Oleh: kareumbi | 16 Juni 2017

Bingkisan Lebaran 1438H

 

2017 TBMK banner medsos - bingkisan 1438H

(ada revisi nomor rekening dari posting yang sebelumnya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini)

Manajemen TBMK menerima titipan bingkisan untuk warga masyarakat sekitar Hutan Taman Buru Masigit Kareumbi. Bingkisan akan berupa paket sembako senilai Rp.75.000 per paket.

Batas akhir penerimaan donasi baik uang maupun barang: 21 Juni 2017
Distribusi akan dilaksanakan di sekitar Ds. Tanjungwangi, Kab. Bandung dan Ds. Sindulang, Kab. Sumedang pada: 22 Juni 2017

Nomor rekening BANK BNI 5.89.89.89.99 a/n TBMK

Info lebih lanjut kontak kami.

Oleh: officetbmk | 5 Juni 2017

Kegiatan Pembersihan Sungai Citarik

WhatsApp Image 2017-05-26 at 17.14.40

Jumat (26/05) kemarin, diadakan kegiatan Kerja Bakti untuk membersihkan sungai Citarik, dimana sungai tersebut merupakan salah satu sungai yang melewati Kawasan Taman Buru Masigit Kareumbi. Biasanya sungai dimanfaatkan sebagai salah satu bentuk transportasi, rekreasi, dan sarana penunjang sanitasi. Namun, sungai tersebut mengalami pelumpuran berat akibat erosi permukaan yang dihasilkan dari kegiatan pertanian yang ada disekitarnya. Penggunaan mulsa plastik pada pertanian sayuran yang marak dalam 3 tahun belakangan ini dianggap sebagai faktor yang semakin meningkatkan erosi, terutama yang tinggal di dekatnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 30 Mei 2017

Outing PAUD Desa Leuwiliang di Kareumbi

WhatsApp Image 2017-05-26 at 17.06.40

Pada hari Minggu (21/05) lalu, anak-anak dari sekolah PAUD  yang terletak di Desa Leuwiliang bersama dengan guru dan walinya berkunjung ke Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) untuk melakukan outing. Sekitar 40 anak berkunjung dengan agenda belajar sambil berjalan-jalan di kawasan dan yang ditemani oleh beberapa kru lapangan dari Kareumbi.

Baca Lanjutannya…

WhatsApp Image 2017-05-29 at 15.39.44

Kamis (25/05) lalu, TBMK kedatangan tamu dari Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR-RI, Anih Sri Suryani, yang sedang melakukan penelitian dengan tema “Pengaruh Program Ekowisata Terhadap Tingkat Kerentanan Perubahan Iklim di Kawasan Konservasi” (Studi di Kawasan Konservasi Pesisir Pantai dan Pegunungan).

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 16 Mei 2017

One Day Trip Stars Indonesia Academy

 

SAMSUNG CAMERA PICTURESPada hari Kamis (11/05)  Sekolah Stars Indonesia Academy melakukan kegiatan One Day Trip di Kawasan Hutan Buru Masigit Kareumbi. Stars Indonesia sendiri adalah sekolah vocational untuk anak berkebutuhan khusus pasca sekolah yang terletak di Jl. Rancabolang No.241, Sekejati, Buahbatu, Bandung.  Stars Indo mengadakan kegiatan trakking dimana kegiatan tersebut dilaksanakan di alam bebas di dalam kawasan Konservasi dengan tujuan trakking yaitu ke Desa Cigumentong. Jumlah peserta trakking sendiri yaitu 35 orang, dimana terdiri dari 22 orang anak berkebutuhan khusus, 10 orang lainnya merupakan Pendamping & Orang Tua dan ditemani pula oleh 3 orang guide dari TBMK.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 3 Mei 2017

Peresmian Pagar Rusa 28 hektar

WhatsApp Image 2017-05-03 at 15.50.21

Sabtu (29/04) pukul 8 pagi, Pak Sarwono Kusumaatmadja dan tim Wanadri tiba di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi, bersama dengan Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Jawa Barat, Bpk. Sustyo Iriyono. Setelah sapa dan salam hangat, perjalanan dilanjutkan ke tempat peresmian pagar rusa. Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 18 April 2017

Penanaman 100 Pohon oleh Dompet Dhuafa

WhatsApp Image 2017-04-17 at 13.29.44

Kamis (13/04) pagi, teman-teman dari Dompet Dhuafa bergerak menuju Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi bersama dengan tim manajemen. Kedatangan mereka hari itu adalah untuk melakukan simbolisasi penanaman 100 pohon.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 17 April 2017

Pelatihan vertical rescue

WhatsApp Image 2017-04-17 at 6.37.33 AM

Pada tanggal 16 April 2017 di Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi diadakan kegiatan pelatihan vertical rescue yang dihadiri oleh 30 orang peserta yang terdiri dari anggota Kapak, Mapalih, Linjou, Mapak Alam, dan pecinta alam Jagad. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Yonif 330 Cicalengka. Sementara para pelatih adalah anggota team Vertical Rescue Indonesia.

Baca Lanjutannya…

Ngaguar Tapak Lacak

Pada hari Selasa (14/03) telah diselenggarakan acara Gelar Wicara “Ngaguar Tapak Lacak Pa Mochtar Kusumaatmadja”. Acara yang diadakan di Graha Sanusi Universitas Padjajaran Bandung tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan pada Pak Mochtar Kusumaatmadja, yang merupakan seorang guru besar di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran. Selain itu, acara itu juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Pak Mochtar yang ke 88 pada tanggal 17 Februari lalu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kareumbi | 24 Desember 2016

Info Spesies Invasif di TBMK: Harendong Bulu

Clidemia hirta (L.) D. Don

Nama daerah: Sunda – Harendong bulu : Sumatera – Senduduk bulu
Nama umum: Koster’s curse, Soapbush

harendong-bulu

Clidemia hirta di area kandang umbar rusa 8HA (Dec 2016)

Awalnya saya tidak banyak memberikan perhatian terhadap tanaman ini. Terlihat sebagai tanaman yang biasa dan banyak terdapat di sekitar basecamp Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Terna perdu dengan tinggi kira-kira 1 meteran, beberapa ada yang mencapai 2 meter, sering kami jumpai di pinggir-pinggir jalan setapak baik di bawah tegakan maupun daerah terbuka.
Perhatian lebih baru dilakukan ketika mengamati lebih dekat habitat rusa di area kandang umbar 8 hektar. Saat ini area dibawah tegakan batang Kaliandra (Calliandra callothrysus) yang sudah mati, telah didominasi hanya oleh 2 spesies yang tidak memiliki manfaat sebagai pakan rusa. Kedua jenis tumbuhan dimaksud adalah Teklan (Eupatorium riparium REG) dan Clidemia hirta alias Harendong bulu.

Seingat saya pada beberapa waktu kebelakang, sebaran Harendong bulu khususnya di area kandang 8 hektar tidak semasif sekarang. Mungkin ada kaitannya dengan curah hujan yang tinggi di tahun 2016. Mungkin juga karena dulu naungan dari kaliandra masih ada sedangkan sekarang hampir seluruh kaliandra tua tersebut mati akibat kulit batang (dan tentu daun) dimakan oleh rusa. Perubahan ekosistem di dalam area terpagar ini sangat menarik untuk diamati, karena hanya dalam jangka waktu 2 tahun setelah rusa dilepas liar di area ini banyak vegetasi yang disukai rusa hilang, dan tanaman yang tidak disukai oleh rusa berkembang dengan pesat.

Perhatian harus mulai diberikan karena dominasi tanaman beberapa tumbuhan telah menurunkan daya dukung area kandang umbar 8HA dengan sangat drastis.  Nyaris tidak ada lagi tumbuhan yang bisa dimakan atau disukai oleh rusa. Pertanyaan dasar, bagaimana cara mengendalikan tanaman ini? dengan ekonomis dan tetap memperhatikan aspek lingkungan tentunya. Sebelum bisa mengendalikannya, tentu perlu kita mengetahui lebih dahulu apa itu Harendong bulu. Artikel ini tentu saja tidak akan menjawab tuntas pertanyaan diatas namun lebih merupakan upaya mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi di lapangan.

Literatur pertama yang saya buka adalah buku K. Heyne, yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia berjudul Tumbuhan Berguna Indonesia. Hal 1537.
Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori