Oleh: kareumbi | 30 November 2018

Penataan Blok TB. Masigit Kareumbi #1

Sumber: BBKSDA Jabar (dengan modifikasi)

Pada seri tulisan ini kami akan mencoba melakukan exercise ide perihal penataan blok dalam kawasan taman buru.

Kegiatan penataan blok di dalam TB. Masigit Kareumbi telah dilaksanakan pada tahun 2017 oleh BBKSDA Jabar dan secara definitif ditetapkan pada bulan Januari 2018 oleh Dirjen KSDAE. Penataan blok yang dilakukan ini mengacu pada peraturan penataan di kawasan selain taman buru yaitu Peraturan Menteri LHK No. 76 tahun 2015 tentang Kriteria Zona Pengelolaan Taman Nasional dan Blok Pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam. Peraturan ini sebetulnya tidak mengatur penataan di dalam kawasan taman buru.
Hal ini dilakukan karena norma dan kriteria atau sering disebut NSPK (Norma Standar Prosedur dan Kriteria) untuk penataan blok di Taman Buru belum ada (per November 2018 hal ini sedang disusun), sehingga untuk mengisi kekosongan, pemerintah mengambil kebijakan untuk menggunakan peraturan penataan blok yang sudah ada untuk kawasan KSA (Cagar Alam dan Suaka Margasatwa) serta KPA (Taman Nasional, Taman Hutan Raya dan Taman Wisata Alam).
Walaupun belum sesuai, setidaknya hal ini merupakan langkah maju dalam pengelolaan kawasan khususnya taman buru dan memperlihatkan political willing untuk penataan kawasan yang lebih baik. 

Baca Lanjutannya…
Oleh: kareumbi | 30 November 2018

Pagar 9 Hektar: Penanaman Rumput Steno

Rumput Steno di demplot staanplaats di TBMK

Setelah selesainya pagar 9ha, kegiatan selanjutnya sesuai jadwal kegiatan adalah penanaman rumput steno di pinggir jaluran pagar. Penanaman ini dilakukan selain sebagai cadangan pakan, juga untuk mengurangi erosi permukaan akibat pekerjaan pembersihan jalur pagar yang dilakukan sebelumnya. Minimalisasi dampak menjadi kegiatan yang penting dilakukan terutama apabila kita bergiat di dalam kawasan konservasi.

Rumput Steno

Rumput ini merupakan salah satu jenis rumput yang diuji tanam di TB. Masigit Kareumbi dalam upaya untuk menemukan jenis rumput pakan satwa rusa yang cocok dengan habitat dan kondisi lingkungan di TBMK.

Rumput ini memiliki beberapa nama diluar negeri antara lain buffalo grass (Australia);  St. Augustine grass (USA);  buffalo couch (Vanuatu);  chiendent de boeuf, gros chiendent (Prancis);  pimento grass (Jamaica);  manienie-haole, akiaki-haole (Hawai’i);  pasto San Augustín, falso kikuyu, grama San Agustín, lastÓn, gramÓn, gramillÓn (Spanyol). Di Indonesia kami biasa menyebutnya dengan Rumput Steno.
Merupakan terna tahunan, memiliki stolon, dapat membentuk hamparan rapat dengan ketinggian sampai 20 cm bahkan observasi kami memperlihatkan pada naungan berat, Steno bisa mencapai lebih dari itu.

Penanaman rumput Steno di luar jaluran pagar 9 hektar

Rumput ini mulai kami tanam dalam beberapa demonstration plot sejak tahun 2015-2016 bersama beberapa jenis rumput lain seperti Cynodon nlemfluensis, Brachiaria decumbens, Axonopus compressus, Brachiaria ruziziensisPaspalum notatum, Paspalum atratum dan Paspalum dilatatum. Rumput induknya kami dapatkan dari Balitnak Bogor.

Karakter yang kami senangi dari rumput Steno adalah:
1) mampu tumbuh baik dalam naungan (literatur menyebutkan sampai 40%),
2) mampu bersaing dengan tanaman gulma lain (artinya cukup invasif, kita harus juga waspada terhadap hal yang satu ini) dan
3) sangat disukai satwa, tidak saja rusa dan kambing bahkan belalang dan ayam terlihat sangat menyukai rumput ini. 

