🌱🌱🌱
BIBIT POHON GRATIS

Tim Manajemen Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi, Unit Usaha Otonom Koperasi Wanadri – kerja sama penguatan fungsi kawasan antara Wanadri dengan BBKSDA Jabar, pada tahun ini kembali menyediakan bibit pohon khas rimba Jawa Barat untuk ditanam di lahan-lahan kritis yang ada di Jawa Barat.

Apabila anda adalah individu/lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan membutuhkan bibit pohon dapat mengirimkan surat permohonan, dengan menyertakan:

1) Nama narahubung dan organisasi,
2) Jenis dan jumlah pohon yang diinginkan,
3) Lokasi dan rencana tanam,

KIRIM INFORMASI DIATAS MELALUI email ke info at tbmk.org
JUDUL: PERMOHONAN BIBIT POHON KHAS JAWA BARAT.
Kami akan mengkaji permintaan YANG MASUK.

Apabila permintaan disetujui, KAMI AKAN MENGHUBUNGI DAN anda DAPAT MULAI menyiapkan tenaga PENGANGKUT SERTA alat ANGKUT. Bibit dapat diambil di PERSEMAIAN BASECAMP TBMK,
DS. TANJUNGWANGI, KEC. CICALENGKA

HINDARI PENGAMBILAN BIBIT PADA HARI JUM’AT
DAN USAHAKAN SEPAGI MUNGKIN UNTUK ANTISIPASI CUACA HUJAN
LEBIH BAIK TANAM SEDIKIT NAMUN TERPELIHARA DARIPADA TANAM BANYAK TAPI MUBAZIR.

HATUR NUHUN

FAQ, Syarat dan Ketentuan

  1. Jenis dan jumlah bibit pohon yang tersedia pada tahun 2020 dapat di lihat di: http://gg.gg/bankpohonTBMK
  2. Bibit GRATIS, namun individu atau lembaga harap menyediakan tenaga pengangkut dan kendaraannya.
  3. Mohon menyesuaikan kemampuan menanam dengan jumlah bibit yang diminta.
  4. Kami hanya menyediakan pohon jenis konservasi, tidak ada pohon produktif/ buah-buahan
  5. Jadwal pengambilan bibit dengan perjanjian terlebih dahulu
  6. Lokasi bibit di Basecamp TB. Masigit Kareumbi, Cicalengka, Jawa Barat
  7. Bibit cocok untuk ditanam di area dengan ketinggian sekitar 1.000 mdpl
  8. Penawaran berlaku sampai pertengahan Maret 2020
  9. Informasikan kepada kami perkembangan penanaman pohon melalui email ya 🙂
  10. Informasi lain bisa cek secara berkala di blog https://kareumbi.wordpress.com

Dibawah ini merupakan status permohonan bibit pohon yang telah masuk (diupdate setiap 2 hari pada jam kerja):

