Oleh: kareumbi | 9 Desember 2016

Jalan Akses Kareumbi Kembali Terputus

under_development Jalur akses menuju basecamp TBMK kembali terputus, demikian informasi yang diterima sore ini pkl. 17.30 WIB. Akses baik melalui Curug Sindulang maupun Cimanggung terputus untuk kendaraan roda 4 dan truk sedangkan kendaraan roda 2 (motor) masih bisa melalui Jembatan di Cimanggung. Jalur Cimanggung sedang diperbaiki sejak minggu yang lalu, sedangkan jalur Sindulang tertutup longsoran.

Longsoran ini menyebabkan dua desa yaitu Desa Sindulang dan Desa Tanjungwangi terisolasi. Saat ini sedang dalam penanganan petugas dengan masyarakat sekitar.

Longsor terjadi setelah sejak sore pukul 14.00 hujan deras disertai petir turun di sekitar kawasan TB. Masigit Kareumbi.

Informasi lain, jalur Cicalengka Kota juga terputus karena banjir sekitar pukul 17.00 dan sampai malam ini (20.00) diberitakan belum dapat dilalui. Selain itu di jalur Nagreg juga terjadi longsor di sekitar Kampung Bir, sehingga lalu lintas dua arah diarahkan melalui jalur lingkar Nagreg. Diberitakan pada 19.30 jalur Nagreg sudah dapat dilalui kembali.

Informasi selanjutnya akan kami update.

BELAJAR CINTA DARI POHON

Logo Wali Pohon Masigit KareumbiSebatang pohon yang kita lihat seolah hanya diam tak bergerak. Ia hanya bergerak ketika ada tenaga yang menggoyang batang dan daunnya. Ia tak akan melawan ketika manusia menyakitinya, bahkan dengan garang menebangnya. Pohon seperti makhluk yang patut dikasihani dan tak punya daya apa pun. Namun pohon memberikan apa yang tak sanggup manusia beri. Pohon memberi manfaat tak terhingga. Ia mampu memberikan manfaat terbaiknya pada manusia meski ia akan diam saja ketika manusia menyakitinya.

Pohon tak pernah ingkar dan khianat dalam tugasnya. Setiap saat pohon tak henti mengeluarkan oksigen yang manusia butuhkan dalam kehidupan ini. Dengan tak kenal lelah, pohon menghisap udara kotor, karbondioksida, lalu mengubahnya hingga udara menjadi bersih dan sejuk. Secara disiplin ia memekarkan bunga dan meruntuhkan buahnya saat musim buah. Lewat akarnya, pohon bisa menahan air dan tanah yang mampu melindungi dari kekeringan dan longsor. Lewat daunnya yang lebat, pohon setiap hari memberikan kelembaban pada udara dan ikut andil dalam proses turunnya hujan.

Saat pohon disakiti, ia tetap memberikan cintanya. Manusia membuang kotoran di balik pohon, ia tetap memberikan kesejukan dan menetralisir bau lewat kelembaban tanah dan bunga yang wangi. Manusia melemparnya dengan batu, ia membalas dengan buah dan bunga. Manusia melukai dan mencongkel batangnya, ia membalas dengan getah dan buah yang lebat. Itulah pohon.

Pohon mengajari cinta tak berbatas pada manusia, pada kita. Cinta yang tumbuh dalam suka maupun duka. Ia memiliki kekuatan memberi yang tak pernah pudar. Bahkan saat suasana yang menyakitkan menimpa pohon, ia pun sanggup memberi cinta terbaiknya. Cinta pohon bagi lingkungan akan berakhir saat ia mati. Tapi, cinta itu sesunguhnya tak akan mati. Karena lewat angin, air, serangga, dan hewan lainnya, pohon menitipkan bijinya untuk disebarkan di seluruh bumi-Nya.

Pohon memang bisa mati, namun cintanya sungguh masih ia tinggalkan untuk manusia dan makhluk-makhluk lainnya yang membutuhkan keberadaannya. Pohon tetap memberi meski ia mati. Biji yang ia titipkan pada angin akan bersemi di seluruh penjuru mata angin. Biji yang ia titipkan pada air, akan menyeruak tumbuh di tempat yang mungkin tidak kita bayangkan sebelumnya. Biji yang ia titipkan pada serangga, akan dibawa dengan setia lalu ditempatkan di tanah terbaik yang memungkinkannya untuk tumbuh. Mereka, biji-biji pohon yang telah dititipkan, akan terus berkembang meneruskan cinta pohon sebelumnya.

Pohon… bisakah kami belajar dari cintamu yang tak pernah mati? Lalu tetap meneruskan cinta kami meski kelak kami pun menemui kematian. True love is never ending. This is the Love of Trees.

Dikutip dari Buku KETIKA POHON BERSUJUD Karya Achmad Siddik Thoha (Penerbit Pandu Aksara, 2011)

Musim hujan yang dimulai pada bulan September ini menjadi awal bagi Musim Tanam 2016-2017 untuk program Walipohon di Kareumbi, maka dari itu tahap awal sebelum melakukan penanaman adalah Survey Lokasi Tanam yang akan dijadikan sebagai lokasi penanaman. Sesuai dengan kebijakan manajemen, bahwa area tanam akan diperluas ke arah Barat yaitu di Desa Tegalmanggung namun tetap dalam blok kerenceng maka diperlukan survey lokasi penanaman. Berikut tahapan kegiatan yang dilakukan oleh manajemen untuk melakukan survey lokasi tanam.

TUJUAN DAN TAHAPAN KEGIATAN

  1. Mendapatkan gambaran area yang akan menjadi lokasi tanam Wali Pohon 2016 – 2017
  2. Mendapatkan kontak person dari pihak kewilayahan yang dapat dijadikan koordinator penanaman (mandor tanam).
  3. Melakukan survey bersama-sama mandor tanam
  4. Membuat dokumentasi area tanam dan melaporkannya kepada manajemen

HASIL KEGIATAN

1. Pada tanggal 03 November 2016 dilakukan survey ke area tanam di blok Kerenceng Barat. Arah masuk dari Kp. Babakan. Koordinat lokasi 6°56’52.39″S 107°53’21.39″E

peta

2. Lokasi sesuai dengan kriteria pemilihan lokasi tanam Walipohon, yaitu antara lain: area kosong atau minim tegakan pohon (<50 batang per ha), berada pada terrain yang  miring, di sekitar border kawasan, tersedia akses untuk para pekerja tanam dari desa sekitar (garis warna kuning adalah jalur jalan akses, ±1,7km).

3. Koordinator penanaman sudah diperoleh yaitu Pak Edi warga Kp. Ciseupan

4. Gambaran vegetasi lokasi tanam didominasi kaliandra, salihara, bambu dan alang-alang. Tegakan sangat minim <10 batang per ha.

5. Plot tanam 2016-2017 adalah: WALI 10, MAPEKA, BADGERS INDONESIA, LIONS CLUB JAKARTA COSMOPOLITAN, dan PATAGA INDONESIA.

FOTO LOKASI TANAM

lokasi-penanaman

Gambar 1 Lokasi penanaman MT 2016-2017

Oleh: officetbmk | 27 Oktober 2016

Sosialisasi Masyarakat Peduli Api Di Kareumbi

Kamis (06/10) lalu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengadakan sosialisasi mengenai Masyarakat Peduli Api (MPA) kepada masyarakat sekitar Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) yang berada di Desa Tanjung Wangi, Desa Sindulang serta Desa Cimanggung. Sosialisasi ini dimulai dari jam 7.00 hingga 11.00 di aera Aula Wisma Kareumbi. Sekitar 10 orang dari setiap perwakilan desa menghadiri acara ini. Sosialisasi ini dipandu oleh beberapa staf dari BBKSDA yaitu Ade karim, Vitriana dan Nana Yutriana.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 14 Oktober 2016

Pelatihan Tree Climbing Di Kareumbi

Kamis (29/09) hingga Jumat (30/09) lalu, tim manajemen pengelola Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) bekerja sama dengan Jurnalis yang sudah malang melintang di dunia pertelevisian Indonesia terutama untuk acara dokumentasi perjalanan alam, Popo Nurakhman Fajar Sidik atau biasa disapa Kang Popo. Selama dua hari, Kang Popo memberikan materi mengenai  Tree Climbing profesional dengan menggunakan tali dan alat-alat panjat tebing modern kepada crew TBMK dan juga kelompok pemuda Karang Taruna dari desa sekitar kawasan sebagai sasaran utama untuk kegiatan kali ini. Kegiatan ini, dilakukan sebagai pelatihan percobaan alias pilot project untuk program berbayar serupa yang akan dilakukan oleh Tim Manajemen TBMK yang bekerjasama dengan Kang Popo.

Baca Lanjutannya…

Selasa (30/08) kemarin, Lions Club Jakarta Cosmopolitan (LCJC) Distrik 307-A1 berkunjung ke Kareumbi dalam rangka kegiatan “Walipohon LCJC”. Peserta yang hadir pada kegiatan ini sekitar 25 orang dan 216 pohon diadopsi oleh LCJC. Namun dikarenakan pada bulan ini belum masuk musim tanam, sehingga hanya berlangsung penanaman secara simbolis. Walapun demikian tidak sedikitpun menyurutkan semangat dan antusiasme dari peserta kegiatan, terbukti dari antusiasme sepanjang perjalanan menuju Kareumbi yang ditunjukan oleh setiap peserta. Rasa takjub dan senang terpancar dari wajah-wajah mereka yang beberapa diantaranya memang baru pertama kali berkunjung ke Kareumbi

Baca Lanjutannya…

Sekitar 30 orang mahasiwa program magister dan beberapa orang dosen pembimbing dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, senin kemarin (29/08) berkunjung ke Kareumbi dalam rangka melaksanakan kegiatan outbond. Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian Program Kegiatan Matrikulasi selama 3 minggu di Kampus STP Bandung.

Baca Lanjutannya…

Oleh: officetbmk | 2 Agustus 2016

Kunjungan Sejumlah Siswa Dari Jepang Ke Kareumbi

Rabu (27/07) kemarin, sejumlah 4 orang siswa SMA yang berasal dari jepang (Gokase Secondary School Japan) beserta 1 orang guru pembimbingnya mengunjungi Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Tujuan kunjugan mereka adalah untuk melakukan kegiatan Field Visit to Turbine Factory, sosialisasi kawasan, serta Program Adopsi – Wali Pohon Masigit Kareumbi. Peserta difasilitasi oleh Asosiasi Hidro Bandung (AHB) yang telah menyediakan penerjemah bahasa untuk mendampingi kunjungannya ke Kareumbi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: kareumbi | 2 Agustus 2016

UPDATE Jalur Akses Menuju Basecamp KW, TBMK

under_developmentUPDATE: 21 Agustus 2016. Jalur akses melalui Kp. Leuwiliang, Ds. Tanjungwangi sudah terbuka kembali.

UPDATE: 02 Agustus 2016. Jalur akses menuju TBMK segmen Kp. Leuwiliang – Basecamp KW saat ini sedang dilakukan pengecoran beton sehingga jalur tertutup. Lama penutupan diperkirakan selama 1 bulan.

Untuk pengunjung yang akan menuju ke Basecamp KW, Kp. Cigumentong dan Kp. Cimulu maupun Kp. Leuwiliang, dapat melalui jalur alternatif Cikaso berikut ini:

Curug Sinulang – Ds. Tanjungwangi – Pertigaan Arben – Kp. Cikaso – Jalur Kontrol Kehutanan – Plaza Wali Pohon – Blok Bagus.
Total jarak 3km dengan kondisi 20% aspal, 80% jalan makadam.

Pertigaan Arben adalah simpangan antara jalur biasa yang melalui Kp. Leuwiliang dan Jalur alternatif Cikaso. Jalur Cikaso ini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, roda empat MPV atau SUV keatas. Sedan, Bis maupun Elf tidak disarankan. Jalur menyuguhkan alternatif pemandangan yang indah dengan pegunungan Kerenceng – Kareumbi di sebelah Utara.

peta tulip jalur alternatif curug sindulang - basecamp kw via kp. cikaso

 

Demikian untuk menjadi maklum. Perkembangan informasi akan kami perbarui di laman ini.

Oleh: kareumbi | 1 Agustus 2016

Perkembangan Wali Pohon Masigit Kareumbi 2016 #1

Kami sampaikan sirkulasi informasi perkembangan program tahun 2016, sebagai berikut:

1. Peta Tanam

Kami telah memperbaharui peta plot tanam. Peta dapat diakses melalui website Walipohon di http://walipohon.tbmk.org atau direct link di:

https://www.google.com/maps/d/embed?mid=16aeukP9N7-PjcwnInxM5DqASdHU

Para Wali sekalian dapat memeriksa & mencari lokasi plot tanam masing-masing dengan meng-klik icon daftar plot di pojok kiri atas. Selain itu lokasi, kita juga dapat melihat jumlah pohon yang diadopsi dan luasan tanam.

2. Pemeliharaan Pohon

Ki-Ka: Pembersihan jaluran tanam, Pembersihan lorong jalur, Aplikasi mulsa

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori