🌱🌱🌱
BIBIT POHON GRATIS

UPDATE 17 Maret 2020: Permohonan bibit untuk tahun 2019-2020 telah DITUTUP. Untuk pihak yang sudah memesan bibit dapat melakukan pengambilan bibit sebelum hari Senin tanggal 23 Maret 2020. Terima Kasih.

Tim Manajemen Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi, Unit Usaha Otonom Koperasi Wanadri – kerja sama penguatan fungsi kawasan antara Wanadri dengan BBKSDA Jabar, pada tahun ini kembali menyediakan bibit pohon khas rimba Jawa Barat untuk ditanam di lahan-lahan kritis yang ada di Jawa Barat.

Apabila anda adalah individu/lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan membutuhkan bibit pohon dapat mengirimkan surat permohonan, dengan menyertakan:

1) Nama narahubung dan organisasi,
2) Jenis dan jumlah pohon yang diinginkan,
3) Lokasi dan rencana tanam,

KIRIM INFORMASI DIATAS MELALUI email ke info at tbmk.org
JUDUL: PERMOHONAN BIBIT POHON KHAS JAWA BARAT.
Kami akan mengkaji permintaan YANG MASUK.

Apabila permintaan disetujui, KAMI AKAN MENGHUBUNGI DAN anda DAPAT MULAI menyiapkan tenaga PENGANGKUT SERTA alat ANGKUT. Bibit dapat diambil di PERSEMAIAN BASECAMP TBMK,
DS. TANJUNGWANGI, KEC. CICALENGKA

HINDARI PENGAMBILAN BIBIT PADA HARI JUM’AT
DAN USAHAKAN SEPAGI MUNGKIN UNTUK ANTISIPASI CUACA HUJAN
LEBIH BAIK TANAM SEDIKIT NAMUN TERPELIHARA DARIPADA TANAM BANYAK TAPI MUBAZIR.

HATUR NUHUN

FAQ, Syarat dan Ketentuan

  1. Jenis dan jumlah bibit pohon yang tersedia pada tahun 2020 dapat di lihat di: http://gg.gg/bankpohonTBMK
  2. Bibit GRATIS, namun individu atau lembaga harap menyediakan tenaga pengangkut dan kendaraannya.
  3. Mohon menyesuaikan kemampuan menanam dengan jumlah bibit yang diminta.
  4. Kami hanya menyediakan pohon jenis konservasi, tidak ada pohon produktif/ buah-buahan
  5. Jadwal pengambilan bibit dengan perjanjian terlebih dahulu
  6. Lokasi bibit di Basecamp TB. Masigit Kareumbi, Cicalengka, Jawa Barat
  7. Bibit cocok untuk ditanam di area dengan ketinggian sekitar 1.000 mdpl
  8. Penawaran berlaku sampai pertengahan Maret 2020
  9. Informasikan kepada kami perkembangan penanaman pohon melalui email ya 🙂
  10. Informasi lain bisa cek secara berkala di blog https://kareumbi.wordpress.com

Dibawah ini merupakan status permohonan bibit pohon yang telah masuk (diupdate setiap 2 hari pada jam kerja):

  1. SELESAI: 19 Maret 2020: Yon LINUD 330, Cicalengka. 100 Pohon.
  2. SELESAI: 17 Maret 2020: Komunitas Jamparing mengajukan permohonan bibit untuk penanaman di Blok Pamoyanan, Desa Cigintung, Kecamatan Singajaya dan Blok Burujul Jalan Banjarwangi, Desa Banjarwangi, kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Pengajuan 1000 pohon, disetujui 500 pohon.
  3. SELESAI: 11 Maret 2020: Dinas Lingkungan Hidup, Lebak Banten. Disetujui 4.500 bibit 5 jenis (Puspa 1000, Ki cangkudu 1000, Ki leat 1000, Huru leeur 1000, Ki seumat 500)
  4. PESAN: 4 Maret 2020: Daya Mahasiswa Sunda, Tujuan Kampung Adat Urug, Desa Urug Kec.Sukajaya Kab. Bogor. Permintaan 2020 bibit 8 jenis, disetujui 1000 bibit (Puspa 250, Cangkudu 250, Taritih 250, Kisereum 250)
  5. SELESAI: 28 Februari 2020: Pak Aji Sekolah Alam Gaharu, Tujuan Hulu Sungai Citarum Blok Blegblegan Ds. Tarumajaya Kec. Kertasari Kab Bandung. Permintaan 1000 bibit, Disetujui 500 bibit Huru Campuran
  6. PESAN: 27 Februari 2020: Bpk. N, tujuan TN. Gunung Ciremai, Permintaan 500 pohon
  7. SELESAI: 24 Februari 2020: YPBB Bandung, Tujuan Kampung Cipatra , Desa Bandasari, Kec. Cangkuang, Kab. Bandung, Permintaan 210 dengan 7 spesies, disetujui 2 jenis (Huru campuran 100, Huru Minyak 100)
  8. SELESAI: 19 Februari 2020: Himpunan Mahasiswa Teknik Manufaktur POLMAN Bandung, Tujuan Kawasan Perhutani Bandung Utara Cikole Lembang, 2 jenis (Huru 200, Tarum 200)
  9. PESAN: 17 Februari 2020: Perhimpunan Pecinta Alam MARCAPADA SMK Dharma Agung Paseh, Tujuan Desa Mekar Laksana Kec. Cikancung Kab. Bandung, 6 jenis (Rimba Campuran 200, Puspa 150, Tarum 150, Huru Campuran 200, Rasamala Besar 150, Huru Leeur 150)
  10. PESAN: 16 Februari 2020: KTH Patrol Mandiri, tujuan tanam di Blok Kubang, Blok Pasir Mimis, Blok Pasir Maung, Ds. Dano, Kec. Leles, Kab. Garut, permintaan 7.000 batang, disetujui 2.000 batang (Huru Campuran 1.000, Ki Cangkudu 500, Huru Minyak 250, Huru Leeur 250)
  11. SELESAI: 15 Februari 2020: Alumni Madrasah Al-Gozali, tujuan DAS Cirasea dan Gunung Aseupan, Kec. Ciparay, Desa Cikoneng dan Mekar Laksana. Permintaan 500 pohon, berhasil dibawa 300 pohon.
  12. SELESAI: 12 Februari 2020: Koperasi Pengembangan Sosial Ekonomi Taman Kehati (Kembang Sehati), tujuan lahan milik dan carik Ds. Sindangsari, Kec. Sukasari, Kab. Sumedang dan Lahan Taman Kehati Kiarapayung. Permintaan 640 pohon, dengan 32 jenis @20 pohon. Berhasil dibawa 200 pohon.
  13. TOLAK: 12 Februari 2020: Bpk. RA/ DG, tujuan BUPERTA Cibubur. Ditolak karena tidak tersedia bibit buah dan lokasi tanam dan jenis tanaman diperkirakan kurang cocok untuk daerah Cibubur. Diarahkan berkoordinasi dengan Persemaian Permanen KLHK Dramaga yang lebih dekat.
  14. SELESAI: 12 Februari 2020: Komunitas Pustaka Sunda, tujuan Jati Gede, Sumedang, 100 batang, rimba campuran
  15. SELESAI: 4 Februari 2020: Dansektor 21 Citarum Harum, tujuan Cimahi, 1.000 batang, rimba campuran, 3 spesies
  16. TOLAK: 1 Februari 2020: FKDM Ciganjeng, Pangandaran, permintaan bibit tanaman buah. Ditolak karena tidak tersedia bibit buah dan lokasi tanam dilakukan di ketinggian yang terlalu rendah/ bibit kurang adaptif.
  17. SELESAI: November 2019: FK3I, Blok KPH Tambak Ruyung, KPH Perhutani Bandung Selatan dan di Blok TWA Cimanggu, eks lahan Desa Alamendah, Patengan, Kec. Rancabali, Kab. Bandung. 1.000 batang, 3 jenis (400 rasamala, 400 puspa, rimba campuran 200)

Coronavirus (sumber cdc)

Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal ini Ditjen KSDAE sebagai national focal point kesehatan satwa liar yang mempunyai tanggung jawab bersama 3 kementerian lain (Kemenko PMK, Kementan dan Kemenkes) untuk mencegah, menanggulangi, dan berbagi informasi kesehatan terutama penyakit zoonotik dan penyakit infeksi baru (PIB) termasuk Coronavirus dengan pendekatan One Health (kesehatan manusia, hewan dan lingkungan) dalam suratnya menyampaikan beberapa hal sbb:

  1. Menyebarkan informasi dan kewaspadaan kepada Novel Coronavirus kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi;
  2. Mengintensifkan dan mengefektifkan patroli perdagangan ilegal satwa liar baik yang hidup ataupun yang mati beserta derivatnya untuk mencegah dampak dari Novel Coronavirus ini;
  3. Melakukan sosialisasi tentang dampak penyakit yang disebabkan konsumsi satwa lair terhadap penjual di pasar-pasar yang disinyalir sebagai tempat jualan satwa liar untuk dikonsumsi;
  4. Melaporkan jika ada kasus kematian satwa liar yang tidak wajar baik di in-situ dan eks-situ melalui surat resmi dan ke dalam aplikasi Sistem Pelaporan Kesehatan Satwa Liar SehatSatli (sehatsatli.menlhk.go.id) jika sudah terdaftar;
  5. Agar mendukung langkah-langkah yang diambil dinas kesehatan setempat dan akan terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan instansi lainnya terkait dengan penyakit pneumonia ini dan penyakit lainnya terutama yang bersifat zoonoticc dengan pendekatan One Health (kesehatan manusia, hewan dan lingkungan).

Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan tersebut, arahan dari Balai Besar KSDA Jawa Barat terhadap para pemegang IUPSWA dan pengelola kawasan Taman Wisata Alam dan Taman Buru untuk melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Mengintensifkan dan mengefektifkan penggunaan alat pemeriksaan suhu badan kepada seluruh tamu/pengunjung dan masyarakat penyedia jasa wisata setempat di pintu masuk dengan tetap menjaga kenyamanan dan ketertiban.
  2. Menyediakan akses sarana cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di tempat-tempat umum seperti pintu masuk, toilet, gedung serbaguna, tangga dan lain-lain.
  3. Membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan usaha yang meliputi:
    – Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer secara rutin.
    – Batasi menyentuh wajah (hidung, mulut dan mata) sebelum mencuci tangan.
    – Terapkan etika batuk (tutup hidung dan mulut dengan tissue atau lengan atas bagian dalam)
    – Gunakan masker jika batuk/flu
    – Biasakan dalam memberi atau menerima salam tidak melakukan kontak fisik secara langsung.
    – Senantiasa menjaga jarak dengan orang yang sedang demam/ batuk/ bersin minimal 1.5 meter
  4. Menghimbau kepada seluruh pegawa, penyedia jasa wisata dan pengunjung yang sedang batuk/ pilek untuk menggunakan masker.
  5. Melakukan penyemprotan desinfektan pada sarana-prasarana dan bangunan secara berkala.
  6. Menjaga area pengusahaan dan fasilitas bersama tetap bersih.
  7. Menyediakan petugas medis di lokasi area usaha dan senantiasa proaktif melakukan pencegahan Novel Coronavirus.
  8. Menyebarkan informasi dan kewaspadaan terhadap Novel Coronavirus kepada pengunjung dan masyarakat sekitar kawasan konservasi.
  9. Memasang pesan-pesan kesehatan di tempat-tempat strategis di area usaha dan memperbanyak serta menyebarluaskan informasi pencegahan penyebaran Novel Coronavirus di saluran/media komunikasi.

Oleh: imbangperdanasair | 9 Maret 2020

Pagar rusa kareumbi rusak tertimpa pohon tumbang

Senin 9 maret tim manajemen Taman Buru Masigit Kareumbi di Bandung mendapat kabar dari tim patroli lapangan bahwa sejumlah pagar pembatas area rusa rusak tertimpa dahan pohon Rasamala (Altingia Excelsa), “diperkirakan kejadian antara subuh hingga pagi hari tadi, soalnya anginnya sangat kencang” begitu isi laporan dalam PersonalChat salah seorang anggota tim dilapangan yang juga mengirimkan beberapa foto dokumentasi pagar rusak yang sementara di benahi.

diperkirakan panjang pagar yang rusak sekitar 10 – 15 meter, tim segera melakukan perbaikan agar rusa tidak lepas keluar dari area pemeliharaan, sejauh ini, menurut pantauan tim dilapangan belum ada tanda-tanda jejak rusa melintasi area pagar yang terbuka ini. ukuran dahan yang tumbang bervariasi, ada yang berdiameter kurang dari 10 cm dan ada juga yang berukuran antara 15 – 30 cm cukup untuk merobohkan pagar rata dengan tanah.

kejadian serupa juga pernah terjadi pada januari tahun 2018 lalu, juga terjadi pada area yang sama di segmen 28 hektar.https://kareumbi.wordpress.com/2018/01/22/pagar-rusa-tbmk-tertimpa-batang-pohon, jumlah kerusakan pagar juga tidak jauh berbeda dengan tahun itu. Beruntung model pagar Fixed-knot (high tensile fabricated woven) cukup mudah pengaplikasian dan penggunaanya, dalam sistem pagar yang digunakan di kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi ini menutup seluas 45 hektar kawasan atau panjang sekitar 3 kilometer, sehingga dapat dengan cepat di perbaiki tanpa alat khusus dan hanya mengunakan sejumlah alat perkakas biasa seperti tang dan pemotong kawat.

meskipun begitu masalah maintanance dan sistem monitoring pagar masih menjadi masalah yang serius dan perlu dipikirkan, karena berhubungan langsung dengan ekosistem yang sedang di kembangkan dan di jaga di dalam kawasan konservasi ini, seperti bahaya predator pemangsa rusa, Macan tutul “Panthera Pardus Melas” yang belum diharapkan beriteraksi langsung dengan rusa timor (Cervus Timorensis) sebagai suatu sistem rantai makanan karena jumlah populasinya belum cukup ideal untuk dilepas liarkan, begitu juga dengan tekanan kawasan dari luar, seperti masyarakat pencari kayu hutan dan rotan yang tidak bisa di kendalikan intensitasnya sehingga di takutkan akan menjadi sumber masalah baik bagi kawasan maupun untuk keamanan dirinya sendiri dari predator hutan tadi meskipun sejauh ini belum ada catatan peristiwa konflik antara macan dan manusia.

ranting dan dahan menimpa pagar rusa

melihat kasus serupa mengenai pagar ini selama beberapa tahun kebelakang, tentu saja tim manajemen tidak tinggal diam, perencanaan dan perancangan sistem pemagaran yang lebih baik dilakukan, tidak hanya sistem monitoring tetapi juga sistem maintanance dan pengendalian terhadap ancaman pagar baik dari pohon yang akan rubuh menimpa pagar, manusia dan juga binatang yang berpotensi merusak pagar dilakukan. namun tentu saja tidak semudah itu, selain pemilihan teknologi yang tepat, sumber daya manusia dan juga tetunya masalah pendanaan yang pasti akan sangat memakan biaya yang cukup besar.

Dengan program wali fauna, tim manajemen TBMK membuka seluas-luasnya ruang bagi masnyarakat baik itu individu atau kelompok untuk ikut bersama-sama menjaga dan melindungi ekosistem di dalam kawasan konservasi ini, baik itu tenaga, ide atau fikiran atau berdonasi untuk membantu biaya pelindungan dan pemeliharaan kawasan dengan menghubungi manajemen pengelola kawasan konservasi taman buru masigit kareumbi.

write by: Imbang perdana S

Oleh: kareumbi | 1 Maret 2020

Kandang Jepit Rusa

Untuk kebutuhan handling rusa, kami pernah membuat deer-cradle atau kandang jepit. Berikut adalah dokumentasi foto-foto dan videonya. Ukuran cradle adalah panjang 180cm, lebar 135cm, tinggi 190cm

Video Playlist mencoba kandang jepit (3 video)

Evaluasi

Proses mengeluarkan rusa dari peti, untuk masuk koridor
– Petugas kurang sabar 🙂 rusa dapat dibiarkan keluar sendiri tanpa perlu peti diketuk ketuk. Ini hanya menambah stress yang tidak perlu.

Proses menjebak rusa
– Petugas terlalu terburu-buru mengoperasikan tuas pembuka lantai sehingga menyebabkan rusa yang belum masuk cradle menjadi kaget dan terperosok ke samping
– Desain landasan perlu diperbaiki

Desain
– Rangka samping kurang kuat (rangka melendut ketika rusa berontak)
– Ketinggian landasan dapat diturunkan untuk mengurangi resisten rusa masuk ke cradle yang terlalu tinggi
– Pintu keluar model geser tidak lancar ketika dioperasikan
– Setelan untuk rangka samping dibuat lebih simpel
– Ukuran dapat diperkecil lagi sehingga menurunkan biaya

Oleh: kareumbi | 27 Februari 2020

old timer, on duty

operasional: instalasi Persemaian semi-permanen, Rumah Bibit BJB 2019-2020

Pickup J45 lansiran 1970 dengan mesin diesel 4 silinder Toyota ini sudah menikmati hari kerjanya di TBMK sejak tahun 2008 🙂

8 November 2008, transporter untuk angkut bibit ke lahan tanam
terkadang digunakan sebagai safari truck untuk safari trail ke ranching rusa

Specification

  • Toyota FJ45 1970,
  • Engine: diesel converted to Toyota 14B, overhauled in 2008
  • Transmission Tremec-T176, Dana 300 transfer case
  • Standar J45 axle front & rear, rear semi float big shaft axle, center diff
  • Good year Xtra-grip 7.50×16 on modified series 70 split rim wheel
  • Reinforced leaf spring
  • Nearly standard all around 🙂

Oleh: kareumbi | 14 Februari 2020

Rusa timorensis di hutan hujan tropis TBMK

Tanggal 13 Februari 2020, di plot breeding 28 hektar, sekelompok rusa menampakkan diri tepat di depan mobil patroli. Empat ekor betina, kemudian disusul oleh satu ekor jantan.