  1. PESAN: 27 Februari 2020: Bpk. N, tujuan TN. Gunung Ciremai, Permintaan 500 pohon
  2. SELESAI: 24 Februari 2020: YPBB Bandung, Tujuan Kampung Cipatra , Desa Bandasari, Kec. Cangkuang, Kab. Bandung, Permintaan 210 dengan 7 spesies, disetujui 2 jenis (Huru campuran 100, Huru Minyak 100)
  3. SELESAI: 19 Februari 2020: Himpunan Mahasiswa Teknik Manufaktur POLMAN Bandung, Tujuan Kawasan Perhutani Bandung Utara Cikole Lembang, 2 jenis (Huru 200, Tarum 200)
  4. PESAN: 17 Februari 2020: Perhimpunan Pecinta Alam MARCAPADA SMK Dharma Agung Paseh, Tujuan Desa Mekar Laksana Kec. Cikancung Kab. Bandung, 6 jenis (Rimba Campuran 200, Puspa 150, Tarum 150, Huru Campuran 200, Rasamala Besar 150, Huru Leeur 150)
  5. PESAN: 16 Februari 2020: KTH Patrol Mandiri, tujuan tanam di Blok Kubang, Blok Pasir Mimis, Blok Pasir Maung, Ds. Dano, Kec. Leles, Kab. Garut, permintaan 7.000 batang, disetujui 2.000 batang (Huru Campuran 1.000, Ki Cangkudu 500, Huru Minyak 250, Huru Leeur 250)
  6. SELESAI: 15 Februari 2020: Alumni Madrasah Al-Gozali, tujuan DAS Cirasea dan Gunung Aseupan, Kec. Ciparay, Desa Cikoneng dan Mekar Laksana. Permintaan 500 pohon, berhasil dibawa 300 pohon.
  7. SELESAI: 12 Februari 2020: Koperasi Pengembangan Sosial Ekonomi Taman Kehati (Kembang Sehati), tujuan lahan milik dan carik Ds. Sindangsari, Kec. Sukasari, Kab. Sumedang dan Lahan Taman Kehati Kiarapayung. Permintaan 640 pohon, dengan 32 jenis @20 pohon. Berhasil dibawa 200 pohon.
  8. TOLAK: 12 Februari 2020: Bpk. RA/ DG, tujuan BUPERTA Cibubur. Ditolak karena tidak tersedia bibit buah dan lokasi tanam dan jenis tanaman diperkirakan kurang cocok untuk daerah Cibubur. Diarahkan berkoordinasi dengan Persemaian Permanen KLHK Dramaga yang lebih dekat.
  9. SELESAI: 12 Februari 2020: Komunitas Pustaka Sunda, tujuan Jati Gede, Sumedang, 100 batang, rimba campuran
  10. SELESAI: 4 Februari 2020: Dansektor 21 Citarum Harum, tujuan Cimahi, 1.000 batang, rimba campuran, 3 spesies
  11. TOLAK: 1 Februari 2020: FKDM Ciganjeng, Pangandaran, permintaan bibit tanaman buah. Ditolak karena tidak tersedia bibit buah dan lokasi tanam dilakukan di ketinggian yang terlalu rendah/ bibit kurang adaptif.
  12. SELESAI: November 2019: FK3I, Blok KPH Tambak Ruyung, KPH Perhutani Bandung Selatan dan di Blok TWA Cimanggu, eks lahan Desa Alamendah, Patengan, Kec. Rancabali, Kab. Bandung. 1.000 batang, 3 jenis (400 rasamala, 400 puspa, rimba campuran 200)

Oleh: kareumbi | 27 Februari 2020

old timer, on duty

operasional: instalasi Persemaian semi-permanen, Rumah Bibit BJB 2019-2020

Pickup J45 lansiran 1970 dengan mesin diesel 4 silinder Toyota ini sudah menikmati hari kerjanya di TBMK sejak tahun 2008 🙂

8 November 2008, transporter untuk angkut bibit ke lahan tanam
terkadang digunakan sebagai safari truck untuk safari trail ke ranching rusa

Specification

  • Toyota FJ45 1970,
  • Engine: diesel converted to Toyota 14B, overhauled in 2008
  • Transmission Tremec-T176, Dana 300 transfer case
  • Standar J45 axle front & rear, rear semi float big shaft axle, center diff
  • Good year Xtra-grip 7.50×16 on modified series 70 split rim wheel
  • Reinforced leaf spring
  • Nearly standard all around 🙂

Oleh: kareumbi | 14 Februari 2020

Rusa timorensis di hutan hujan tropis TBMK

Tanggal 13 Februari 2020, di plot breeding 28 hektar, sekelompok rusa menampakkan diri tepat di depan mobil patroli. Empat ekor betina, kemudian disusul oleh satu ekor jantan.

ASOSIASI SPESIES INVASIF DENGAN TUMBUHAN PAKAN RUSA
JAWA (Rusa timorensis de Blainville,1822) DI TAMAN BURU MASIGIT
KAREUMBI, JAWA BARAT

DESIANA ZULVIANITA, Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung, 2018

Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan kawasan konservasi yang dikelola untuk perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya hayati, diantaranya melalui pengembangan wisata buru. Salah satu satwa buru yang saat ini dikembangkan adalah rusa jawa (Rusa timorensis).
Namun, kehadiran spesies tumbuhan invasif berisiko menurunkan ketersediaan pakan bagi rusa jawa, sehingga pengelola harus memenuhi kebutuhan pakan dari luar kawasan. Penanganan masalah tumbuhan invasif ini perlu ditunjang oleh informasi yang memadai tentang aspek-aspek ekologis, diantaranya mengenai asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies pakan dan non-pakan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan spesies invasif sebagai rekomendasi dalam peningkatan ketersediaan pakan rusa
sekaligus mengendalikan kehadiran spesies invasif. Pengambilan data dilakukan dengan survei vegetasi di Cluster I area perencanaan buru seluas 200 ha untuk ditentukan keanekaragaman pakan dan asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan pakan dan non-pakan. Survei vegetasi menggunakan plot kuadrat bertingkat berukuran 20×20 meter sebanyak 60 buah, yang disebar pada hutan alam (8 plot), hutan sekunder (35 plot), dan area terbuka (17 plot). Hasil analisis data vegetasi menunjukkan keanekaragaman pakan tertinggi ada di hutan alam (Hˈ = 3,048), diikuti area terbuka (Hˈ = 2,872), dan hutan sekunder (Hˈ = 2,446). Spesies invasif cenderung memiliki INP tertinggi di hutan sekunder (139,9), diikuti hutan alam (126,2), dan area terbuka (44,3). Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi spesies invasif, dipilih Ageratina riparia dan Clidemia hirta untuk diteliti asosiasinya. Analisis asosiasi dilakukan melalui Tabel
Kontingensi 2×2, kemudian dihitung kekuatan asosiasinya menggunakan Indeks Ochiai (IO). Kekuatan asosiasi berada pada rentang 0-1, dengan 0 memiliki kekuatan asosiasi sangat rendah dan 1 memiliki kekuatan asosiasi sangat tinggi. Berdasarkan analisis tingkat asosiasi, diperoleh informasi bahwa tumbuhan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Ageratina riparia adalah Etlingia coccinea (1), Oplismenus compositus (1), Clidemia hirta (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,926), Lantana camara (0,707), Melastoma malabathricum (0,5), dan Rubus moluccanus (0,5). Beberapa spesies yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Clidemia hirta,
yaitu Oplismenus compositus (0,756), Carex baccans (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,535), Schima wallichii (0,535). Berdasarkan informasi tersebut, untuk peningkatan ketersediaan pakan bagi rusa jawa perlu dilakukan pengayaan dengan spesies, Oplismenus compositus, Melastoma malabathricum, Rubus moluccanus, Carex baccans, dan Dysoxylum arborescens, karena selain memiliki nilai IO tinggi, spesies tersebut tidak tergolong sebagai spesies invasif di kawasan TBMK

Kata kunci: asosiasi, Indeks Ochiai, tabel kontingensi 2×2, tumbuhan invasif

Oleh: kareumbi | 12 Januari 2020

Kareumbi Deer Signage!

PERHATIAN!
Oleh: kareumbi | 16 Desember 2019

Penutupan Sekolah Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Sesi akhir Sekolah Konservasi Masigit Kareumbi 2019, 15 Desember 2019, Basecamp TB. Masigit Kareumbi. Peserta 148 orang. Sampai bertemu kembali wahai konservasionis muda, semoga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

Info kegiatan: gg.gg/skmk2019
Album Foto : sedang diproses
Materi dari narasumber: sedang diproses

Oleh: kareumbi | 6 Desember 2019

Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Info selanjutnya klik disini

Oleh: kareumbi | 26 November 2019

Symbiosis mutualism

Rusa timorensis x Corvus enca

Mutualism describes the ecological interaction between two or more species where each species has a net benefit [wikipedia]

Baru kali ini melihat burung gagak hinggap di atas pundak rusa. Tanpa rusa merasa terganggu. Ada frame yang memperlihatkan si gagak sedang mematuki sesuatu di punggung rusa. Mungkin lalat atau kutu. Adaptasi alamiah yang mempesona.

Sudah lama ingin kesini, waktu (menjabat) Pangdam (Siliwangi) tidak sempat. Akhirnya sekarang bisa kesini.“, Demikian seloroh dari Kang Doni Monardo yang sekarang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya tim dari Dewan Pengurus (DP) Wanadri beraudiensi di Kantor BNPB, Jakarta.

Terlambat hampir dua jam dari jadual akibat agenda beliau yang padat tidak menyurutkan langkah jenderal bintang tiga ini menuju basecamp Wanadri di TB. Masigit Kareumbi. Pagi hari acara FGD dengan kalangan akademisi di ITB, kemudian siangnya kegiatan pembekalan kepada para Dandim di Pusdikter Cimahi, rombongan BNPB meluncur menuju meeting point di Kantor SAR Bandung di Parakanmuncang. Tiba di KanSAR disambut oleh Kang Deden Ridwansyah selaku Kepala KanSAR dan jajaran. Setelah beramah tamah dengan pihak Basarnas, tidak menunggu lama Kang Doni segera masuk ke unit kendaraan 4wd.

Baca Selengkapnya..
Oleh: kareumbi | 2 November 2019

SUT

(mungkin) Okto – bayi laki-laki yang lahir di bulan Oktober 2012
(Foto 01/11/2019 di plot 9 ha oleh Satrio Mandiri)

Older Posts »

Kategori