Namun demikian, pada musim kemarau kemarin (Juli – Oktober 2018) dengan penyinaran penuh, rumput steno terlihat agak mengering, ditandai dengan pucuk-pucuk daun yang menguning. 

Demplot rumput steno 2.500m2 di paddock rusa 8 hektar, pucuk terlihat agak menguning terutama pada area yang mendapat penyinaran penuh

Rumput tetap berhasil melewati kemarau dengan baik dan ketika hujan turun 2-3x rumput dengan cepat kembali menghijau. 

Rumput steno diluar jaluran pagar 28 hektar yang sudah membentuk dense mat dan mampu menghalau serangan gulma eksotis yang tidak dimakan oleh satwa herbivora seperti teklan dan harendong bulu. Upaya penanaman ini dalam rangka meningkatkan daya dukung kawasan untuk satwa rusa.

Oleh: kareumbi | 9 November 2018

Camera Trapping di TBMK

20181108_145633 camtrap

Camera Trap TBMK, dilengkapi dengan security case

Camera Trap dalam bahasa indonesia disebut kamera jebak, adalah unit kamera yang dapat diaktifasi secara otomatis karena dilengkapi dengan sensor untuk menditeksi gerakan atau cahaya. Kamera tipe ini biasanya digunakan untuk merekam foto (dapat juga merekam video pada beberapa tipe) dari pergerakan satwa liar yang melintas di depan kamera. Kamera jebak sudah digunakan oleh para peneliti dan pegiat di bidang satwa liar dan ekologi sejak lama. Selain itu juga digunakan untuk kepentingan pemburu dan melihat satwa liar, kamera jebak juga seringkali digunakan untuk riset ekologi sarang, deteksi satwa langka, studi populasi dan lain sebagainya.

Keunggulan penggunaan kamera jebak adalah kita dapat merekam data yang akurat tanpa menganggu satwa. Sehingga dengan demikian kita dapat mengambil data yang sangat berharga ini dan dapat direview oleh orang lain. Berbeda apabila kita mengamati satwa secara langsung.

macan kareumbi

Di TBMK, kami menggunakan kamera ini untuk memantau satwa yang ada di sekitar basecamp. Terutama pemantauan habitat rusa timor dan pergerakan macan kumbang (Panthera pardus). Footage video duo macan kumbang tahun 2016 yang kami dapatkan di sekitar basecamp merupakan peristiwa yang cukup mendebarkan, karena kedua ekor macan itu memangsa rusa yang ada dalam penangkaran TBMK.

Kamera yang kami gunakan adalah merek Bushnell, dengan tipe Trophy Cam HD lansiran tahun 2015 yang memiliki resolusi maksimum 12MP. Dapat memuat baterai tipe AA sejumlah maksimum 8 unit dan storage card format SD dengan kapasitas 16 Gb.

Kamera jebak merupakan salah satu peralatan yang sangat berguna dalam membantu dalam pengelolaan kawasan khususnya dalam rangka pengamatan dinamika populasi dan ekologi rusa. Seringkali ditemukan banyak hal menarik diluar target foto yang direncanakan. Terkadang masuk dalam frame berbagai satwa lain yang dapat memperkaya data inventarisasi satwa yang ada di kawasan. Foto-foto seperti ayam hutan, burung, musang, monyet bahkan manusia sering terekam oleh kamera trap dan tidak jarang mengundang senyum ketika kita melakukan analisa fotonya.

 

 

Oleh: kareumbi | 26 Oktober 2018

Benchrest shooting range

benchrest shooting range

Calon area benchrest shooting range di TBMK.

Benchrest shooting range (BSR) adalah lapangan tembak khusus untuk melakukan zero-ing senjata sebelum pemburu melakukan perburuan. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan akurasi senjata dalam kondisi terbaik setelah senjata dibawa dari satu tempat menuju taman buru. Keberadaan shooting range ini menjadi keharusan sebelum dilakukannya perburuan berbasis konservasi (PBK).

Beberapa parameter yang menjadi pertimbangan dalam desain shooting range di kawasan konservasi adalah cemaran suara/akustik area, cemaran timbal dari peluru, dan terutama area security, baik dari satwa ataupun akses manusia. Selain itu beberapa ketentuan menyatakan perlunya jarak target yang beragam yaitu 50, 100 dan 200 yard. Untuk itu perlu dibuat dokumen desain struktur dan area yang cukup terperinci dan SOP dalam mengoperasikan shooting range.

Oleh: kareumbi | 26 Oktober 2018

Fencing 9 Hektar: Temu gelang

Keseluruhan segmen pagar rusa 9 hektar telah selesai dibentang pada Rabu, 24 Oktober 2018, sekaligus temu gelang dengan pagar 28 hektar. Pekerjaan selanjutnya adalah:

  1. Pemasangan tiang dropper 1″ sejumlah 80 batang dan mengikatnya
  2. Memasang ground anchor dengan spasi 6 meter untuk pengamanan bagian bawah pagar
  3. Memasang 1 unit flood gate ukuran lebar 5 meter di jembatan wisma
  4. Memasang 2 unit truck gate ukuran lebar 3 meter di jalan menuju saung jangkung dan bungur
  5. Memasang 1 unit service gate di area parkir sensory garden
  6. Menanam rumput di pinggir pagar untuk mengurangi erosi

Masih cukup banyak pekerjaan, mudah-mudahan dapat diselesaikan sebelum masuk musim hujan. Target penyelesaian 2 minggu.

 

Oleh: kareumbi | 19 Oktober 2018

Fencing 9 Hektar: Segmen 4

fencing

Pekerjaan erection pagar rusa 9 hektar per hari kemarin (Kamis, 18/10/2018) sudah mencapai segmen 4 dari total 9 segmen yang akan dipasang. Direncanakan dalam satu minggu kedepan, semua segmen dapat terbentang. Dari situ pekerjaan akan berlanjut pada pembenahan fisik jaluran tanah, kemudian pemancangan dropper post, mengikatnya, pemasangan gerbang-gerbang (2 gerbang kendaraan, dan 1 gerbang air) dan ditutup dengan penanaman jaluran dengan rumput pada musim hujan. Oh masih banyak ternyata, mari tim kerja.. kerja.. kerja 🙂

Oleh: kareumbi | 19 Oktober 2018

Perluasan Pagar Rusa Tahun 2018

pagar 9 hektar

Layout revisi #2 pagar rusa 9 hektar

Lima belas (15) Taman Buru di Indonesia (SNI 01-5009.7-2001) belum ada yang berfungsi secara optimal dalam hal kegiatan perburuan maupun wisata buru yang dilakukan secara teratur dan lestari seperti diamanatkan oleh negara melalui penetapan status kawasan sebagai Taman Buru (TB).
Kondisi di TB. Masigit Kareumbi (TBMK), satwa rusa yang dulu pernah dikembangbiakan pada jaman Ibrahim Adjie (1966-1970an) dapat dikatakan sudah punah. Demikian pula upaya pengembangan rusa yang dilakukan oleh Sub Balai KSDA II pada sekitar awal tahun 90’an dan PT. Prima Sakti pada tahun 1998 menemui kegagalan. Sedangkan syarat utama untuk dapat diselenggarakannya perburuan secara teratur mutlak diperlukan keberadaan satwa buru yang perkembangan dan pengelolaan populasi dilakukan secara baik.

Untuk itu, Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BBKSDA JABAR dan WANADRI pada tahun 2009 telah menetapkan ruang lingkup yaitu Pemulihan Populasi Satwa Buru dan Wisata Buru dengan tujuan utama mendorong berfungsinya kawasan hutan sesuai peruntukannya. Hal ini diperkuat kembali melalui PKS tahun 2015 dengan ruang lingkup MODEL TAMAN BURU. Perluasan pagar sudah menjadi kegiatan yang tercantum baik dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Program) 5 tahun maupun RKT (Rencana Kerja Tahunan).

Baca Lanjutannya…

Oleh: kareumbi | 28 September 2018

Wali Pohon STIE Ekuitas Bandung

logo stie ekuitasSekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas adalah sekolah tinggi yang memfokuskan pada pendidikan keuangan, perbankan dan kewirausahaan, terletak di Bandung dan bernaung dibawah Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT. Bank Jabar Banten.