ASOSIASI SPESIES INVASIF DENGAN TUMBUHAN PAKAN RUSA
JAWA (Rusa timorensis de Blainville,1822) DI TAMAN BURU MASIGIT
KAREUMBI, JAWA BARAT

DESIANA ZULVIANITA, Program Studi Rekayasa Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati. Institut Teknologi Bandung, 2018

Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) merupakan kawasan konservasi yang dikelola untuk perlindungan dan pemanfaatan sumberdaya hayati, diantaranya melalui pengembangan wisata buru. Salah satu satwa buru yang saat ini dikembangkan adalah rusa jawa (Rusa timorensis).
Namun, kehadiran spesies tumbuhan invasif berisiko menurunkan ketersediaan pakan bagi rusa jawa, sehingga pengelola harus memenuhi kebutuhan pakan dari luar kawasan. Penanganan masalah tumbuhan invasif ini perlu ditunjang oleh informasi yang memadai tentang aspek-aspek ekologis, diantaranya mengenai asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan spesies pakan dan non-pakan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan spesies invasif sebagai rekomendasi dalam peningkatan ketersediaan pakan rusa
sekaligus mengendalikan kehadiran spesies invasif. Pengambilan data dilakukan dengan survei vegetasi di Cluster I area perencanaan buru seluas 200 ha untuk ditentukan keanekaragaman pakan dan asosiasi spesies invasif dengan tumbuhan pakan dan non-pakan. Survei vegetasi menggunakan plot kuadrat bertingkat berukuran 20×20 meter sebanyak 60 buah, yang disebar pada hutan alam (8 plot), hutan sekunder (35 plot), dan area terbuka (17 plot). Hasil analisis data vegetasi menunjukkan keanekaragaman pakan tertinggi ada di hutan alam (Hˈ = 3,048), diikuti area terbuka (Hˈ = 2,872), dan hutan sekunder (Hˈ = 2,446). Spesies invasif cenderung memiliki INP tertinggi di hutan sekunder (139,9), diikuti hutan alam (126,2), dan area terbuka (44,3). Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi spesies invasif, dipilih Ageratina riparia dan Clidemia hirta untuk diteliti asosiasinya. Analisis asosiasi dilakukan melalui Tabel
Kontingensi 2×2, kemudian dihitung kekuatan asosiasinya menggunakan Indeks Ochiai (IO). Kekuatan asosiasi berada pada rentang 0-1, dengan 0 memiliki kekuatan asosiasi sangat rendah dan 1 memiliki kekuatan asosiasi sangat tinggi. Berdasarkan analisis tingkat asosiasi, diperoleh informasi bahwa tumbuhan yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Ageratina riparia adalah Etlingia coccinea (1), Oplismenus compositus (1), Clidemia hirta (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,926), Lantana camara (0,707), Melastoma malabathricum (0,5), dan Rubus moluccanus (0,5). Beberapa spesies yang berasosiasi kuat dan negatif dengan Clidemia hirta,
yaitu Oplismenus compositus (0,756), Carex baccans (0,756), Austroeupatorium inulifolium (0,535), Schima wallichii (0,535). Berdasarkan informasi tersebut, untuk peningkatan ketersediaan pakan bagi rusa jawa perlu dilakukan pengayaan dengan spesies, Oplismenus compositus, Melastoma malabathricum, Rubus moluccanus, Carex baccans, dan Dysoxylum arborescens, karena selain memiliki nilai IO tinggi, spesies tersebut tidak tergolong sebagai spesies invasif di kawasan TBMK

Kata kunci: asosiasi, Indeks Ochiai, tabel kontingensi 2×2, tumbuhan invasif

Oleh: kareumbi | 12 Januari 2020

Kareumbi Deer Signage!

PERHATIAN!
Oleh: kareumbi | 16 Desember 2019

Penutupan Sekolah Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Sesi akhir Sekolah Konservasi Masigit Kareumbi 2019, 15 Desember 2019, Basecamp TB. Masigit Kareumbi. Peserta 148 orang. Sampai bertemu kembali wahai konservasionis muda, semoga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

Info kegiatan: gg.gg/skmk2019
Album Foto : sedang diproses
Materi dari narasumber: sedang diproses

Oleh: kareumbi | 6 Desember 2019

Sekolah Kader Konservasi Masigit Kareumbi 2019

Info selanjutnya klik disini

Older Posts »

Kategori