ASOSIASI SPESIES INVASIF DENGAN TUMBUHAN PAKAN RUSA
JAWA (Rusa timorensis de Blainville,1822) DI TAMAN BURU MASIGIT
KAREUMBI, JAWA BARAT

DESIANA ZULVIANITA, Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung, 2018

Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan kawasan konservasi yang dikelola untuk perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya hayati, diantaranya melalui pengembangan wisata buru. Salah satu satwa buru yang saat ini dikembangkan adalah rusa jawa (Rusa timorensis).
Namun, kehadiran spesies tumbuhan invasif berisiko menurunkan ketersediaan pakan bagi rusa jawa, sehingga pengelola harus memenuhi kebutuhan pakan dari luar kawasan. Penanganan masalah tumbuhan invasif ini perlu ditunjang oleh informasi yang memadai tentang aspek-aspek ekologis, diantaranya mengenai asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies pakan dan non-pakan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan spesies invasif sebagai rekomendasi dalam peningkatan ketersediaan pakan rusa
sekaligus mengendalikan kehadiran spesies invasif. Pengambilan data dilakukan dengan survei vegetasi di Cluster I area perencanaan buru seluas 200 ha untuk ditentukan keanekaragaman pakan dan asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan pakan dan non-pakan. Survei vegetasi menggunakan plot kuadrat bertingkat berukuran 20×20 meter sebanyak 60 buah, yang disebar pada hutan alam (8 plot), hutan sekunder (35 plot), dan area terbuka (17 plot). Hasil analisis data vegetasi menunjukkan keanekaragaman pakan tertinggi ada di hutan alam (Hˈ = 3,048), diikuti area terbuka (Hˈ = 2,872), dan hutan sekunder (Hˈ = 2,446). Spesies invasif cenderung memiliki INP tertinggi di hutan sekunder (139,9), diikuti hutan alam (126,2), dan area terbuka (44,3). Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi spesies invasif, dipilih Ageratina riparia dan Clidemia hirta untuk diteliti asosiasinya. Analisis asosiasi dilakukan melalui Tabel
Kontingensi 2×2, kemudian dihitung kekuatan asosiasinya menggunakan Indeks Ochiai (IO). Kekuatan asosiasi berada pada rentang 0-1, dengan 0 memiliki kekuatan asosiasi sangat rendah dan 1 memiliki kekuatan asosiasi sangat tinggi. Berdasarkan analisis tingkat asosiasi, diperoleh informasi bahwa tumbuhan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Ageratina riparia adalah Etlingia coccinea (1), Oplismenus compositus (1), Clidemia hirta (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,926), Lantana camara (0,707), Melastoma malabathricum (0,5), dan Rubus moluccanus (0,5). Beberapa spesies yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Clidemia hirta,
yaitu Oplismenus compositus (0,756), Carex baccans (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,535), Schima wallichii (0,535). Berdasarkan informasi tersebut, untuk peningkatan ketersediaan pakan bagi rusa jawa perlu dilakukan pengayaan dengan spesies, Oplismenus compositus, Melastoma malabathricum, Rubus moluccanus, Carex baccans, dan Dysoxylum arborescens, karena selain memiliki nilai IO tinggi, spesies tersebut tidak tergolong sebagai spesies invasif di kawasan TBMK

Kata kunci: asosiasi, Indeks Ochiai, tabel kontingensi 2×2, tumbuhan invasif

Oleh: kareumbi | 12 Januari 2020

Kareumbi Deer Signage!

PERHATIAN!
Oleh: kareumbi | 16 Desember 2019

Penutupan Sekolah Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Sesi akhir Sekolah Konservasi Masigit Kareumbi 2019, 15 Desember 2019, Basecamp TB. Masigit Kareumbi. Peserta 148 orang. Sampai bertemu kembali wahai konservasionis muda, semoga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

Info kegiatan: gg.gg/skmk2019
Album Foto : sedang diproses
Materi dari narasumber: sedang diproses

Oleh: kareumbi | 6 Desember 2019

Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Info selanjutnya klik disini

Oleh: kareumbi | 26 November 2019

Symbiosis mutualism

Rusa timorensis x Corvus enca

Mutualism describes the ecological interaction between two or more species where each species has a net benefit [wikipedia]

Baru kali ini melihat burung gagak hinggap di atas pundak rusa. Tanpa rusa merasa terganggu. Ada frame yang memperlihatkan si gagak sedang mematuki sesuatu di punggung rusa. Mungkin lalat atau kutu. Adaptasi alamiah yang mempesona.

Sudah lama ingin kesini, waktu (menjabat) Pangdam (Siliwangi) tidak sempat. Akhirnya sekarang bisa kesini.“, Demikian seloroh dari Kang Doni Monardo yang sekarang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya tim dari Dewan Pengurus (DP) Wanadri beraudiensi di Kantor BNPB, Jakarta.

Terlambat hampir dua jam dari jadual akibat agenda beliau yang padat tidak menyurutkan langkah jenderal bintang tiga ini menuju basecamp Wanadri di TB. Masigit Kareumbi. Pagi hari acara FGD dengan kalangan akademisi di ITB, kemudian siangnya kegiatan pembekalan kepada para Dandim di Pusdikter Cimahi, rombongan BNPB meluncur menuju meeting point di Kantor SAR Bandung di Parakanmuncang. Tiba di KanSAR disambut oleh Kang Deden Ridwansyah selaku Kepala KanSAR dan jajaran. Setelah beramah tamah dengan pihak Basarnas, tidak menunggu lama Kang Doni segera masuk ke unit kendaraan 4wd.

Baca Selengkapnya..
Oleh: kareumbi | 2 November 2019

SUT

(mungkin) Okto – bayi laki-laki yang lahir di bulan Oktober 2012
(Foto 01/11/2019 di plot 9 ha oleh Satrio Mandiri)
Oleh: officetbmk | 24 September 2019

ITB74 Peduli Lingkungan Adopsi 1.143 Pohon

Foto bersama setelah simbolis penanaman bibit pohon

Pada kesempatan kali ini ITB74 Peduli Lingkungan berkunjung ke Taman Buru Masigit Kareumbi tepatnya pada tanggal 14-15 September 2019 sebagai bentuk aksi Peduli terhadap Lingkungan khususnya wilayah Taman Buru Masigit Kareumbi. Sebanyak 35 peserta asal Jakarta dan 15 peserta asal Bandung mengikuti kegiatan ini.

Perlu diketahui bahwa sebanyak 1.143 pohon akan di adopsi oleh alumni ITB74 pada program Wali Pohon ini. Pada saat acara berlangsung dilakukan simbolis Tanam Pohon sebagai bentuk dari program Wali Pohon, dengan menanam 30 bibit pohon yang berlokasi di belakang kantin kawasan TBMK.

Alumni ITB74 sedang berjalan meninjau kawasan TBMK

Rangkaian kegiatan dari ITB74 Peduli Lingkungan ini diantaranya adalah:

  1. Simbolis Tanam 30 bibit pohon
  2. Pertemuan batas 3 (tiga) Kabupaten
  3. Berkunjung ke Rumah Pohon untuk diskusi dan foto bersama
  4. Paparan mengenai kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi oleh kang Echo
  5. Penyampaian oleh Satgas Citarum Harum
  6. Hiburan kesenian asli
  7. Olahraga bersama dan safari rusa
  8. Tinjau Kandang Rusa dan persemaian di Stamplat

Semoga bentuk aksi peduli lingkungan ITB74 dapat menginspirasi kita semua untuk peduli terhadap lingkungan dan semoga dengan banyaknya pohon yang diadopsi, kawasan TBMK semakin hijau. Aminn

Peserta Pelatihan Taksidermi 2-4 September 2019

Pada tanggal 2-4 September perwakilan manajemen TBMK telah mengikuti kegiatan Pelatihan Taksidermi dalam rangka acara open house hari ulang tahun Museum Zoologicum Bogoriense ke 125 tahun. Kegiatan ini bertempat di Gedung Widyasatwaloka Puslit Biologi LIPI.

Materi dalam kegiatan kali ini adalah Pengawetan kulit binatang yang dibagi menjadi 3 Taksa yaitu mamalia, burung, dan herpet. Materi ini dibawakan oleh Bpk. Martua H Sinaga, S. Si selaku staf dari Museum Zoologicum Bogoriense. Sebanyak 80 Universitas program Pendidikan Biologi di wilayah Indonesia pun turut diundang dalam kegiatan ini.

Proses taksidermi mamalia oleh Kang Tatang Eka Jaya (Staf TBMK)

Salah satu staff TBMK kang Tatang Eka Jaya mendapat kesempatan untuk melakukan Taksa mamalia. Beberapa proses diantaranya adalah pemisahan anatara kulit dan karkas spesimen, pembuatan sketsa badan tiruan dengan mengukur karkas, pembersihan lemak dan daging, pembuatan badan tiruan dari sabut kelapa diikat dengan benang katun nylon, kemudian pemasangan kembali tengkorak dengan badan tiruan dibantu lilin plastisin, pemberian boraks pada bagian dalam kulit yang sudah bersih, pemasangan kawat serta kapas pembalut pada bagian kaki depan dan belakang, hingga pada tahap akhir yaitu finishing pembuatan taksidermi.

Semoga dengan mengikuti kegiatan ini akan menguatkan SDM TBMK dalam hal pemeliharaan satwa khususnya satwa rusa yang ada di kawasan TBMK.

Oleh: kareumbi | 17 September 2019

Proyek Ekologi SITH ITB 2019

Perwakilan Mahasiswa melakukan Simbolis Tanam Wali Pohon

TB. Masigit Kareumbi (TBMK) dipilih oleh teman-teman Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB untuk menjadi area Proyek Ekologi (PROEKO) tahun 2019. Pada kegiatan kuliah lapangan ini setidaknya 70 praktikan mahasiswa, asisten dan dosen melakukan ragam kegiatan belajar utamanya adalah penelitian keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Ci Mulu.

Praktikan bersiap menuju Ci Mulu (Minggu, 15 September 2019)

Penjelasan program dan kegiatan yang dilakukan oleh Wanadri di TBMK juga menjadi salah satu mata acara kegiatan pada siang hari itu. Dipandu oleh Ibu Dr. Endah Sulistyawati dan Ibu Dr. Tati Suryati selaku dosen SITH, Kang Echo dari Manajemen TBMK menjelaskan kepada para peserta mengenai program Wali Pohon, Wali Fauna dan program yang sedang direncanakan yaitu Wali Hutan. Selain itu dijelaskan pula mengenai konsep bagaimana dan kenapa taman buru yang berfungsi sesuai amanat undang-undang itu perlu diwujudkan sebagai manifestasi dari perburuan yang berbasis konservasi dan pengendalian populasi. Upaya pemulihan populasi satwa rusa dan sejauh apa perkembangannya sampai saat ini juga disampaikan kepada para peserta.

Acara ditutup dengan simbolis tanam pohon yang ditanam di pinggir sungai area karantina rusa. Terima kasih SITH ITB, semoga penelitian yang dilakukan dapat membawa kemanfaatan untuk para peserta dan tentunya untuk kawasan. Aamiin.

Older Posts »

Kategori