under_development

Akses menuju basecamp TBMK melalui jalur Dampit – Curug Sindulang kembali ditutup. Jalur ditutup di beberapa titik dikarenakan sedang dilakukan peningkatan kualitas jalan dengan pengecoran beton.

Sampai hari ini (01/09) jalur masih belum dapat dilalui baik oleh motor maupun mobil.

Basecamp TBMK masih dapat diakses melalui jalur :Dari arah Rancaekek – Bundaran Parakanmuncang – Belok Kiri ke arah Pasar Parakanmuncang – 50 meter di pasar ada toko emas Dollar, belok kanan masuk jalan kecil – ikuti jalan utama, lewati Ds. Cimanggung – Ds. Tegalmanggung – Ds. Tanjungwangi – Kp. Leuwiliang – Basecamp KW.

Untuk melihat rute dari google maps, klik https://goo.gl/s4Jl3x

Update selanjutnya akan disampaikan manakala ada perkembangan informasi.

Oleh: officetbmk | 24 September 2019

ITB74 Peduli Lingkungan Adopsi 1.143 Pohon

Foto bersama setelah simbolis penanaman bibit pohon

Pada kesempatan kali ini ITB74 Peduli Lingkungan berkunjung ke Taman Buru Masigit Kareumbi tepatnya pada tanggal 14-15 September 2019 sebagai bentuk aksi Peduli terhadap Lingkungan khususnya wilayah Taman Buru Masigit Kareumbi. Sebanyak 35 peserta asal Jakarta dan 15 peserta asal Bandung mengikuti kegiatan ini.

Perlu diketahui bahwa sebanyak 1.143 pohon akan di adopsi oleh alumni ITB74 pada program Wali Pohon ini. Pada saat acara berlangsung dilakukan simbolis Tanam Pohon sebagai bentuk dari program Wali Pohon, dengan menanam 30 bibit pohon yang berlokasi di belakang kantin kawasan TBMK.

Alumni ITB74 sedang berjalan meninjau kawasan TBMK

Rangkaian kegiatan dari ITB74 Peduli Lingkungan ini diantaranya adalah:

  1. Simbolis Tanam 30 bibit pohon
  2. Pertemuan batas 3 (tiga) Kabupaten
  3. Berkunjung ke Rumah Pohon untuk diskusi dan foto bersama
  4. Paparan mengenai kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi oleh kang Echo
  5. Penyampaian oleh Satgas Citarum Harum
  6. Hiburan kesenian asli
  7. Olahraga bersama dan safari rusa
  8. Tinjau Kandang Rusa dan persemaian di Stamplat

Semoga bentuk aksi peduli lingkungan ITB74 dapat menginspirasi kita semua untuk peduli terhadap lingkungan dan semoga dengan banyaknya pohon yang diadopsi, kawasan TBMK semakin hijau. Aminn

Peserta Pelatihan Taksidermi 2-4 September 2019

Pada tanggal 2-4 September perwakilan manajemen TBMK telah mengikuti kegiatan Pelatihan Taksidermi dalam rangka acara open house hari ulang tahun Museum Zoologicum Bogoriense ke 125 tahun. Kegiatan ini bertempat di Gedung Widyasatwaloka Puslit Biologi LIPI.

Materi dalam kegiatan kali ini adalah Pengawetan kulit binatang yang dibagi menjadi 3 Taksa yaitu mamalia, burung, dan herpet. Materi ini dibawakan oleh Bpk. Martua H Sinaga, S. Si selaku staf dari Museum Zoologicum Bogoriense. Sebanyak 80 Universitas program Pendidikan Biologi di wilayah Indonesia pun turut diundang dalam kegiatan ini.

