Kareumbi Newsdesk, Bandung – Hari Minggu, 11 Desember 2011 menjadi hari yang menarik di Basecamp KW Masigit Kareumbi. Karena pada hari itu berkumpul sekira 100 orang yang berasal dari komunitas alumni SMA se-Bandung tahun 1972 yang menamakan dirinya Komunitas JIWALUMAJU untuk merayakan ulang tahun komunitas tersebut. Seperti diungkapkan Presiden JIWALUMAJU, Ibu Hendriani Madewa kepada Kareumbi Newsdesk, ada yang berbeda di peringatan ulang tahun komunitas yang ke-5 ini. Bukan sekedar kegiatan temu kangen dan mempererat silaturahmi antar anggota komunitas tapi lebih jauh merupakan aksi nyata anggota komunitas dalam menujukkan kepedulian pada lingkungan sekaligus harapan untuk kota Bandung dan Jawa Barat.
Acara yang bertajuk “Neangan Cika-Cika” atau dalam bahasa Indonesia berarti Mencari Kunang-Kunang mencerminkan kerinduan para alumni terlebih juga warga kota Bandung terhadap keberadaan kunang-kunang yang sudah semakin jarang ditemukan. Bapak Irawan Marhadi, anggota komunitas yang juga senior Wanadri mengungkapkan bahwa Kunang-kunang adalah serangga yang sangat sensitif terhadap tingkat polusi lingkungan. Sehingga keberadaan serangga ini dapat menjadi pertanda dari kondisi lingkungan secara umum.
Untuk mewujudkan dan dalam usaha mengembalikan kondisi lingkungan, komunitas JIWALUMAJU yang didukung juga beberapa pihak sponsor antara lain BAMMUS Tatar Sunda, PT. Pos Indonesia, PT. Pembangunan Perumahan, Pemda Prov. Jabar, Pemda Kota Bandung dan Dishub Kota Bandung memberikan dukungan terhadap program konservasi di Kawasan Masigit Kareumbi khususnya program revegetasi hutan, Wali Pohon, dengan menanam sejumlah 1.000 pohon.
Ucapan terima kasih disampaikan Kang Remi Tjahari selaku manajer tim Manajemen Kawasan atas kepedulian dan dukungan komunitas dan para sponsor terhadap usaha pengembalian fungsi hutan di Masigit Kareumbi. Dalam sambutannya, Remi juga menceritakan mengenai keberadaan kawasan Kareumbi seluas 12.420,7 hektar yang banyak diantaranya berupa lahan kosong dan perlu dihijaukan kembali.
Bapak Ernawan selaku Sekjen Badan Musyawarah Masyarakat Tatar Sunda dalam sambutanya menungkapkan bahwa dukungan BAMMUS terhadap kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan aksi nyata terhadap kawasan lingkungan di Kareumbi yang menjadi tanggung jawab bersama terutama warga Tatar Sunda itu sendiri.
Rangkaian acara diawali oleh Jungle trekking sejauh 4km menuju perkampungan Enclave Cigumentong dan dilanjutkan acara simbolis penanaman pohon yang dipimpin oleh Mang Ja’i selaku pupuhu kampung Cigumentong.
Selanjutnya rombongan dipandu menuju rumah pohon untuk menikmati sajian makan siang dengan menu khas Sunda yang diiringi oleh musik tradisional sunda Celempung dan Karinding. Sajian aksi “mapag tamu” dari Lengser menambah semaraknya acara.
Terimakasih atas dukungannya pada program Wali Pohon Masigit Kareumbi dan sampai jumpa di kesempatan yang lain.





ehubungan dengan hal tersebut, PT. Tempo Intimedia melalui program Tempo Berbagi pada hari Sabtu tanggal 16 Juli mengunjungi Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi khususnya di SDN 1 Leuwiliang, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan berbagai buku sebagai sumber bacaan yang sehat dan bermanfaat sekaligus juga melakukan pelatihan tata kelola perpustakaan kepada para guru dari SDN 1 Leuwiliang.










Komentar Terakhir