Pada Rabu 26 September, perwakilan dari sekolah ini berkesempatan berkunjung ke Taman Buru Masigit Kareumbi untuk melaksanakan site visit dalam rangka partisipasi dalam program Wali Pohon Masigit Kareumbi. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka dies natalis STIE Ekuitas. Rombongan dipimpin oleh Pak Teguh yang salah satu staf pengajar ini mengutarakan maksud kedatangannya bahwa kegiatan kali ini adalah partisipasi Wali Pohon kedua yang dilaksanakan oleh Ekuitas, setelah kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2015 yang lalu.

stie ekuitas walipohon

Dari kiri atas ke kanan searah jarum jam: Bapak Teguh (tengah, batik) sedang memberikan sambutan. Bapak M. Taufik dari YKP BJB memberikan pohon sebagai simbolis penanaman kepada perwakilan BBKSDA Jabar, Bapak Edi disaksikan Bapak Nana selaku Polhut dan Kepala resort Kareumbi Barat. Ibu Erlynda Y. Kasim sebagai Ketua Dies Natalis STIE Ekuitas ke-17 menyerahkan pohon simbolis kepada Pak Nana, dan Pak Ucu sebagai perwakilan dari YKP BJB.

Mudah-mudahan kami dapat terus berpartisipasi dalam program konservasi hutan yang sangat baik ini dan kedepan bisa melibatkan mahasiswa baru STIE Ekuitas untuk ikut menanam“, demikian diungkap Bapak Ucu dari Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT. Bank Jabar Banten.

Tidak ketinggalan tim Ekuitas pun berjalan kaki mengunjungi rumah pohon dan penangkaran rusa serta ditutup oleh makan siang bersama-sama dengan sajian masakan khas kantin kareumbi.

Hatur nuhun kanggo perhatosan pikeun kalestarian leuweung Masigit Kareumbi, diantos sanes waktos. Wilujeng milad STIE Ekuitas.

Oleh: kareumbi | 6 September 2018

WORK@TBMK: We’re Hiring!

Internal Recruitment

2018 bandana lineartTim Manajemen Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) adalah Unit Usaha Otonom (UUO) Koperasi Wanadri yang sejak tahun 2009 menjalankan perjanjian kerja sama antara Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Kerja sama berlangsung per 5 tahun dan secara umum diarahkan untuk memperkuat fungsi kawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi. Area kerja sama seluas 1.400 hektar dan saat ini telah memasuki periode kerja sama 5 tahun yang kedua.

Dalam pelaksanaannya pada tahun 2018, dalam rangka mendorong berfungsinya TBMK sebagai taman buru yang merupakan satu-satunya di pulau Jawa-Bali, Manajemen TBMK membutuhkan  individu untuk mengisi posisi sebagai KOORDINATOR PROGRAM (KP)

Koordinator Program akan bertanggungjawab dalam hal perencanaan kegiatan,  implementasi, monitoring dan berkoordinasi dengan para stakeholder kunci seperti masyarakat, pemerintahan, LSM, korporasi/ perusahaan, akademisi dan pihak terkait lainnya. Kandidat diharapkan dapat memastikan bahwa output/ hasil program tercapai dengan standar kualitas yang tinggi sesuai dengan kerangka kerja dan anggaran, dalam periode proyek yang dikontrak dan sesuai dengan hukum nasional, kesepakatan dengan para pihak dan sistem, operasi dan prosedur yang ada.

PERSYARATAN UTAMA

  1. Anggota Wanadri bernomor pokok
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Senang mempelajari sesuatu yang baru, inovatif, kreatif dan kolaboratif

Informasi mengenai prosedur silahkan membaca lembar informasi dibawah ini sesuai dengan minat saudaraku:

1) Program Konservasi
2) Program Ekowisata
3) Program Pendidikan dan Pelatihan
4) Program Penelitian dan Pengembangan
5) Program Pemberdayaan Masyarakat
6) Program Model Taman Buru

Informasi lebih lanjut:

Manajemen TBMK
Jl. Arumanis No. 25, Bandung, Jawa Barat – 40191
Tlp: +62.22.2502085 (office hour)
http://www.tbmk.org/
work@tbmk.org

 

Oleh: kareumbi | 15 Juli 2018

MJC 2018, Selamat Berlatih

2018 TBMK poster - MJC - Selamat berlatih, play hard respect harder

Selamat Berlatih.
Play Hard, Respect Harder!.

Older Posts »

Kategori