Proses taksidermi mamalia oleh Kang Tatang Eka Jaya (Staf TBMK)

Salah satu staff TBMK kang Tatang Eka Jaya mendapat kesempatan untuk melakukan Taksa mamalia. Beberapa proses diantaranya adalah pemisahan anatara kulit dan karkas spesimen, pembuatan sketsa badan tiruan dengan mengukur karkas, pembersihan lemak dan daging, pembuatan badan tiruan dari sabut kelapa diikat dengan benang katun nylon, kemudian pemasangan kembali tengkorak dengan badan tiruan dibantu lilin plastisin, pemberian boraks pada bagian dalam kulit yang sudah bersih, pemasangan kawat serta kapas pembalut pada bagian kaki depan dan belakang, hingga pada tahap akhir yaitu finishing pembuatan taksidermi.

Semoga dengan mengikuti kegiatan ini akan menguatkan SDM TBMK dalam hal pemeliharaan satwa khususnya satwa rusa yang ada di kawasan TBMK.

Oleh: kareumbi | 17 September 2019

Proyek Ekologi SITH ITB 2019

Perwakilan Mahasiswa melakukan Simbolis Tanam Wali Pohon

TB. Masigit Kareumbi (TBMK) dipilih oleh teman-teman Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB untuk menjadi area Proyek Ekologi (PROEKO) tahun 2019. Pada kegiatan kuliah lapangan ini setidaknya 70 praktikan mahasiswa, asisten dan dosen melakukan ragam kegiatan belajar utamanya adalah penelitian keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Ci Mulu.

Praktikan bersiap menuju Ci Mulu (Minggu, 15 September 2019)

Penjelasan program dan kegiatan yang dilakukan oleh Wanadri di TBMK juga menjadi salah satu mata acara kegiatan pada siang hari itu. Dipandu oleh Ibu Dr. Endah Sulistyawati dan Ibu Dr. Tati Suryati selaku dosen SITH, Kang Echo dari Manajemen TBMK menjelaskan kepada para peserta mengenai program Wali Pohon, Wali Fauna dan program yang sedang direncanakan yaitu Wali Hutan. Selain itu dijelaskan pula mengenai konsep bagaimana dan kenapa taman buru yang berfungsi sesuai amanat undang-undang itu perlu diwujudkan sebagai manifestasi dari perburuan yang berbasis konservasi dan pengendalian populasi. Upaya pemulihan populasi satwa rusa dan sejauh apa perkembangannya sampai saat ini juga disampaikan kepada para peserta.

Acara ditutup dengan simbolis tanam pohon yang ditanam di pinggir sungai area karantina rusa. Terima kasih SITH ITB, semoga penelitian yang dilakukan dapat membawa kemanfaatan untuk para peserta dan tentunya untuk kawasan. Aamiin.

Oleh: officetbmk | 4 September 2019

Komitmen bersama untuk menjaga kelestarian kawasan TBMK

Kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi tentu perlu dijaga kelestariannya, tidak hanya oleh pihak manajemen namun juga oleh masyarakat sekitar. Pada kesempatan kali ini, HMH Selva ITB angkatan 2019 melaksanakan kegiatan Fieldtrip yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Agustus 2019 di Camping Ground kawasan TBMK,

Taman Buru Masigit Kareumbi bersama dengan HMH Selva ITB angkatan 2019 telah berkomitmen untuk berkolaborasi dalam melestarikan kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi. Komitmen ini disetujui oleh kedua belah pihak baik itu pihak dengan adanya hak dan kewajiban yang dimiliki oleh kedua belah pihak, diantaranya adalah mengenai data flora dan fauna yang ada didalam kawasan TBMK, juga keterlibatan dalam pengelolaan penangkaran rusa. Sehingga menjadi kolaborasi yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Penandatanganan komitmen kolaborasi pelestarian kawasan TBMK oleh pihak TBMK
Penandatanganan komitmen kolaborasi pelestarian kawasan TBMK oleh pihak HMH Selva ITB 2019
Oleh: kareumbi | 4 September 2019

Sekolah ESAR Wanadri 2019 di Kareumbi

Info selanjutnya di web WANADRI
Oleh: kareumbi | 12 Juli 2019

Peduli Hutan dengan Berlari!

Penyelenggara dan pendukung acara KLKH 2019

Kulari ke Hutan (KLKH) 2019; sebuah metoda mengenalkan adopsi pohon lewat berlari yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia. Menumbuhkan kecintaan pada hutan dengan cara yang sederhana yaitu berlari. Melalui acara yang rutin digelar sejak tahun 2016 ini, setiap pelari yang terlibat turut menyumbang pohon yang ditanam di berbagai kawasan hutan di Indonesia.

Kali ini, Wanadri melalui program Wali Pohon dan Koperasi Wanadri turut diundang berpartisipasi dengan menjadi salah satu mitra penyelenggara adopsi pohon bersama penyelenggara lainnya, yaitu 1) Yayasan Asri, 2) WWF my baby trees, dan 3) KKI WARSI. Setiap pohon yang berhasil disumbangkan oleh setiap pelari dalam 5 km yang dilaluinya, akan ditanam dan dirawat oleh salah satu dari 4 pelaksana adopsi pohon di atas dalam kawasan kelolaan hutannya. Pagi penyelenggaraan acara KLKH 2019 ini terkumpul 1171 pohon adopsi.

Bersamaan dengan pelaksanaan fun run yang dilakukan di GBK, 30 Juni 19, pagi tadi, Tim Wali Pohon membuka stan untuk mengenalkan lebih dekat kegiatan adopsi pohon di kawasan yang dikelola oleh kerjasama Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan Wanadri.

Stan Wanadri – TBMK

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini tim Koperasi Wanadri berkesempatan juga mengenalkan berbagai program lain yaitu Wali Fauna, Wali Mangrove serta ragam kegiatan lain termasuk kegiatan wisata yang bisa dilakukan di dalam dan sekitar kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK).

Terimakasih untuk teman-teman Hutan itu Indonesia yang telah mendukung program Wali Pohon dan memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut bergabung dalam kegiatan yang sangat baik ini.

Oya, jangan lupa, tanggal 21 Juli 2019 besok, akan digelar kegiatan lari Wanadri Trail Run di Cikole, Lembang. Bagi anda para pelari lintas alam, segera daftar jangan sampai ketinggalan. Stan TBMK dan Wali Pohon akan kembali hadir di Cikole. See you later guys!

Penulis: Achmad Jerry
Editor: Office TBMK

Sabtu, 22/06/2019
Tim 1 berada di posisi A mendengar suara surili dan burung rangkong yang tiba-tiba berisik bersahut-sahutan, dari arah timur laut ke selatan, tidak lama suasana kembali senyap.

Minggu, 23/06/2019
Tim 1 mencium bau anyir. Posisi tim di titik A, arah angin dari timur laut.

Senin, 24/06/2019
Pukul 01.00, tim 2 menuju titik A, sebelumya diketahui bahwa di kandang karantina, perilaku rusa terlihat aneh, panik. Tim 2 inisiatif berteriak untuk menjangkau tim 1. Pada saat teriakan, terdengar ada yang bergerak dengan jarak sekitar 10m. Tim 2 sampai di titik A.
Salah satu personil tim 1 yang berada di titik A pada siang hari kembali mencium bau anyir.

Selasa, 25/06/2019
Pagi buta sekitar pukul 04.25, salah satu tim yang berada di posisi A melihat langsung mata macan yang bersinar terang terkena sapuan headlamp. Menatap kurang dari 2 detik, berjalan menghindari sorotan lampu, menengok lagi kebelakang hingga terlihat memantulkan cahaya dari mata seperti sebelumnya. Kemudian dia berjalan dan menengok lagi sebentar untuk kemudian berjalan kembali ke arah selatan.

Kamis, 27/06/2019
Kegiatan rutin memeriksa kamera jebak. Analisanya adalah sebagai berikut:

Camtrap TBMK #1 yang dipasang dari tanggal 20/06 sampai 27/06

  1. Frame foto tanggal 21/06 memperlihatkan seekor rusa betina yang sedang merumput tepat di depan camtrap. Pada foto dan terutama scene video, pkl 18.40 terlihat rusa yang sedang santai merumput tiba-tiba menegakkan lehernya, menampilkan posisi waspada sambil memandang ke arah utara – timur laut, mematung sekian detik untuk kemudian langsung lari balik arah.
  2. Frame tanggal 24/06 pkl 11:17 memperlihatkan kerumunan rombongan Macaca tepat di depan camera, memakan rumput Steno dan bermain di pinggir sungai.
  3. Frame tanggal 25/06 siang-sore kosong, tidak menampilkan apapun, termasuk rombongan monyet ekor panjang yang biasanya rutin ‘ngantor’ ke pinggir sungai tidak menampakkan satu ekor pun.
  4. Pada pkl 20:20, frame camtrap memperlihatkan satu ekor macan kumbang jawa (Panthera pardus melas) melintas dari arah timur laut ke arah barat daya.

Tindakan yang sudah dilakukan

  1. Briefing tim patroli kandang untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian. Cek titik yang memungkinkan macan masuk. Laporkan dan segera tutup titik masuk yang ditemukan
  2. Lapor kepada pihak BBKSDA.

Tindakan yang perlu dilakukan

  1. Lengkapi petugas patroli dengan alat komunikasi dan peluit/ kentongan.
  2. Menambah jumlah kamera jebak
  3. Menjauhkan tamu, pengunjung dan warga masyarakat dari area rusa
  4. Memasang lampu di sekitar rumah rusa untuk menerangi area karantina
  5. Pertimbangkan untuk membuka pagar 8ha agar rusa memiliki area terbuka dan akses mendekat ke rumah jaga
  6. Pantau dan laporkan secara berkala perkembangan eskalasi.

Semoga eskalasi tidak terus meningkat sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pada kegiatan program pemulihan populasi rusa jawa.

Oleh: kareumbi | 19 Juni 2019

Macan Kareumbi #2: Kesiangan

Macan Kumbang atau Macan Tutul Jawa yang secara internasional disebut Javan Leopard memiliki nama latin Panthera pardus melas (Cuvier, 1809).

Klip ini merupakan seri gambar dan video pertama yang berhasil didapatkan sebagai bukti jelas keberadaan satwa ini di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Kebanyakan gambar dan video macan yang kami dapatkan pada tahun 2016 adalah pada suasana malam, video ini satu-satunya yang memperlihatkan macan dalam kondisi sore hari. Dari sinilah muncul istilah kesiangan.

Terlihat macan berada dalam kondisi yang sangat waspada. Dan apabila menilik timestamp, video ini hanya beberapa menit saja (kurang lebih 3 menit) sebelum tim datang dan mengambil kamera.

Oya -pesan sponsor- kami memiliki program Wali Fauna sebagai salah satu cara agar publik bisa membantu upaya konservasi yang diarahkan kepada satwa liar di TB. Masigit Kareumbi. Program saat ini diarahkan kepada pemulihan populasi satwa rusa jawa melalui pembangunan pagar rusa yang saat ini sudah mencapai luasan 45 hektar dengan panjang 3 kilometer. Informasi lanjut dapat diakses di laman Wali Fauna.

Video Data: Camtrap: TBMK #1, Bushnell 119437C Trophy
Camtrap mounted by: Rochmad, Dadan, Stone, Rian
Location: Taman Buru Masigit Kareumbi, Basecamp KW
Video date: 2016-01-17
Video Editor: Awangga Kusumah

Link: Macan Kareumbi #1: Dynamite Duo

Oleh: kareumbi | 18 Juni 2019

Deer Management is not that Complicated!

“Deer management is not that complicated; it’s the people management that’s extremely complicated… [Y]ou have to satisfy the needs of a hunter who wants more deer, a farmer who wants less deer, a resident who wants to see deer but doesn’t want them getting too close… an animal rights group that wants [deer] just to be left alone completely… another group that thinks you should reintroduce wolves to maintain the [deer] population, motorists who are complaining… [and] the municipality that doesn’t want to do anything with the park because the park is for walking your dog.”

—Steve Joule, DEC Region 7, interview271 dalam Conservation and Hunting: Till Death Do They Part? A Legal Ethnography of Deer Management oleh Irus Braverman

#playhardrespectharder

Older Posts »

Kategori