipe Trophy Cam HD lansiran tahun 2015 yang memiliki resolusi maksimum 12MP. Dapat memuat baterai tipe AA sejumlah maksimum 8 unit dan storage card format SD dengan kapasitas 16 Gb.

Kamera jebak merupakan salah satu peralatan yang sangat berguna dalam membantu dalam pengelolaan kawasan khususnya dalam rangka pengamatan dinamika populasi dan ekologi rusa. Seringkali ditemukan banyak hal menarik diluar target foto yang direncanakan. Terkadang masuk dalam frame berbagai satwa lain yang dapat memperkaya data inventarisasi satwa yang ada di kawasan. Foto-foto seperti ayam hutan, burung, musang, monyet bahkan manusia sering terekam oleh kamera trap dan tidak jarang mengundang senyum ketika kita melakukan analisa fotonya.

 

 

Oleh: kareumbi | 26 Oktober 2018

Benchrest shooting range

benchrest shooting range

Calon area benchrest shooting range di TBMK.

Benchrest shooting range (BSR) adalah lapangan tembak khusus untuk melakukan zero-ing senjata sebelum pemburu melakukan perburuan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akurasi senjata dalam kondisi terbaik setelah senjata dibawa dari satu tempat menuju taman buru. Keberadaan shooting range ini menjadi keharusan sebelum dilakukannya perburuan berbasis konservasi (PBK).

Beberapa parameter yang menjadi pertimbangan dalam desain shooting range di kawasan konservasi adalah cemaran suara/akustik area, cemaran timbal dari peluru, dan terutama area security, baik dari satwa ataupun akses manusia. Selain itu beberapa ketentuan menyatakan perlunya jarak target yang beragam yaitu 50, 100 dan 200 yard. Untuk itu perlu dibuat dokumen desain struktur dan area yang cukup terperinci dan SOP dalam mengoperasikan shooting range.

Oleh: kareumbi | 26 Oktober 2018

Fencing 9 Hektar: Temu gelang

Keseluruhan segmen pagar rusa 9 hektar telah selesai dibentang pada Rabu, 24 Oktober 2018, sekaligus temu gelang dengan pagar 28 hektar. Pekerjaan selanjutnya adalah:

  1. Pemasangan tiang dropper 1″ sejumlah 80 batang dan mengikatnya
  2. Memasang ground anchor dengan spasi 6 meter untuk pengamanan bagian bawah pagar
  3. Memasang 1 unit flood gate ukuran lebar 5 meter di jembatan wisma
  4. Memasang 2 unit truck gate ukuran lebar 3 meter di jalan menuju saung jangkung dan bungur
  5. Memasang 1 unit service gate di area parkir sensory garden
  6. Menanam rumput di pinggir pagar untuk mengurangi erosi

Masih cukup banyak pekerjaan, mudah-mudahan dapat diselesaikan sebelum masuk musim hujan. Target penyelesaian 2 minggu.

 

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori