Oleh: kareumbi | 24 Juni 2020

Basecamp TBMK masih TERTUTUP

Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 di tempat umum, maka kami masih menutup kunjungan untuk tamu yang akan berkunjung ke Basecamp TB. Masigit Kareumbi melalui pintu Kp. Leuwiliang. Ds. Tanjungwangi, Kec. Cicalengka. Penutupan ini berlaku untuk seluruh kunjungan, kecuali pelajar/ mahasiswa yang akan melakukan penelitian/ tugas akhir dan kegiatan konservasi (mis. penanaman pohon, pembibitan dan pemulihan populasi rusa, dsb).

Penutupan dilakukan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Oleh: kareumbi | 29 Maret 2021

Conservation Run 2021

Lari untuk konservasi. Pantengin di

http://conservation.ID (under construction),

Instagram conservation.run

Youtube @WJCTF

Oleh: kareumbi | 23 Oktober 2020

Jamur di sekitar Kareumbi

jamur/ja·mur/ n jenis tumbuhan yang tidak berdaun dan tidak berbuah, berkembang biak dengan spora, biasanya berbentuk payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau batang busuk; cendawan; kulat;

KBBI

?

Ident:
Foto: TBMK, Dec 2020

?

Ident:
Foto: TBMK, Dec 2020

Hygrocybe

Ident: IPP
Foto: TBMK, Dec 2020

Baca Selengkapnya..
Oleh: kareumbi | 23 September 2020

Suaka Merak TBMK

Javan Green Peafowl (Pavo muticus) Aviary

Hallo sahabat TBMK!

Kami sedang ikhtiar memasang instalasi kandang yang akan digunakan sebagai suaka merak hijau jawa di TBMK. Do’akan lancar ya 🙂

Ikuti proses yang berjalan di laman Instalasi Aviary Merak TBMK.

Program tanam dan pelihara Wali Pohon Masigit Kareumbi musim tanam 2019-2020 telah selesai dilaksanakan. Dengan demikian, kita akan mulai kembali musim tanam yang baru pada sekitar November-Desember 2020 yang akan datang.

Pada musim tanam yang baru kita lalui ini, kami telah menanam 3.999 pohon dengan pengadopsi tercatat atasnama:

  1. WALI INDIVIDU 13 (514 pohon, 170 individu)
  2. PT BIO FARMA (Persero) 2
  3. KU LARI KE HUTAN 2019
  4. SKMK 2019
  5. SEKAR TELKOM 8
  6. 1143 ALUMNI ITB 1974

Terimakasih kepada para pengadopsi. Semoga pohon yang disumbangkan untuk kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi dapat terus tumbuh dan menambah area tutupan hutan. Pada bulan Juni dan Juli lalu, kami telah menyelenggarakan pemeliharaan awal setelah tanam untuk plot-plot diatas serta pemeliharaan bagi plot-plot yang masih dalam masa garansi.

Terdapat 24 plot yang telah dilakukan pemeliharaan I pada tahun ini diantaranya adalah:

  1. WALI INDIVIDU 11
  2. PT JOJONOMIC INDONESIA
  3. WIJAYA KUSUMA DAN KUSUMA WARDHANI (WKKW)
  4. FISS UNPAS
  5. FE UNOAD ANGK 79 (FETS)
  6. SMA NEGERI V BANDUNG ANG 79
  7. ALPERCIK 68-74
  8. ITB KLITONGERS
  9. KDD ITB
  10. YAYASAN AL-MASOEM BANDUNG
  11. WALI INDIVIDU 12
  12. ABDULLAH FADRIANSYAH
  13. NU’EST BAEKHO
  14. PT BIO FARMA (Persero)
  15. PLN PURHALIS 2
  16. STIE EKUITAS 2
  17. PT JOJONOMIC INDONESIA 2
  18. PT BIO FARMA (Persero) 2
  19. YAYASAN DANAMON PEDULI
  20. YUASA BATTERY
  21. AHEMCE MOUNTAINEERS
  22. BANK BJB
  23. GLOBAL SHAPERS BANDUNG HUB
  24. ACINTYA PANKA-RAWA LAUT

Pemeliharaan I dilakukan untuk membersihkan jalur tanam agar mudah dipantau dan bibi pohon tidak mengalami naungan, membersihkan sekitar pokok dan batang pohon dari gulma, menggemburkan tanah di sekitar batang, serta memberikan mulsa berupa gemburan tanah ataupun sisa gulma yang didangir sebagai pupuk hijau untuk menjaga kelembaban dalam menghadapi musing kemarau.

Setelah itu kemudian disusul dengan masa pemeliharaan tengah tahun atau pemeliharaan II pada Agustus – September untuk tanaman yang telah ditanam tahun sebelumnya. Dan menjelang musim hujan kita lakukan pemeliharaan sekaligus sensus untuk persiapan sulam pada musim tanam 2020-2021.

Untuk melihat foto perkembangan pohon dapat mengakses album foto melalui website walipohon. Klik tautan Galeri Pohon dan pilih album foto sesuai nama plot tanam anda.

Bagi anda yang ingin berpartisipasi mengadopsi pohon di TB. Masigit Kareumbi melalui program Wali Pohon, dipersilahkan mendaftarkan diri untuk musim tanam 2020-2021 yang akan datang melalui tautan program konservasi TBMK. Juga dapat menghubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Zoominar akan membahas topik yang sangat menarik yaitu perilaku rusa dan preparasi daging karkas. Dua pembicara yang akan tampil adalah Sophie Littlewood (Déercor) dan Chris Brooks (British Deer Society, Head of Training and Quercus Deer Services).

Sophie dengan pengalaman dan passionnya tentang berbagai jenis rusa di dunia, akan membicarakan tentang perilaku rusa. Sophie juga memiliki toko online yang menjual berbagai pernak-pernik terkait dengan rusa. Sangat menarik. She’s a deer girl!

Materi Field gralloch atau dalam bahasa Indonesia bisa diartikan preparasi hasil berburu akan dibawakan oleh Chris Brooks. Ini adalah aktifitas ketika satwa buruan sudah berhasil dibunuh/ditangkap dan kemudian pemburu mengeluarkan atau memisahkan isi perutnya (jerohan) agar karkas mudah dilakukan mobilisasi atau transportasi. Perlakukan ini lazimnya dilakukan segera setelah perburuan untuk menghindari tercemarnya daging oleh cairan tubuh satwa yang bisa menyebabkan pembusukan.

Pemantik diskusi kali ini adalah kang Tiar Mukti dari Lembah Paniisan Deer Farm yang saat ini sedang berada di Qatar selaku koordinator dari KPPRI (Kelompok Pemerhati dan Praktisi Rusa Indonesia).

Presentasi dipaparkan dalam bahasa Inggris dan akan di terjemahkan secara wrapped-up oleh Moderator.

Registrasi https://bit.ly/lembah

Kapan?

Kamis, 20 Agustus 2020

14:00 – 16.00 Bandung (WIB)
10.00 – 12.00 QATAR
08.00 – 10.00 UK

Materi Presentasi

Chris Brooks field-gralloch-and-carcase-prep

Video Archive

(Sorry, its private)

Live 20/08/2020 14.00 WIB

Oleh: kareumbi | 5 Agustus 2020

Webinar KPPRI – TBMK

Fungsi Taman Buru sebagai bagian konservasi Rusa di Indonesia

Arahan Umum: Direktur Kawasan Konservasi, DITJEN KSDAE Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum

Sambutan: Kepala BBKSDA Jabar, Ir. Ammy Nurwati M.M

Pembicara Tamu: Ketua PKBSI, Profesional hunter for conservation, DR. H. Rahmat Shah

Pembicara Tamu: WakaBid Berburu PB Perbakin, Dosen FE UI, Dr. Ir. Ignatius Heruwasto

Pembicara Utama: Manajer TBMK, Echo

Moderator: Koordinator KPPRI, Tiar Mukti

Kamis, 6 Agustus 2020, 13.00 – 15.00 WIB via Zoom meeting

Registrasi di: https://bit.ly/WebinarTBMK

LIVE STREAM via TBMK Channel

Materi Narasumber:

Oleh: kareumbi | 17 Juli 2020

Kareumbi Grazing Field

Rusa timorensis di grazing area plot 8ha

Dalam 2.5 tahun ini secara bertahap (baca: perlahan) tim di lapangan berupaya membuat padang rumput (grazing field) di salah satu plot pemeliharaan rusa, yaitu di plot yang kami sebut 8 hektar. Luas area rumputnya saja adalah sekitar 2 hektar. Ya hanya 2 hektar yang bisa dibuat padang rumput karena lokasinya relatif terbuka sementara, yang lainnya berada di bawah kanopi hutan.

Upaya ini dimulai eradikasi gulma, pembuatan demplot 2500m2, penanaman rumput lapang yang disukai rusa serta yang paling menyita waktu (dan kocek) tentu adalah pemeliharaan dan penyulaman rumput.

2017-12-14 eradikasi gulma di plot 8ha DIMULAI. Mayoritas gulma eksotis dan invasi terdiri dari Clidemia hirta dan Eupatorium riparium

Gulma-gulma eksotis nan invasif ini setelah dibabat dan dicabut tetap kembali bertumbuh, beberapa literatur bahkan menyebutkan perlu waktu nyaris 10 tahun untuk dapat membersihkan gulma tersebut secara total.

2020-01-02 proses penanaman rumput bagian akhir di awal tahun ini.
2020-07-16, kondisi terkini plot grazing area

Pada hari Rabu 15 Juli 2020 kemarin secara praktis (bukan resmi, karena tidak ada peresmian apa-apa) plot rumput ini mulai dibuka dan pintu rusa mulai masuk. Selain dianggap plot telah cukup siap (70% kapasitas produksi rumput), musim kemarau mulai masuk puncak, sementara itu kondisi rumput di plot 28ha dan 9ha sudah relatif terdegradasi.

Di lokasi ini juga ingin dipasang ranggong untuk pengamatan dan penghitungan populasi. Mari kita lihat, berapa lama plot rumput ini bertahan, dan bagian mana yang akan terdegradasi lebih dahulu. Sebelum itu terjadi tentu harus dilakukan penutupan/rotasi.

Oleh: kareumbi | 7 Juli 2020

Gagak dan Bangkai Rusa

Gagak hutan (Corvus enca) adalah burung yang istimewa. Penelitian mengungkap bahwa gagak adalah burung yang pintar. Disebutkan gagak memiliki volume otak yang besar dibandingkan ukuran tubuhnya. Bahkan dibandingkan dengan burung atau satwa lain. Gagak tertangkap kamera dapat membuat dan menggunakan (juga mencuri haha) alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Burung gagak juga disebutkan dalam kitab suci umat Islam. Footage ini memperlihatkan burung gagak yang sedang hinggap di atas bangkai rusa timorensis, dan terlihat mematuki sesuatu. Di TB. Masigit Kareumbi masih terpantau beberapa kelompok burung gagak yang sering terlihat terbang di sekitar basecamp. Mari kita jaga dan lestarikan mereka.

Oleh: kareumbi | 23 Mei 2020

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1441H

Taqabbalallaahi minnaa wa minkum taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidin wal faaiziin.
Semoga kita semua dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya. Aamiin ya rabbal’alamin.

Older Posts »

Kategori