Oleh: kareumbi | 12 Juli 2019

Peduli Hutan dengan Berlari!

Penyelenggara dan pendukung acara KLKH 2019

Kulari ke Hutan (KLKH) 2019; sebuah metoda mengenalkan adopsi pohon lewat berlari yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia. Menumbuhkan kecintaan pada hutan dengan cara yang sederhana yaitu berlari. Melalui acara yang rutin digelar sejak tahun 2016 ini, setiap pelari yang terlibat turut menyumbang pohon yang ditanam di berbagai kawasan hutan di Indonesia.

Kali ini, Wanadri melalui program Wali Pohon dan Koperasi Wanadri turut diundang berpartisipasi dengan menjadi salah satu mitra penyelenggara adopsi pohon bersama penyelenggara lainnya, yaitu 1) Yayasan Asri, 2) WWF my baby trees, dan 3) KKI WARSI. Setiap pohon yang berhasil disumbangkan oleh setiap pelari dalam 5 km yang dilaluinya, akan ditanam dan dirawat oleh salah satu dari 4 pelaksana adopsi pohon di atas dalam kawasan kelolaan hutannya. Pagi penyelenggaraan acara KLKH 2019 ini terkumpul 1171 pohon adopsi.

Bersamaan dengan pelaksanaan fun run yang dilakukan di GBK, 30 Juni 19, pagi tadi, Tim Wali Pohon membuka stan untuk mengenalkan lebih dekat kegiatan adopsi pohon di kawasan yang dikelola oleh kerjasama Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan Wanadri.

Stan Wanadri – TBMK

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini tim Koperasi Wanadri berkesempatan juga mengenalkan berbagai program lain yaitu Wali Fauna, Wali Mangrove serta ragam kegiatan lain termasuk kegiatan wisata yang bisa dilakukan di dalam dan sekitar kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK).

Terimakasih untuk teman-teman Hutan itu Indonesia yang telah mendukung program Wali Pohon dan memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut bergabung dalam kegiatan yang sangat baik ini.

Oya, jangan lupa, tanggal 21 Juli 2019 besok, akan digelar kegiatan lari Wanadri Trail Run di Cikole, Lembang. Bagi anda para pelari lintas alam, segera daftar jangan sampai ketinggalan. Stan TBMK dan Wali Pohon akan kembali hadir di Cikole. See you later guys!

Penulis: Achmad Jerry
Editor: Office TBMK

Sabtu, 22/06/2019
Tim 1 berada di posisi A mendengar suara surili dan burung rangkong yang tiba-tiba berisik bersahut-sahutan, dari arah timur laut ke selatan, tidak lama suasana kembali senyap.

Minggu, 23/06/2019
Tim 1 mencium bau anyir. Posisi tim di titik A, arah angin dari timur laut.

Senin, 24/06/2019
Pukul 01.00, tim 2 menuju titik A, sebelumya diketahui bahwa di kandang karantina, perilaku rusa terlihat aneh, panik. Tim 2 inisiatif berteriak untuk menjangkau tim 1. Pada saat teriakan, terdengar ada yang bergerak dengan jarak sekitar 10m. Tim 2 sampai di titik A.
Salah satu personil tim 1 yang berada di titik A pada siang hari kembali mencium bau anyir.

Selasa, 25/06/2019
Pagi buta sekitar pukul 04.25, salah satu tim yang berada di posisi A melihat langsung mata macan yang bersinar terang terkena sapuan headlamp. Menatap kurang dari 2 detik, berjalan menghindari sorotan lampu, menengok lagi kebelakang hingga terlihat memantulkan cahaya dari mata seperti sebelumnya. Kemudian dia berjalan dan menengok lagi sebentar untuk kemudian berjalan kembali ke arah selatan.

Kamis, 27/06/2019
Kegiatan rutin memeriksa kamera jebak. Analisanya adalah sebagai berikut:

Camtrap TBMK #1 yang dipasang dari tanggal 20/06 sampai 27/06

  1. Frame foto tanggal 21/06 memperlihatkan seekor rusa betina yang sedang merumput tepat di depan camtrap. Pada foto dan terutama scene video, pkl 18.40 terlihat rusa yang sedang santai merumput tiba-tiba menegakkan lehernya, menampilkan posisi waspada sambil memandang ke arah utara – timur laut, mematung sekian detik untuk kemudian langsung lari balik arah.
  2. Frame tanggal 24/06 pkl 11:17 memperlihatkan kerumunan rombongan Macaca tepat di depan camera, memakan rumput Steno dan bermain di pinggir sungai.
  3. Frame tanggal 25/06 siang-sore kosong, tidak menampilkan apapun, termasuk rombongan monyet ekor panjang yang biasanya rutin ‘ngantor’ ke pinggir sungai tidak menampakkan satu ekor pun.
  4. Pada pkl 20:20, frame camtrap memperlihatkan satu ekor macan kumbang jawa (Panthera pardus melas) melintas dari arah timur laut ke arah barat daya.

Tindakan yang sudah dilakukan

  1. Briefing tim patroli kandang untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian. Cek titik yang memungkinkan macan masuk. Laporkan dan segera tutup titik masuk yang ditemukan
  2. Lapor kepada pihak BBKSDA.

Tindakan yang perlu dilakukan

  1. Lengkapi petugas patroli dengan alat komunikasi dan peluit/ kentongan.
  2. Menambah jumlah kamera jebak
  3. Menjauhkan tamu, pengunjung dan warga masyarakat dari area rusa
  4. Memasang lampu di sekitar rumah rusa untuk menerangi area karantina
  5. Pertimbangkan untuk membuka pagar 8ha agar rusa memiliki area terbuka dan akses mendekat ke rumah jaga
  6. Pantau dan laporkan secara berkala perkembangan eskalasi.

Semoga eskalasi tidak terus meningkat sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada kegiatan program pemulihan populasi rusa jawa.

Oleh: kareumbi | 19 Juni 2019

Macan Kareumbi #2: Kesiangan

Macan Kumbang atau Macan Tutul Jawa yang secara internasional disebut Javan Leopard memiliki nama latin Panthera pardus melas (Cuvier, 1809).

Klip ini merupakan seri gambar dan video pertama yang berhasil didapatkan sebagai bukti jelas keberadaan satwa ini di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Kebanyakan gambar dan video macan yang kami dapatkan pada tahun 2016 adalah pada suasana malam, video ini satu-satunya yang memperlihatkan macan dalam kondisi sore hari. Dari sinilah muncul istilah kesiangan.

Terlihat macan berada dalam kondisi yang sangat waspada. Dan apabila menilik timestamp, video ini hanya beberapa menit saja (kurang lebih 3 menit) sebelum tim datang dan mengambil kamera.

Oya -pesan sponsor- kami memiliki program Wali Fauna sebagai salah satu cara agar publik bisa membantu upaya konservasi yang diarahkan kepada satwa liar di TB. Masigit Kareumbi. Program saat ini diarahkan kepada pemulihan populasi satwa rusa jawa melalui pembangunan pagar rusa yang saat ini sudah mencapai luasan 45 hektar dengan panjang 3 kilometer. Informasi lanjut dapat diakses di laman Wali Fauna.

Video Data: Camtrap: TBMK #1, Bushnell 119437C Trophy
Camtrap mounted by: Rochmad, Dadan, Stone, Rian
Location: Taman Buru Masigit Kareumbi, Basecamp KW
Video date: 2016-01-17
Video Editor: Awangga Kusumah

Link: Macan Kareumbi #1: Dynamite Duo

Oleh: kareumbi | 18 Juni 2019

Deer Management is not that Complicated!

“Deer management is not that complicated; it’s the people management that’s extremely complicated… [Y]ou have to satisfy the needs of a hunter who wants more deer, a farmer who wants less deer, a resident who wants to see deer but doesn’t want them getting too close… an animal rights group that wants [deer] just to be left alone completely… another group that thinks you should reintroduce wolves to maintain the [deer] population, motorists who are complaining… [and] the municipality that doesn’t want to do anything with the park because the park is for walking your dog.”

—Steve Joule, DEC Region 7, interview271 dalam Conservation and Hunting: Till Death Do They Part? A Legal Ethnography of Deer Management oleh Irus Braverman

#playhardrespectharder

Oleh: kareumbi | 12 Juni 2019

Berlari sambil merawat hutan!

Masigit Kareumbi turut serta mendukung kampanye merawat hutan yang dikemas dalam acara fun run Ku Lari ke Hutan. Kegiatan yang keren sangat ini digalang oleh Hutanitu.id. Ayo berlari sejauh-jauhnya dalam tempo 2 jam karena setiap lari sejauh 5km, maka satu pohon sudah diadopsi. Catat tanggalnya 30 Juni 2019 di Pintu 4 GBK Senayan.

Oya, Masigit Kareumbi juga akan membuka booth disana. Temen-temen bisa ngobrol dengan para #penjagaHutan Kareumbi dan anggota Wanadri.

Kita jaga hutan, hutan jaga kita.
Play hard, respect harder.

#KuLariKeHutan #JagaHutan #kareumbi #wanadri
#TBMK #playhardrespectharder

Oleh: kareumbi | 4 Juni 2019

Selamat Idul Fitri 1440H

Lembahan sungai Ci Tarik dengan latar belakang Gunung Kareumbi dan Puncak Kerenceng

Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin.
Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya. Aamiin ya rabbal’alamin.

Alhamdulillah, distribusi titipan bingkisan lebaran 1440H telah selesai dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2019.
Program titipan bingkisan pada tahun ini telah menerima 126 paket yang berasal dari 10 donatur dengan nilai donasi diuangkan sejumlah Rp. 10.325.000,00.
Titipan bingkisan telah didistribusikan kepada para penerima di sekitar kawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi, penerima titipan bingkisan lebaran yaitu anak yatim piatu sejumlah 32 orang, jompo RW 06 Kab. Bandung sejumlah 21 orang, jompo RW 07 Kab. Bandung sejumlah 20 orang, jompo RW 08 Kab. Sumedang sebanyak 30 orang, jompo Kp. Cimulu Kab Garut sejumlah 3 orang, Pesantren Al-Hidayah Kab Sumedang sebanyak 10 paket, dan Pesantren Bahrul Hidayah sebanyak 10 paket

Terimakasih atas dukungan dan partisipasinya, semoga Allah SWT membalas budi baik bapak/ibu sekalian.

Titipan Bingkisan Lebaran 2019

Oleh: kareumbi | 16 Mei 2019

Pengembangan Rusa Jawa di TBMK, mungkinkah?

Pengembangan
Rusa Jawa di TBMK, mungkinkah?

Banyak pihak ternyata masih meragu. Bahkan mungkin tidak terasa, keraguan itu hadir diantara kami sendiri. Tulisan ini mencoba melakukan exercise terhadap isu keraguan tersebut dari sudut pandang opini yang berusaha optimis terhadap pengembangan rusa jawa (Rusa timorensis) di TBMK. Sebagai pegiat kami tentu saja harus terus optimis kan :). Namun demikian landasan data, fakta dan referensi peraturan perundangan yang tetap dibutuhkan. Tulisan ini dibuat untuk menguji rencana-rencana yang ada di TBMK.
Bagi anda yang malas untuk membaca keseluruhan tulisan dan ingin menemukan jawaban pendek (semoga anda tidak merugi), silahkan loncat ke akhir tulisan dan baca satu baris kutipan di ujung artikel ini.

Saran, kritik dan perbaikan terhadap tulisan ini dapat dikirimkan kepada echo at tbmk dot org. Sebagian isi tulisan diadaptasi dari Dokumen Cetak Biru TBMK, Manajemen TBMK. Bandung 16 Mei 2019. Dirgahayu 55 Tahun Wanadri.

Baca Selengkapnya..
Oleh: officetbmk | 13 Mei 2019

Kareumbi Camping Ramadhan

Memeriahkan berpuasa di bulan suci Ramadhan, tak luput dari menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sanak saudara. Untuk mempererat tali persaudaraan di alam terbuka, Taman Buru Masigit Kareumbi menyediakan paket camping untuk minimal 10 orang. Nikmati suasana berbuka dan sahur di tengah hutan dengan saudara tersayang.

Ciptakan momen seru di bulan suci ini dengan beramal melalui menanam pohon, sekaligus bercengkrama dengan saudara dan kerabat terdekat sekalian. Info dan reservasi, silahkan hubungi kontak kami:

Wisata Alam Tropis
Phone : +62 859 5622 6039 atau Whatsapp : +62 321 1170 1991

Salam Lestari.

Oleh: officetbmk | 13 Mei 2019

Buka Bareng di Kareumbi

WhatsApp Image 2019-05-13 at 1.52.48 PM

Di bulan suci Ramadhan ini, dalam menunaikan ibadah puasa sebaiknya senantiasa kita isi dengan kegiatan yang positive.

Taman Buru Masigit Kareumbi menyediakan paket ngabuburit di hutan untuk mempererat tali silaturahmi rekan-rekan sekalian, sambil belajar tentang kearifan lokal dari warga desa yang lokasinya ada di dalam hutan.

Ciptakan momen seru di bulan suci ini dan tak lupa beramal dengan cara menanam pohon di area kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi.

Dengan menggunakan mobil safari, kami akan mengajak rekan-rekan sekalian untuk melihat langsung suasana dan kegiatan warga Desa Cigumentong, dilanjut dengan berkeliling di dalam hutan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Ada apa sih, di Desa Cigumentong ini?
Untuk info dan reservasi, silahkan menghubungi kontak kami:

Wisata Alam Tropis
Phone : +62 859 5622 6039 atau Whatsapp : +62 321 1170 1991

Salam Lestari.

Older Posts »

Kategori